Gempuran Israel yang sangat menyayat hati setiap manusia yang masih punya
nurani. Tentu kekejaman ini akan berhenti jika Negara-negara islam bersatu
padu mengalahkan Amerika Serikat dan sekutunya. Sebagai muslim kita juga
harus berdo'a dan mendukung pejuangan bangsa Palestina. Disana juga ada
tempat suci tempat isra mi'raj nabi Muhammad SAW.

Ada sebuah fakta yang patut kita cermati dari bangsa pejuang ini. Meski
mereka terkepung Israel dan mengalami penjajahan yang sangat kejam ternyata
mereka adalah orang yang sadar bersekolah. Saya sedang mengujungi
lintasberita.com dan menemukan
blog<http://tigahariyangpamungkas.blogspot.com/2008/12/32-rahasia-israel-yang-tidak.html>tentang
rahasia israel. Berikut kutipannya:

26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar
mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk
Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia
yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah
prosentase penduduknya.



Ini adalah semangat orang Palestina yang sangat hebat sekali. Mereka telah
melahirkan doktor-doktor yang sangat baik keahlian maupun akhlaknya seperti
DR Khalid Misyal, DR Musa Abu Marzuq, DR Fatih Shaqaqi, dan masih banyak
lagi. Hal seperti inilah yang patut ditiru.

Indonesia yang telah merdeka puluhan tahun namun belum bisa mencetak doktor
sebanyak Palestina secara presentase. Kalau begini pantas saja bangsa kita
sering dikadalin bangsa lain. Indonesia yang kaya dengan hasil alamnya tapi
tetap mskin dibandingkan negara ASEAN sekalipun.

Seringkali bangsa indonesia selalu mengaitkan antara materi (kekayaan-red)
dengan kesuksesan orang. Ini suatu sikap yang menghalangi orang untuk
mendapat pendidikan yang lebih tinggi lagi. Kita sering mendengar ucapan
orang „Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau Cuma menagnggur?".

Pernyataan seperti itu memang tidak bisa disalahkan seratus persen. Kita
tahu bahwa banyak sarjana bahkan gelar doktor yang menganggur. Namun
pandangan tersebut tidak ada pada jiwa-jiwa besar pejuang seperti pejuang
Palestina. Musa Abu Marzuq yang juga wakil kepala biro politik Hamas
menyelesaikan doktor bidang Tehnik di Amerika Serikat. Kalau secara pikiran
picik buat apa seorang Palestina mengambil gelar Doktor? Toh nanti pekerjaan
tidak ada karena Israel yang menjajah Palestina. Toh kalau ada pekerjaan
pasti gajinya kecil dan tidak sesuai dengan pengorbanan uang. Toh mungkin
lebih baik berperang dengan Israel sampai kematian menjemput.

Orang Palestina tidak berpikir uang saja. Mereka sekolah berniat untuk
membebaskan negerinya. Untuk itu kita perlu meniru mereka agar menjadi
bangsa pejuang yang tangguh.

Kirim email ke