dari milis lain (tidak musti sebelah ...)
------------------------------------------------------

YANG BELUM TAU BIAR PADA TAU........

Ngapain sih repot-repot turun kejalan mendukung Palestina, bikin macet
jalan doang??! Pake kibar-kibarin bendera mereka lagi…. Kalau ada
ribut-ribut di negara-negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau
Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara
tersebut. Misalnya hari ini ketika Palestina diserang. Ngapain kita
(Indonesia) sibuk sendiri ?

Btw, buat yang kepikir kayak gitu ...

Semoga info berikut membantu menyadarkan kita (Bangsa besar Indonesia)

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada
17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure)
sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya
pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia
bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina
dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di
Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan
Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam
bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan
dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat
negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap. Dukungan
Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti
besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau
melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada
Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia.

Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami
sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga
menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai
mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia
Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh.

Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi
sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Bahkan dukungan ini
telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar
memproklamirkan kemerdekaan RI.

Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap
perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang
saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di
Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua
kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."

Dukungan Mengalir Setelah Itu
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.  Ketika terjadi serangan
Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk
Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah
khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di
lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada
yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat
kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah
sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih
–tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan
menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang
ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda
yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.

Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan: "Motor-motor boat yang
penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian
mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman,
menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar
itu kejuruan lain."

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia
yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan
peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu
perdjoeangan kita.

One man one dollar to save palestina !!!

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke