FYI... > Tak Bisa Sewa Ambulans, Warga NTT Gendong Jenazah Anak 10 Km > > > Rahmat J - Okezone > KUPANG - Gara-gara tak punya uang Rp300 ribu untuk menyewa ambulans > rumah sakit, Yakobus Anunut (37), warga Kelurahan Liliba, Kecamatan > Oebobo Kota Kupang, nekat berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 > kilometer sambil menggendong jenazah anaknya yang telah meninggal > dunia akibat sakit diare . > > Peristiwa ini membuktikan bahwa RSUD WZ Yohanes Kupang, satu-satunya > rumah sakit terbesar milik pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur > telah berfubah fungsi menjadi lembaga bisnis dan bukan lembaga sosial. > > Menurut Yakobus, puteri semata wayangnya yang bernama Sepri Anunut (2 > tahun) terserang diare sejak Minggu 8 Februari 2009. Karena ketiadaan > biaya, maka dia memutuskan untuk merawat anaknya dengan cara > tradisional. > > Tetapi kondisi fisiknya semakin kritis sehingga pada Rabu siang, ia > memutuskan untuk membawa anaknya ke RSUD WZ Yohannes Kupang guna > mendapatkan perawatan medis. > > "Anak saya hanya dirawat di ruang instalasi gawat darurat, karena kata > petugas rumah sakit, seluruh ruangan inap sudah penuh. Padahal saya > membawa kartu jaminan kesehatan untuk orang miskin," kata Yakobus. > > Baru semalam dirawat, Sepri meninggal dunia Jumat (13/2) dinihari, > sekitar pukul 03.00 wita. Petugas medis kemudian mengevakuasi jenazah > Sepri ke kamar jenazah rumah sakit. Ternyata, diruangan penitipan > jenazah, Sepri ditelantarkan begitu saja. Padahal, biasanya, setiap > jenazah yang dititipkan diruang itu, dimandikan oleh petugas rumah > sakit dan disuntik formalin agar tidak membusuk. > > Orangtua korban yang hanya berprofesi sebagai cleaning service pada > salah satu instansi pemerintah ini hanya pasrah dengan perlakuan > petugas rumah sakit. Sekitar dua jam menunggu, Yakobus akhirnya > menemui petugas ambulans untuk meminta agar jenazah anaknya dibawa > pulang kerumahnya di Kelurahan Liliba. Namun, petugas ambulans meminta > biaya Rp300 ribu. > > "Saya katakan ke petugas ambulans bahwa untuk membayar ojek saja, saya > tidak punya uang. Darimana saya harus mendapatkan uang sebanyak Rp300 > ribu untuk membayar bapak," katanya. > > Mendengar jawaban tersebut, petugas ambulans rumah sakit langsung > pergi. Yakobus akhirnya memutuskan untuk menggendong jenazah anaknya > sambil berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer untuk kembali ke > rumahnya. Dalam perjalanan, beberapa pemuda warga RT 12, Kelurahan > Oebobo, Kota Kupang, membantu mengangkut jenazah dengan sebuah > kendaraan pikap. > > Sejauh ini, pihak RSUD WZ Yohannes Kupang, belum bersedia memberikan > keterangan mengenai perlakuan terhadap warga miskin tersebut. Anggota > DPRD NTT, Karel Yani Mbuik, yang dihubungi terpisah, mengecam tindakan > manajemen rumah sakit yang menganaktirikan warga miskin. > > "RS bukan lahan bisnis untuk mencari keuntungan bagi peningkatan > pendapatan asli daerah. Seharunya pelayanan sosial diutamakan dan > bukan mencari keuntungan," kata Mbuik. > > Menurutnya, setiap tahun, DPRD NTT mengalokasikan dana pelayanan > sosial kepada RSUD Kupang sebanyak Rp28 miliar. "Dana itu dikemanakan > sehingga tidak dimanfaatkan untuk membantu orang miskin," ujarnya. > > Dia berharap, manajemen RSUD Yohannes dapat mengubah kebijakannya yang > membisniskan orang sakit. > > (fit) > http://news.okezone.com/read/2009/02/13/1/192359/tak-bisa-sewa-ambulans-warga-ntt-gendong-jenazah-anak-10-km
-- Achmad Y. Sjarifuddin. E-mail: abu [at] lathiifa.com Website: http://www.lathiifa.com ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

