----- Original Message -----
From: Ahmad Anggana
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: faradilla sari
----- Forwarded Message ----
From: el_kataib84
Sent: Friday, March 6, 2009 14:18:47
Subject: [FLP] tulisan
WAKTU SHALAT ADALAH MUKJIZAT
Pernahkan Anda bertanya mengapa shalat lima waktu itu harus dikerjakan pada
waktunya? Ternyata ada kaitannya dengan siklus energi tubuh kita.
Siklus Enegi Tubuh Kita
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan, terutama di Jepang,
Eropa, dan Amerika. Penelitian itu menyimpulkan bahwa energi tubuh manusia
mengalami rotasi yang sangat teratur; naik dan turun, kemudian naik lagi,
begitu seterusnya. Para ilmuan itu membagi siklus energi tubuh menjadi
beberapa fase:
v Fase peningkatan. Fase ini ditandai dengan bertambahnya semangat dan
energi tubuh, sehingga tubuh terasa lebih energik, dan rasa percaya diri pun
meningkat.
v Fase penurunan. Pada fase ini seseorang akan merasa badan atau jiwanya
penat. Karena itu, ia membutuhkan istirahat yang cukup.
v Fase transisi. Fase ini merupakan masa negatif bagi energi tubuh manusia.
Keadaan pada fase mirip dengan fase transisi dalam tidur ke jaga.
Banyak studi akademis dan bukti yang ditunjukkan oleh pakar biologi di Cina,
Eropa, dan Amerika membuktikan bahwa ritme energi tubuh manusia mencapai
puncaknya dua kali dalam 24 jam, masing-masing terjadi setiap 12 jam.
Derajat energi dan kebugaran tubuh manusia mencapai puncaknya secara
bertahap sejak pukul 04.00. dan peningkatan energi tubuh juga terjadi pada
pukul 16.00. Para ilmuan menegaskan bahwa energi tubuh manusia pada pukul
02.00 sama dengan energi tubuh pada pukul 14.00., tetapi kadarnya lebih
rendah dari energi pada fase yang pertama. Maksudnya, puncak kekuatan dan
kebugaran tubuh terjadi antara pukul 04.00 dan pukul 11.00. Peningkatan
energi kembali berlangsung tubuh yang terjadi antara pukul 16.00 hingga
pukul 18.00.
Derajat terendah energi tubuh terjadi sekitar pukul 14.00 dan sekitar pukul
02.00, untuk kemudian Dan proses itu mulai pada pukul 04.00 hingga derajat
energi tubuh mencapai puncak keseimbangannya pada sekitar pukul 10.00 atau
11.00., rentang waktu kurang lebih enam hingga tujuh jam. Tempo tersebut
sudah sangat cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup dengan berbagai
jenis tugas dan pekerjaan. Selanjutnya derajat energi tubuh menurun secara
bertahap sekitar pukul 14.00, saat tubuh kita sangat membutuhkan suplay
energi dari makanan dan istirahat selama tidak kurang dari dua jam.
Setelah itu energi dan kebugaran tubuh manusia akan kembali naik secara
bertahap dan bisa menopang aktivitas selama tiga hingga empat jam. Namun
energi tubuh pada pada fase yang kedua ini lebih rendak daripada energi
tubuh pada pagi hari. Kemudian energi mulai menurun kembali secara bertahap
sekitar pukul 20.00 atau pukul 21.00, untuk kemudian benar-benar menurun
sekitar pukul 23.00 atau 24.00, yang mana tubuh sangat membutuhkan tidur dan
istirahat, hingga kekuatan energi tubuh mencapai keseimbangan terendahnya
pada pukul 01.00 atau 02.00, -saat tubuh membutuhkan pemenuhan kekuatan dan
pembaruan sel-sel- kemudian kekuatan tubuh memulai siklus baru untuk hari
berikutnya. Demikian seterusnya.
Korelasinya dengan waktu shalat?
Waktu Shalat Subuh
o Pada masa ini energi tubuh manusia mulai meningkat secara bertahap. Ketika
seorang muslim melaksanakan shalat subuh, berarti ia telah memulai hari itu
dengan semangat yang tentu berpengaruh terhadap tubuh secara menyeluruh.
Pengaruh itu nampak jelas setelah 1,5 atau 2 jam shalat subuh. Masa tersebut
merupakan waktu yang telah ditentukan untuk memulai rutinitas harian. Dengan
demikian, kondisi kita berada dalam kondisi yang fit, baik dari segi fisik,
pikiran, maupun psikologis, yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap
kemampuan kita menunaikan tugas dan meningkatkan produktivitas perkerjaan
kita.
Waktu Shalat Zuhur
o Pada pukul 10.00 atau 11.00 grafik energi tubuh akan mencapai puncak
keseimbangannya, artinya tubuh berada dalam kondisi terbaik untuk
menyelesaikan pekerjaan. Aktivitas selama seharian tentu saja melelahkan,
sehingga tubuh perlu diistirahatkan agar setelah itu tubuh dapat kembali
melaksanakan tugasnya secara maksimal. Waktu shalat Zuhur masuk ketika
matahari sudah bergeser dari garis lurus dengan bumi. Di sinilah shalat
Zuhur memainkan perannya untuk memenuhi kebutuhan istirahat itu dengan cara
yang paling baik, pemenuhan dan memperbarui energi tubuh.
Waktu Shalat Ashar
o Setelah shalat Zuhur, energi tubuh mulai menurun secara bertahap, selama
kurang lebih dua atau tiga jam. kemudian energi tubuh mulai meningkat secara
bertahap ketika waktu shalat Ashar tiba. Ketika bayangan suatu benda separuh
dari bayangannya. Alhasil melaksanakan shalat pada waktu ini bisa dikatakan
sebagai warming up yang ideal untuk mendukung energi tubuh serta menjaga
keseimbangannya untuk menyelsaikan tugas-tugas harian dengan baik dan
maksimal.
Waktu Shalat Maghrib
o Setelah kurang lebih tiga jam setelah shalat Ashar, secara biologis pada
masa ini grafik energi tubuh meningkat, tetapi peningkatannya lebih rendah
daripada peningkatan yang dicapai pada pagi harinya. Oleh karena itu, masa
ini khusus untuk menyelesaikan tugas yang belum rampung atau untuk
melaksanakan aktivitas yang beragam. Sehingga, shalat Maghrib dilaksanakan,
agar tubuh dapat beristirahat secara positif dan baik untuk memenuhi
kekuatan dan menyuplai energi tubuh. Hal itu agar tubuh dapat melangsungkan
aktivitas dengan energik dan menyenangkan.
Waktu Shalat Isya
o Pada wantu ini basanya rutinitas harian sudah berakhir, dibarengi dengan
menurunnya grafik energi tubuh. Dari sini kita bisa mengetahui urgensi
shalat isya’. Atau bisa diibaratkan sebagai cooling down dari seluruh
kesibukan harian untuk kemudian menyudahi kepenatan fisik dan hati, reaksi
serta tekanan psikologis agar seluruh tubuh betul-betul siap untuk
menongsumsi hidangan makan malam dengan tenang, dan menyenangkan. Dengan
demikian tubuh berada dalam kondisi terbaik dan bisa beristirahat/ tidur
nyenyak samapai pagi hari untuk melaksanakan shalat subuh, sehingga tubuh
berada dalam kondisi yang ideal untuk memulai rutinitas dengan energik dan
mnyenangkan.
(Dikutip dan diterjemahkan dari "ash-Shalah Riyadhatun Nafs wal Jasad").
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)