HERBA SEBAGAI PENGOBATAN MODERN ALTERNATIF, TINJAUAN MEDIS DAN SYARIAT ISLAM
Oleh DR. H. M. Endy Astiwara, MA Pengobatan dengan tetumbuhan (Herbal Treatment)merupakan pengobatan tertua di dunia. Bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan tua di dunia dapat dipastikan memiliki Ilmu Herba yang semakin tua. Sebagai contoh China, India, dan Mesir. Di Asia Tenggara sudah demikian dikenal istilah "Jamu" untuk ramuan herba dan rempah-rempah dari Jawa. Bagi orang Melayu, pengobatan dengan herba sudah merupakan tradisi turun temurun. Keampuhan pengobatan herba, banyak dibuktikan dengan pengalaman. Berbagai macam penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkan oleh pengobatan Alopati (Kedokteran Modern) ternyata masih bisa diatasi oleh pengobatan herba, seperti kanker, kelumpuhan. Terdapat pula pengalaman yang membuktikan bahwa untuk beberapa penyakit ternyata pengobatan herba dapat memberikan solusi penyembuhan yang efektif, misalnya dalam penyakit-penyakit cardiovascular(yang berhubungan dengan darah dan jantung), syaraf. Letak kelebihan dari pengobatan herba adalah pada bahan dasar yang bersifat alami. Sehingga efek samping dalam obat dapat ditekan seminimal mungkin. Meskipun dalam beberapa kasus dijumpai orang-orang yang memiliki allergy terhadap herba. Namun hal ini pun dalam pengobatan medis dimana ada kasus orang-orang yang allergy atau timbul penolakan terhadap obat-obat tertentu. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengobatan medik dalam pengamalannya seringkali menimbulkan efek samping yang menimbulkan penyakit lainnnya, misalnya : Pengobatan Rheumatik atau Asam Urat (Gout) seringkali menimbulkan efek samping pada lambung, ginjal dan lever (hati). Obat-obatan Analgesic (penghilang sakit) dan Antipyretic dalam jangka panjang dan dosis yang berlebihan dapat merusak fungsi ginjal dan lever. Obat-obatan Antibiotik selain menimbulkan resistensi pada tubuh juga membunuh bakteri-bakteri dalam usus besar yang berguna bagi tubuh, yang dalam jangka panjang dapat merusak system pencernaan. Perkembangan pengobatan herba berlangsung dengan pesat. Berbagai foundation dibidang herba, bahkan di Eropa dan Amerika, pengobatan dengan herba sudah ditawarkan di rumah sakit besar, disamping pengobatan alternative lain seperti Acupuncture dan Yoga. Bahkan di Jerman yang dikenal sebagai Negara pusat pabrikan obat dunia, para dokternya akan merasa tertinggal jika tidak memiliki tambahan pengetahuan tentang herba sebagai pelengkap dari metode penyembuhan Homeophaty/Holistic Treatment. Metode Penyembuhan Herba Pengobatan herba memiliki konsep yang berbeda dengan pengobatan medis. Pengobatan medis memandang kebanyakan penyakit disebabkan oleh micro organism, yaitu bakteri, virus, jamur dan kuman. Sehingga penyembuhannya banyak dilakukan dengan membunuh micro organism tersebut. Sedangkan para herbalist memandang bahwa micro orgainism adalah suatu keniscayaan. Micro organism ada diamanapun, di air, udara, makanan bahkan banyak terdapat dalam tubuh kita. Masalahnya adalah apakah antibody dan daya tahan tubuh manusia mampu mengatasi micro organism tersebut. Selama immunitas tubuh mampu mengatasinya maka tubuh tidak akan menjadi sakit. Herbalist memandang bahwa penyebab utama menurunnya immunitas tubuh adalah adanya jutaan TOXIN dalam tubuh manusia. Toxin-toxin ini berasal dari pencemaran udata, bahan pengawet, bahan pewarna, MSG, zat-zat antibiotic, maupun dari bahan makanan dan minuman yang mengandung logam berat dan kimia anorganik lainnya. Pengobatan herba dapat menghilangkan toxin-toxin yang biasanya bersarang pada usus besar, ginjal, lever, darah dan jantung manusia yang disebut dengan proses DETOXIFIKASI. Ketika toxin-toxin tersebut berhasil dibersihkan secara otomatis tubuh jadi mampu melawan berbagai penyakit atau penyakit dapat disembuhkan dengan sendirinya. Pengobatan Herba dalam Tinjauan Syariat. Pengobatan herba sering dikatakan sebagai pengobatan yang sesuai dengan fitrah manusia.Karena unsur-unsur herba adalah unsure-unsur tanah(tumbuhan mengambil sari makanan dan tumbuh dari tanah) sedangkan unsur jasmani manusia terbuat juga dari tanah. Nabi SAW maupun Al-Qur'an sangat menekankan penggunaan madu sebagai obat. Sesungguhnya madu itu merupakan pengobatan herba yang diramu dari berbagai macam unsur tumbuh-tumbuhan oleh sang lebah sebagai apotekernya. Oleh karena itu madu yang bersumber dari bunga tertentu memiliki khasiat yang berbeda dengan madu yang bersumber dari bunga yang lainnya. Fakta membuktikan bahwa Jerman dan Swiss sebagai Negara terbesar pengimpor madu yang digunakan untuk bahan dasar obat-obatan. Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa Habbatus Sauda sebagai obat yang baik untuk digunakan. Habbatus Sauda merupakan herba yang memang sangat berguna untuk membuang lemak dan racun-racun dalam tubuh manusia. Produk Habbatus Sauda banyak digunakan oleh kedokteran untuk mengurangi lemak berlebih penyebab obesitas dan menyembuhkan berbagai penyakit. Seorang yang terkena najis babi atau anjing harus disucikan dengan 7X basuh dan salah satunya dengan tanah, karena ternyata dalam najis tersebut ada jenis kuman yang tak dapat mati walaupun direbus sampai 400 derajat celcius dan hanya mati dengan tanah karena dalam tanah tersebut terdapat bakteri yang memakan habis kuman babi atau anjing. Ini juga merupakan indikasi pengobatan herba yang bersumber dari tanah. Wallahu a'lam bisshowab.

