Yang dibicarakan dalam artikel postingan Pak Agus ini hanyalah satu
tipe/jenis golput, yaitu tipe pragmatis. Tipe ini filosofinya adalah
'apa keuntungan/ruginya' atau 'apa manfaat/tidak manfaatnya'. Tipe ini
mudah 'dilumerkan' apabila disodorkan potensi neraca
keuntungan/kerugian yang argumentatif di depannya.

Masih banyak tipe lain, misalnya tipe broken-heart (mutung, misalnya
pernah nyaleg tapi gagal total) atau tipe ideologis (misalnya pemilu
adalah bid'ah). Nah yang ini lebih 'berat'. Apalagi yang tipe
ideologis, mendingan gak usah dibahas, dari pada 'perang' dalil ...
:-)

--amin


Pada 29 Juli 2003 05:59, Agus Rasidi <[email protected]> menulis:
> Fenomena Golput
> by Iwan Ketan
>
> Kalau
> mendengar kata Golput, saya begitu salutnya kepada mereka yang
> menyuarakannya. Mereka adalah sosok yang jenius. Karena mereka biasanya
> mengatakan bahwa golput adalah pilihan. Benar-benar cerdas pemikiran
> mereka. Memilih untuk tidak memilih tepatnya, kata mereka.Karena
> bagaimanapun, tidak memilih juga merupakan bagian dari pilihan.
>
> Ketika
> Golput bertemu dengan makhluk bernama DEMOKRASI, hal ini menjadi
> semakin unik kembali. Karena akan dipertanyakan , dimana kepedulian
> mereka yang GOLPUT kepada negara dan bangsa. Mereka yang memilih GOLPUT
> seolah memilih untuk tidak menentukan dan tidak mau tahu bangsa ini
> akan dibawa keman. Mereka yang memilih GOLPUT seolah tidak peduli lagi,
> bangsa ini akankah dipegang oleh mereka yang baik maupun dipegang oleh
> yang bejat. Mereka yang GOLPUT seolah tak mau lagi mau tahu apa yang
> akan terjadi dengan bangsa ini ke depannya. Sehingga mereka berdalih,
> lebih baik tidak memilih daripada memilih yang salah. Setidaknya tidak
> ikutan memperburuk bangsa, istilahnya
>
> Ketika
> pemerintahan kemudian berjalan, dan mendapatkan negara yang lebih baik.
> Mereka yang GOLPUT bahagia dan menikmati baiknya negara. Akan tetapi
> ketika negara semakin terkapar, tidak sedikit dari mereka yang TERIAK
> mengatakan POLITISI BEJAT, POLITISI BUSUK yang meyakinkan mereka yang
> GOLPUT ini untuk tetap GOLPUT.
>
> FENOMENA GOLPUT ini tak ubahlah
> seperti halnya ORANG YANG MEMAKI KEGELAPAN, sedangkan seperti yang kita
> ketahui bersama, menyalahkan lilin di tengah kegelapan mungkin jauh
> lebih berguna.
>
> Seringkali kita yang berteriak menuntut perubahan terjadi di NEGERI ini
> akan TETAPI, ketika kita GOLPUT maka dipertanyakan kembali DIMANA PEDULI
> KITA dan
> dimana KONTRIBUSI kita terhadap PERUBAHAN di NEGERI ini
>
> maka wajarlah ketika BANYAK yang mengecam dengan FENOMENA GOLPUT
>
> sebagaimana WAJARNYA dipertanyakan kembali KONTRIBUSI nyata dari MEREKA yang
> GOLPUT dalam PERUBAHAN di NEGERI ini
>
> Mungkin Perubahan tidak pernah menjanjikan untuk terjadinya PERBAIKAN
> akan tetapi
> PERBAIKAN senantiasa terjadi ketika dilakukan PERUBAHAN
>
> Sebagai penutup,
> saya ingin berbagi cerita tentang pemilihan RT di suatu daerah kampung jawa
> ketika
> diadakan pemilihan ketua RT, kebetulan pada saat beramai-ramai muncul
> fenomena GOLPUT. Alhasil dari 100 warga penduduk RT tersebut, yang
> melakukan pemilihan tak lebih dari 10 orang saja. Dan akhirnya yang
> menjadi ketua RT akhirnya bukanlah orang yang amanah.
>
> Alhasil,
> mereka yang GOLPUT ini mengatakan bahwa pemilihan RT tidak sah, karena
> tidak menyertakan 2/3 penduduk setempat. Dari pihak RT mengatakan itu
> sudah sah, karena toh mereka sudah diundang akan tetapi tidak datang.
> Kelurahan sebagai penengah akhirnya menetapkan ketua RT tersebut karena
> dasar hukumnya jelas.
>
> Satu
> bulan berjalan tidak terjadi masalah karena yang GOLPUT pun juga tidak
> merasa masalah. Hingga setahun berjalan barulah terasa betapa kacaunya ketua
> RT
> ini dalam menjalankan tugasnya
>
> Proses bikin surat
> keterangan RT/RW tuk bikin KTP gak beres-beres bahkan sampai 1 bulan
> baru jadi. Uang siskamling terjadi penyalahgunaan.
>
> Akhirnya tak
> ubahlah kembali, warga yang mayoritas GOLPUT pada pemilihan lalu yang
> paling banyak menyerang Pak RT ini, akan tetapi kemudian dipertanyakan
> kembali.
>
> Emang
> kemaren kemana aja, suruh siapa kagak milih atau paling enggak cari
> RT yang tidak sejelek RT sekarang
>
> salam berbagi selalu
>
> nb : Silakan yang merasa GOLPUT tuk mengkritisi tulisan ini
>
> A.Setiawan
> A.Setiawan
> Mindset Programmer
> NLP Master Practitioner
> MDQuantum(dot)com :: Mind Design for Quantum Change
> http://www.iwan-ketan.co.cc
> Info Training, Terapi atau Konsultasi dengan kami melalui
> 021- 91766445 | 085710446592
> [email protected]
>

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke