Diambil dari Buku: Surat-Surat Nabi Muhammad
Pengarang: Kholid Sayyid Ali
Terbitan Gema Insani Press
Tahun: 1990

Di dalam buku ini tercatat sebagian dari surat-surat Nabi saw kepada para
raja/peguasa/kepala-kepala suku yang menunjukkan betapa gigihnya perjuanagn
Nabi Saw dalam menyebarkan agam Islam. Ditengah-tengah sahabat yang hanya
berjumlah sedikit dan pealatan seadanya beliau berkenan mengirim surat ke
kerajaan Romawi, Persia dan lain-lain yang tentunya sebagai negara super
power untuk berkenan meninggalkan peribadatan menurut nenek moyang turun
temurun.

*STEMPEL NABI SAW.*

Disaat Nabi Saw. hendak menulis surat kepada raja-raja/ penguasa-penguasa,
 para sahabat memberi saran, "Ya Rasulullah mereka hanya mau menerina dan
menbaca surat yang berterakan stempel, hal ini merupakan isyarat bahwa
persoalan-persoalan yang dikemukan kepada mereka adalah rahasia dan
benar-benar tidak diketahui orang lain." Kemudian Rasulullah membuat stempel
yang terbuat dari emas yang berbentuk berbentuk cincin persegi panjang. Para
sahabat pun ramai-ramai membuat cincin yang serupa dan memakainya, namun
keesokan harinya Jibril as. menyampaikan berita kepada Nabi Saw yang
menyatakan bahwa seorang laki-laki diharamkan memakai sesuatu yang terbuat
dari emas. Rasulullah Saw. segera mencopotnya dan diikuti pula oleh para
sahabat, dan menggantinya dengan perak.
Stempel yang berbentuk cincin dari perak diberi tulisan yang terdiri dari
tiga baris yaitu :
1. Allah
2. Rasul
3. Muhammad
Huruf-hurufnya terbalik agar apabila dibubuhkan sebagai cap maka susunannya
menjadi benar. Stempel tersebut berada di tangan Rasulullah Saw. Setelah
Beliau wafat beralih ke tangan Abubakar ra. lalu kepada Umar ra, kemudian di
tangan Uthman ra.
Setelah di pegang Uthman ra, cincin itu jatuh ke dalam sumur Arlis pada saat
menjelang tahun wafatnya. Walau telah diupayakan pencariannya selama tiga
hari berturut-turut, namun tidak ditemukan jua.

--bersambung Insya allah---
**

Kirim email ke