Allahumma barik-lana fi-rajaba wa sha'bana wa balligna ramadana!

Puasa di Bulan Rajab


Rabu, 24/06/2009 11:56 WIB
assalamu'alaikum wr wb

ustadz, saya baru sj dikirimin email ttg keutamaan puasa dibulan
rajab, dan saya forwadin lg k teman saya yg lain, tp ada yang bales
katanya dia menyangsikan hadistnya, dan katanya lebih afdhal kl
puasanya di bulan sya'ban. bagaimana menurut ustadz, dan bagaimana
saya harus menyikapinya. syukron

wassalamu'alaikum wr wb

Kharisma

JAWABAN

Waalaikumussalam Wr Wb

Puasa di Bulan Rajab

Pada dasarnya berpuasa di seluruh bulan dalam setahun disyari’atkan
kecuali ramadhan atau pada waktu-waktu yang dilarang untuk berpuasa,
seperti : dua hari raya, hari-hari tasyriq, hari jum’at. Sedangkan
berpuasa di bulan ramadhan adalah diwajibkan.

Seseorang diperbolehkan berpuasa senin kamis, tiga hari dalam
sebulan, atau puasa Daud pada bulan manapun dalam setahun termasuk
didalamnya bulan rajab. Hal demikian berdasarkan keumuman
dalil-dalil yang menerangkan tentang puasa-puasa sunnah, diantaranya :

1.      Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw sering berpuasa
pada hari senin dan kamis.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

2.      Dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah saw pernah
memerintahkan kami agar berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap
bulan, yaitu apa yang dinamakan dengan hari putih; tanggal ketiga
belas, keempat belas dan kelima belas.’ Nabi saw bersabda,”Itu semua
seperti berpuasa sepanjang waktu.” (HR. An Nasai dan dishahihkan
oleh Ibnu Hibban)

3.      Diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bahwa Rasulullah saw telah
bersabda,”Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan
shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Daud. Dia tidur
sepanjang malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya dan ia
berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.” (HR. Ahmad)

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa tidak ada
pelarangan tentang berpuasa di bulan rajab dan juga tidak ada
penganjurannya karena bulan rajabnya itu sendiri akan tetapi
berpuasa pada dasarnya disunnahkan. Didalam sunnan Abu Daud bahwa
Rasulullah saw menganjurkan berpuasa di bulan-bulan haram dan rajab
adalah salah satunya. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz VIII hal 56)

Dan tidak ddiapat riwayat shahih yang menjelaskan tentang berpuasa
rajab dikarenakan keutamaan yang ada didalam bulan itu. Diantara
hadits-hadits itu adalah :

1.      Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa Rasulullah saw
bersabda,”Rajab adalah bulan Allah, sya’ban adalah bulanku dan
ramadhan adalah bulan umatku. Barangsiapa yang berpuasa rajab dengan
keimanan dan penuh harap maka wajib baginya keredhoan Allah yang
besar, akan ditempatkan di firdaus yang tertinggi. Barangsiapa yang
berpuasa dua hari dari bulan rajab maka baginya pahala yang berlipat
dan setiap takarannya sama dengan berat gunung-gunung di dunia dan
barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah akan
menjadikan puasa itu sebuah parit yang lebarnya satu tahun
perjalanan diantara dirinya dengan neraka…” Ibnul Jauzi mengatakan
bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).

2.       Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw
bersabda,”Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka
Allah tetapkan baginya puasa sebulan. Barangsiapa berpuasa tujuh
hari dari bulan rajab maka Allah tutupkan baginya tujuh pintu-pintu
neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari dari bulan rajab maka
Allah bukakan baginya delapan pintu-pintu surga dan barangsiapa yang
berpuasa setengah bulan rajab maka Allah tetapkan baginya
keredhoan-Nya dan barangsiapa yang ditetapkan baginya keredhoan-Nya
maka Dia tidak akan mengadzabnya. Dan barangsiapa yang berpuasa
selama bulan rajab maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang
mudah.” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak benar karena
diantara para perawinya terdapat Aban. Syu’bah mengatakan bahwa
berzina lebih aku sukai daripada aku meriwayatkan hadits dari Aban.
Ahmad, Nasai dan Dauquthni mengatakan bahwa hadits ini tidaklah
diambil karena didalamnya terdapat Amar bin al Azhar. Ahmad
mengatakan bahwa hadits ini maudhu’u (palsu). (Al Maudhu’at juz II
hal 205 – 206)

Tentang permasalahan ini, Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan didalam
kitabnya “Tabyiinul ‘Ajb” hal 23 bahwa tidak terdapat riwayat
tentang keutamaan dari bulan rajab, tidak puasa di bulan itu, tidak
berpuasa sedikit saja dari bulan itu dan tidak pula mengerjakan
qiyamullail yang dikhususkan di bulan itu.

Imam Ibnul Qayyim mengatakan didalam kitab “al Muniful Manar” hal
151 bahwa seluruh hadits yang menyebutkan bulan rajab, melakukan
shalat disebagian malam-malam di bulan itu maka ia adalah pendusta
dan pembohong.” (Silsilatul Ahaditsil Wahiyah juz II hal 222)

Puasa di Bulan Sya’ban

Jumhur fuqaha, yaitu para ulama Hanafi, Maliki dan Syafi’i
berpendapat akan dianjurkannya berpuasa di bulan sya’ban berdasarkan
riwayat dari Aisyah yang berkata,”Aku tidak melihat Rasulullah saw
lebih banyak berpuasa daripada bulan sya’ban.” Aisyah juga berkata,
”Bulan yang paling disukai Rasulullah saw untuk berpuasa didalamnya
adalah sya’ban bahkan sampai bulan ramadhan..”

Syarbini al Khatib mengatakan bahwa terdapat riwayat didalam shahih
Muslim bahwa Rasulullah saw berpuasa di bulan sya’ban seluruhnya
kecuali sedikit sekali (dari hari-hari itu).”

Para ulama berkata bahwa lafazh dalam hadits kedua adalah penjelasan
dari hadits yang pertama, bahwa yang dimaksud dengan seluruhnya
adalah sebagian besarnya.

Dari Aisyah berkata bahwa aku tidak melihat Rasulullah saw
menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan ramadhan.” Para
ulama berkata bahwa beliau saw tidak menyempurnakan puasanya satu
bulan penuh supaya tidak dianggap bahwa hal itu adalah kewajiban.

Sedangkan para ulama Hambali berpendapat bahwa tidak dianjurkan
berpuasa di bulan sya’ban, ini adalah pendapat kebanyakan dari
mereka namun pemilik kita “Al Irsyad” menganjurkannya. (al Mausu’ah
al Fiqhiyah juz II hal 9993)

Wallahu A’lam


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke