Topik 35: Tarhib dan Targhib Ramadhon

Bismillahirrahmanirrahim.

Malam ini (11 September 2007), Insya Allah ormas-ormas Islam termasuk
Departemen Agama RI, akan melaksanakan ru'yatul hilal. Jika nanti
malam hilal terlihat, maka sesuai hadist, Ramadhon akan dimulai besok.
Jika tidak maka Ramadhon akan kita mulai tanggal 13 September 2007.
Berdasarkan analisis banyak pihak, Ramadhon akan kita laksanakan
tanggal 13 September 2007. Hal ini pun sudah saya tulis dalam artikel:
http://arabquran.blogspot.com/2007/08/idul-fitri-2007-akankah-kita-berbeda.html

Penyambutan, Pengancaman, dan Pe-cintaan

Saat ini dimana-mana masjid alhamdulillah, acara-acara menyambut
Ramadhon semakin marak. Banyak masjid yang mengadakan acara tarhib
ramadhon. Ya, Ramadhon adalah tamu agung, yang harus disambut. Telah
banyak diceritakan dalam hadist-hadist shohih bahwa shalafus sholih,
minimal mempersiapkan Ramadhon jauh-jauh hari sebelum Ramadhon datang.
Telah mashyur dikalangan kita doa menyambut Ramadhon sejak dari bulan
Rajab dan Sya'ban : "Allahumma baariklana fii Rajaab wa Sa'ban, wa
balighnaa Romadhon" (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya'ban dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhon).

Acara-acara penyambutan ramadhon biasa kita sebut Tarhib Ramadhon.
Tapi jangan salah mengucapkan kata Tarhib. Yang benar itu mengucapkan
Tarhib dengan "ha pedes" (?) bukan dengan "ha tebal" (??), sebab jika
salah artinya bertolak belakang.

Kata Tarhib ????? dengan "ha pedes" adalah kata dasar (masdar) dari
kata rahhiba ??? (menyambut). Sehingga arti tarhib (dengan "ha pedes")
sendiri karena harus bersifat kata benda, dapat dikatakan sebagai
"penyambutan". Tapi bacanya pakai "ha pedes".

Kata Tarhib ????? dengan "ha tebal" adalah kata dasar (masdar) dari
kata rahhiba ??? (mengancam). Sehingga arti tarhib (dengan "ha tebal")
adalah pengancaman atau ancaman. Tarhib Ramadhon jika dibaca dengan
"ha tebal" artinya Ancaman Ramadhon, artinya sesuatu yang membuat
orang takut terhadap Ramadhon. Tentulah bukan ini yang dimaksud.

Itulah refotnya kalau dari kecil gak dibiasakan dengan pengucapan
huruf Arab dengan makhroj yang benar (seperti saya ini hik hik...).
Antara "ha pedes" dengan "ha tebal" ternyata merubah arti 180 derjat.

Kata Tarhib yang sangat berdekatan secara lidah orang Indonesia adalah
Targhib. Targhib ????? adalah kata dasar (masdar) dari kata raghghiba
??? yang artinya mencintai atau menyukai. Sehingga Targhib bila
di-Indonesiakan berarti Pen-cintaan atau Penyukaan, yaitu suatu
tindakan yang membuat kita suka. Targhib Ramadhon artinya Penyukaan
terhadap Ramadhon.

Bagaimana sholafus sholih ber-Tarhib Ramadhon?

Dikisahkan, seorang Tabi'in bernama Ma'la ???? mengisahkan cerita yang
kurang lebih intinya sbb: "Dulu para salafus sholih selalu
men-dawam-kan (membiasakan) berdoa selama 6 bulan sebelum Ramadhon.
Mereka senantiasa berdo'a : Allahumma balighnii ramadhon, Allahumma
balighnii ramadhon, Allahumma balighnii ramadhon (ya Allah sampaikan
aku ke bulan Ramadhon). Lalu 6 bulan sisanya mereka mempersiapkan diri
untuk menyambut Ramadhon".

Subhanallah, jika di tolal para salafus sholih mempersiapkan diri
mereka 11 bulan penuh untuk menyambut kehadiran Romadhon. Disamping
itu dalam beberapa hadist disebutkan bahwa di bulan Sya'ban mereka
memperbanyak membaca Al-Qur'an dan memperbanyak puasa sunnah.

Semoga ini menjadi motivasi kita untuk lebih meningkatkan penghormatan
kita dalam menyambut tamu agung, bulan Ramadhon yang penuh berkah.

"SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHON, MOHON MAAF LAHIR BATHIN"

Allahu a'lam bish-showwab
Posted by Rafdian Rasyid at 9/11/2007


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke