*Hukum Berdebat Dengan Menggunakan Dalil Alkitab (Injil)*

* *

Apakah hukumnya menurut syariat, jika dilakukan perdebatan oleh sebagian
da'i-da'i dengan ahli kitab dengan memakai kitab Injil untuk membuktikan
sta­tus kenabian nabi Isa as. dan bahwa ia adalah manusia. Apakah cara ini
bertentangan dengan kondisi al-Quran yang berlaku sebagai penasakh
(pembatalan hukum) kitab-kitab suci yang terdahulu?



*Jawab:*



Boleh hukumnya menghujat umat Nasrani memakai dalil yang bersumber dari
kitab-kitab Injil yang mereka percayai dan yang akui keabsahannya. Lalu
dengan mamakai data-data yang ada dalam Injil untuk membuktikan risalah nabi
Isa dan bahwa ia adalah manusia yang diciptakan yang dengan sendirinya
mematahkan dakwaan mereka, bahwa nabi Isa adalah anak Allah. Dan dengan
data-data yang ada dalam kitab Injil juga yang menerangkan kenabian nabi
Muhammad saw. serta berita gembira atas kebenaran risalahnya, dan bahwa
setiap orang yang bertemu dengannya wajib mengikut agama yang ia bawa.
Sistem ini telah dijadikan sebagai ketetapan dan mitsaq bagi para nabi untuk
mengikuti nabi ajaran nabi yang setelahnya. Sekiranya nabi Muhammad saw.
diutus sewaktu nabi Isa masih hidup, nabi Isa wajib mengikuti kepada nabi
Muhammad serta memerintahkan umatnya untuk tunduk kepada syariat yang
terbaru. Sebab agama yang dibawa Muhammad adalah agama terakhir, dan dengan
hadirnya syariat baru berarti menghapus syariat lama. Menghujat umat Nasrani
dengan cara begir:i tidak bertentangan dengan kondisi al-Quran yang berlaku
sebagai penasakh kitab-kitab suci yang sebelumnya. Dalam kitab Injil
tersebut ada bukti-bukti yang menjelaskan, bahwa masa berlakunya terbatas
sampai datangnya nabi Muhammad
saw.49<mk:@MSITStore:C:\pakde\pakdenono%20(D)\ebook\Islam\sosok_isa.chm::/soal_08.htm#foot>




49<mk:@MSITStore:C:\pakde\pakdenono%20(D)\ebook\Islam\sosok_isa.chm::/soal_08.htm#49>.
Menurut saya, ulama-ulama Islam telah melakukan hal yang sama. Mereka
menghujat umat Nasrani dengan memberikan penjelasan kebenaran ajaran Islam
dalam ke-Esa­an Allah dan status manusia yang disandang Isa as., serta
membuktikan risalah Muhammad saw. Ulama-ulama yang menempuh jalan seperti
itu antara lain, Ibnu Hazm, [bnu al-Qayyim, Rahmatullah bin Khalil al-Hindi,
serta ulama di abad moderen seperti Syaikh Ahmed Deedat, dan lain-lain.
Diambil dari: Sosok Isa dalam Sorotan Ulama karya Abdullah bin Abdul Rahman
Al-Jibrin

Kirim email ke