Subhanalloh .....
dengan homeschooling dan diajar oleh ayah dan ibunya, Maeda dan adik-adiknya
menjalani pendidikan model Home Schooling dan ternyata berhasil.

Bisa jadi model nich ....

Who's next ????

----- Original Message -----
From: masjid annahl
Sent: Wednesday, July 15, 2009 9:03 AM

Seri : Keluarga
Muslimah Termuda yang menjadi mahasiswi

 Maeda Hanafi muslimah berumur 12 tahun akan jadi mahasiswi
Layaknya anak-anak lain, dia sering mengendarai sepeda, bermain sepatu roda
dan berkumpul bersama teman-temannya perempuan seumuran dirinya di Masjid
Al-Islam, sebuah masjid keluarganya di New Haven.Namun sementara anak
berumur 12 tahun masih harus melanjutkan ke sekolah menengah pertama, Maeda
telah bersiap untuk menjadi mahasiwa penuh di universitas New Haven.
“Saya memiliki banyak teman dari berbagai usia,” kata Maeda dan tahun ini di
gerbang Community College di North Haven, ia masuk dalam daftar list dekan
untuk menyelesaikan kursus dalam bidang fisika, pra-kalkulus, kalkulus dan
pemograman komputer.
Maeda Hanafi yang saat ini berumur 12 tahun merupakan anak tertua dari
pasangan Imam Hanafi dan Anna – dan adik-adiknya, Aisya 5 tahun, Idris 10
tahun dan Adam 11 tahun semuanya menjalani pendidikan model Home Schooling
termasuk dirinya.
Awalnya Maeda sempat bersekolah di Forest Elementary School sampai kelas dua
, namun ia merasa jenuh dan tidak betah. Lima tahun kemudian dengan didikan
ayah dan ibu nya yang menjadi gurunya di rumah, Maeda mengalami kemajuan
pesat dan memenangkan beasiswa sebesar 12.000 Dollar untuk kuliah di
Universitas New Haven (UNH).
Kedua orangtuanya berlatar belakang pendidikan Matematika dan ilmu-ilmu
sosial, ayahnya Imam hanafi merupakan sarjana teknik dalam bidang kelautan
dan sarjana ilmu komputer sedangkan ibunya Anna Hanafi merupakan seorang
ekonom dan mereka percaya bahwa diri mereka dapat mendidik anak-anak mereka
dengan pendidikan yang baik meskipun hanya belajar dirumah.
“Saya menikmati program Home-Schooling. Ketika saya di sekolah umum, saya
bermain terlalu banyak dan saya tidak bisa belajar dengan serius. Namun
ketika saya mengikuti pendidikan Home-Schooling, saya bisa fokus terhadap
pelajaran yang diberikan,” kata Maeda.
Anna Hanafi mengatakan bahwa suaminya mengajar dengan buku-buku pelajaran
tambahan dengan pengetahuan yang ia miliki dan terus menggali sumber-sumber
baru ketika mengajar anak-anaknya, pindah ke tingkat berikutnya setelah
mereka benar-benar menguasai topik yang diajarkan.
“Kami menanamkan benih-benih cinta terhadap matematika dan ilmu pengetahuan.
Matematika adalah bahasa dari ilmu pengetahuan,” kata Imam Hanafi mengenai
pendekatannya dalam mengajar anak-anak.
“Ketika anak-anak merasa nyaman dengan subjek yang diajarkan, maka akan
lebih mudah bagi mereka untuk memahami pelajaran,” tambah Anna.
Tahun lalu, Maeda membawa pulang ke rumah sebuah penghargaan dari
Connecticut Invention Convention di Universitas Connecticut untuk sebuah
bantal yang ia kembangkan. Dalam ajang inovasi yang disponsori Microsoft
dimana para siswa diminta untuk merancang sesuatu yang akan meningkatkan
kehidupan bagi para penyandang cacat.
Maeda mengatakan bahwa bantal yang ia ciptakan dapat membantu mencegah
tekanan dari luka untuk orang yang sedang sakit.
Saat ini dia telah siap untuk berkuliah di UNH, dan sekarang dia berpikir
akan membuat inovasi baru lagi. Dia belum terlalu yakin dengan sesuatu yang
akan ia buat, namun harus ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan mesin mobil
dan ia akan membuat mobil tersebut lebih efisien.
Sedangkan ayahnya memiliki pemikiran sendiri tentang mesin yang berjalan
dengan hidrogen, akan tetapi Maeda masih berpikir untuk berinovasi baru
dengan menggunakan komponen ‘hijau’.
Maeda selain belajar dirumah, ia juga relawan yang mengurus web site Masjid
Al-Islam pada musim panas. Maeda mengatakan bahwa ia akan mendaftar kuliah
pada musim panas ini dan ikut orientasi kampus pada bulan Agustus.
Karena dirinya terlalu muda pada tahun ajaran baru perkuliahan, ibunya Anna
Hanafi mengatakan ia harus menyesuaikan diri dulu dengan lingkungan kampus.
Namun September nanti, Maeda akan berkuliah sendiri di UNH, dimana ia akan
mengambil jurusan dalam bidang komputer.
Tujuan terpenting dari pendidikan yang kami berikan kepada Maeda dengan
model Home-Schooling adalah untuk membentuk karakter moral yang baik,” kata
Imam Hanafi ayahnya.
“Kami ingin memastikan bahwa iman Islamnya telah betul-betul tertanam di
jiwanya, sehingga ia akan tumbuh menjadi muslimah yang baik dan cerdas,”
ibunya Anna Hanafi menambahkan.(fq/tsmmedia)

from : abiwin.wordpress.com




------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke