Subjek: Terbongkarnya Kebohongan Sutradara Film Inggris

Beginilah caranya orang orang barat merekonstruksi cerita teroris. Bahkan 
seorang Arab Kristenpun dipaksa "jadi teroris Islam" yang mendukung Al Qaida. 
Jika sudah selesai direkonstruksi ceritanya kemudian jadilah konsumsi bersama 
warga dunia kisah Al Qaida yang menghantui dunia :-)


Ayman Abu Aita, lelaki Palestina membuktikan ucapannya untuk menuntut sutradara 
asal Inggris, Sacha Baron Cohen karena telah mengindikannya sebagai "teroris" 
dalam film berjudul "Bruno". Gugatan itu sudah diajukannya ke pengadilan hari 
Senin kemarin.


Dalam gugatannya, Abu Aita menuntut agar sosok dirinya yang muncul dalam film 
itu dihapus karena penggambaran yang dilakukan Cohen menimbulkan kesan bahwa 
seluruh rakyat Palestina adalah teroris. Ia juga menggugat agar film tersebut 
disensor dan menuntut kompensasi atas Cohen dianggap telah mencemarkan nama 
baik rakyat Palestina.


Abu Aita yang tinggal di Beit Shaour, Bethlehem Timur juga mengatakan bahwa ia 
telah ditipu oleh Cohen. Saat bertemu Abu Aita, Cohen mengaku sebagai seorang 
wartawan yang sedang membuat film dokumenter.


"Saya bertemu dengan Cohen di Hotel Everest, Beit Jala. Saya bertanya pada kru 
tentang film yang akan dibuat dan mereka menjawab film itu dibuat untuk 
menyampaikan persoalan-persoalan Palestina pada anak-anak muda di seluruh 
dunia. Saya percaya dan Cohen mewawancarai saya selama dua setengah jam," tutur 
Abu Aita.


Menurutnya, Cohen menanyakan hal-hal yang "normal" dan Abu Aita tidak melihat 
indikasi bahwa Cohen akan menipunya. Tapi di akhir wawancara, Abu Aita terkejut 
karena Cohen meminta agar diculik. Abu Aita menegaskan bahwa rakyat Palestina 
adalah orang-orang yang beradab dan bukan teroris.


Bukan cuma itu, Cohen meminta Abu Aita dan koleganya untuk mencukur janggut 
mereka dan mengatakan,"raja Anda Usamah (Usamah bin Ladin) mirip raja-raja 
jahat atau Santa si tuna wisma".


Bukan cuma itu, Cohen ternyata menggunakan wawancara dengan Abu Aita untuk film 
komersilnya berjudul "Bruno" yang akhirnya menjadi film yang cukup laku di 
pasaran. Tapi dalam film itu, Cohen menyebut Abu Aita sebagai pimpinan Brigade 
Martir Al-Aqsa-sayap militer Fatah dan mengaku bahwa ia butuh waktu tiga tahun 
berkordinasi dengan CIA untuk bertemu dengan Abu Aita yang disebutnya "teroris".


Manipulasi itulah yang mendorong Abu Aita menggugat Cohen secara hukum.  
Apalagi dalam film tersebut Cohen juga menyebutkan bahwa Abu Aita membawa 
senjata dan dijaga oleh orang bersenjata saat mereka bertemu di sebuah tempat 
terpencil.


"Kalau saya bersenjata, akan terlihat jelas dalam wawancara. Saya hanya bersama 
dua orang laki-laki ketika itu, satu orang Amerika dan seorang wartawan. Kami 
juga bertemu di hotel terkenal bukan di tempat terpencil," bantah Abu Aita.


Satu hal yang akan membuktikan bahwa Cohen telah melakukan manipulasi, kata Abu 
Aita, Cohen lupa satu fakta penting bahwa Abu Aita seorang Kristiani.  Cohen, 
tambah Abu Aita, melakukan kesalahan fatal dengan menyebutnya sebagai seorang 
islamis "teroris" yang mendukung Al-Qaida.


"Dia tidak tahu kalau saya seorang Kristen," kata Aita membongkar kebohongan 
Cohen.

Abu Aita yang kini aktif di politik pernah meringkuk di penjara Israel selama 
sembilan tahun karena dituduh sebagai simpatisan Fatah. Seperti kebanyakan 
warga Palestina lainnya, rumah Abu Aita juga menjadi korban penggusuran Israel 
pada era tahun 1980-an. (ln/aby) 

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke