Semoga mereka dilembutkan hatinya di bulan Ramadhan ini.

Benci dan cinta hendaknya dieskpresikan secara wajar, nggak usah ngajak-ngajak 
demikian rupa. Ajakan bentuknya bisa bermacam-macam, ada yang cara guyonan, 
pancingan, gunjingan sampai finah. Naudzubillah!

Jika masih tidak terlalu parah, gunakan kalimat simple :  "Yang Waras Ngalah".
Saya suka sampaikan, jika seseorang itu membenci, mungkin membunuh 7 turunan 
tidak akan cukup, itulah syetan-laknatullah!

Wallahu a'lam.

Wass / Jaerony.-

  ----- Original Message ----- 
  From: amin widada 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, August 24, 2009 10:58 AM
  Subject: Re: [Ar-Royyan-9152] Masjid Al Munawwaroh Diteror, Ustadz Abu Jibril 
Difitnah


  Menyedihkan sekali.
  Selalu saja setiap peristiwa yang memojokkan (sebagian) umat Islam, ada 
sebagian umat yang mencoba mengambil keuntungan. 
  Semoga fitnah semacam itu tidak mempan di kalangan umat terdidik ... 
(misalnya di Gaperi).

  --amin


  Pada 24 Agustus 2009 10:14, A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]> 
menulis:

    Masjid Al Munawwaroh Diteror, Ustadz Abu Jibril Difitnah
    Sabtu, 22/08/2009 09:01 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

    Perang melawan terorisme arahan Amerika (the war against terrorism) yang 
pada hakikatnya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin mulai menampakkan 
wajah aslinya. Setelah teror dan tindakan tidak mengenakkan dilancarkan kepada 
akhwat (wanita muslimah) bercadar, pria berjenggot dan bercelana ngantung, 
kini, masjid diteror dan ustadz pun difitnah.
    Kamis malam (20/8) masjid Al Munawaroh yang sedang mengadakan pengajian 
rutin, diteror sekelompok massa. Ratusan polisi, petugas dalmas bersenjata 
lengkap ikut diturunkan. Ustadz Abu Jibril yang selama ini aktif mengajar di 
masjid Al Munawaroh pun difitnah. Gejala apa ini ?

    Kronologis Persitiwa

    Sebuah surat berkop Majelis Ta’lim “Nurul Munawwar”, yang beralamat di 
Jalan Arjuna, no: 70, Komplek Witana Harja Blok C, Pamulang, disebarkan kepada 
masyarakat, terutama pengurus masjid, musholla & Majlis Ta’lim, di komplek 
Witana Harja. Dalam surat undangan tersebut tercantum bahwa acaranya adalah 
Undangan Silaturahmi dalam Rangka Mencegah Berkembangnya Faham Wahabi Radikal 
sebagai Antisipasi Terorisme.

    Menurut sumber Arrahmah.com yang mengikuti acara yang dilaksanakan pada 
Selasa Malam (18/8) tersebut, Ustadz Abdurrahmah Assegaf (yang namanya mencuat 
karena menunjuk Nur Hasbi, alumni Pesantren Ngruki, sebagai orang yang 
melakukan peledakan di Hotel JW Marriot & Ritz Carlton, Jum’at, 17 Juli 2009, 
dan teryata tidak terbukti) banyak memfitnah Ustadz Abu Jibril. Bukan 
silaturahmi yang dikedepankan melainkan luapan kebencian dan dendam pribadi 
tendensius yang dialamatkan ke Ustad Abu Jibril

    Menurut sumber Arrahmah.com, Ustadz Abdurrahman Assegaf, di dalam forum 
pertemuan tersebut sudah mengancam akan menyerbu masjid Al Munawaroh untuk 
kemudian mengambil alih. Dia juga mengerahkan para peserta yang hadir untuk 
mempersiapkan diri. “Ane udah engga sabar nih mau yasinan di masjid Al 
Munawaroh. Ente-ente semua siap-siap deh, kita mau nyerang Munawaroh.” Begitu 
ungkapnya.

    Ustadz Abdurrahman Assegaf yang mengaku dan sering dipanggil habib ini juga 
secara khusus mendiskriditkan dan menfitnah Ustad Abu Jibril. Mulai dari asal 
usul beliau yang bukan asli Pamulang, menyuruh lurah untuk mencabut KTP beliau, 
hingga menghina jenggot beliau yang katanya Cuma 7 lembar itu. Ustdadz 
Abdurrahman ini juga memfitnah Pesantren Ngruki sebagai pesantren yang 
lulusannya adalah ahli bom, lalu mengatakan bahwa cadar itu harusnya hanya 
untuk wanita-wanita di Arab saja, bukan di sini, karena untuk menutup dari 
debu. Singkatnya dalam forum tersebut Ustadz Abdurrahman Assegaf hanya berbuat 
kebohongan dan memfitnah Ustdaz Abu Jibril.

    Ustad Abu Jibril : Itu Kebohongan & Fitnah

    Keesokan hari, Jum’at (21/8), Arrahmah.com mengklarifikasi masalah ini 
langsung ke Ustadz Abu Jibril. Beliau yang baru pulang dari berdakwah ke Padang 
mengatakan bahwa semua ucapan Ustadz Abdurrahman Assegaf adalah kebohongan dan 
fitnah. Kita tidak pernah mencerca tahlil dan yasin. Kalau ada yang mau tahlil 
dan yasin, silahkan dia menjalankannya, kalau dia menyakininya. Maka isu yang 
dilemparkan ini adalah fitnah dan kebohongan.

    Ustaz Abu Jibriel (hafizahullah)

    Perlu juga diketahui, sambung Ustadz Abu Jibril, masalah ini tidak pernah 
muncul sebelumnya. Pengurus masjid Al Munawaroh pernah duduk bersama dia 
(Ustadz Abdurrahman) dan dia berjanji untuk menjaga terlaksananya ibadah di 
masjid Al Munawaroh, mengikuti sunnah Rosul di dalam masjid. Tetapi dia sengaja 
mencari dan memanfaatkan isu terorisme, dengan mengatakan atau beralasan mau 
membasmi teroris yang sudah mulai bersarang di witana harja, sebagaimana yang 
dia ungkapkan sehari sesudah ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Jadi 
isu tahlil dan yasinan, sebagaimana yang beredar, hanya merupakan kedok untuk 
memojokkan kita.

    Ustad Abu Jibril melanjutkan, mungkin juga ada demdam atau kebencian 
pribadi kepada masjid Al Munawaroh, atau kepada Ustad Abu Jibril. Menurut 
pengurus masjid, sudah lama Ustadz Abdurrahman ini berkehendak untuk ‘masuk’ ke 
masjid Al Munawaroh, tetapi ditolak oleh pengurus masjid. Sementara itu, Ustadz 
Abu Jibril yang memang merupakan pendatang di Witana Harja malah dapat diterima 
pengurus masjid dan warga.

    Jadi, apa yang dilakukan ini, adalah satu bentuk rekayasa untuk 
menyingkirkan kita dari masjid, agar dia leluasa untuk menyampaikan bid’ahnya 
di masjid. Hubungan kita selama ini baik, di hari raya, kita silaturrahim, ke 
rumah dia, namun nampaknya dia memanfaatkan momentum, di saat ini, untuk 
kembali menguasai masjid, lanjut Ustadz Abu Jibril.

    Disamping itu, Arrahmah.com juga memiliki rekaman ceramah Ustadz 
Abdurrahman Assegaf ketika menemui gerombolan dari BMB (Barisan Muda Betawi) 
persis di samping Masjid Al Munawaroh. Dalam ceramah singkat itu, terlihat 
banyak fitnah dan juga kebohongan yang direkayasa dengan memanfaatkan momen 
perang melawan terorisme, yang akhirnya malah terror kepada masjid dan fitnah 
kepada Ustad Abu Jibril. Ironis! (fq/arrahmah)

    
http://eramuslim.com/berita/nasional/masjid-al-munawwaroh-diteror-ustadz-abu-jibril-difitnah.htm


    ------------------------------------------------------------------ - Milis 
Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website 
http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW 
bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. 
Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan 
melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari) 

Kirim email ke