amin widada wrote:
> http://www.detiknews.com/read/2009/08/26/014413/1189653/10/polisi-geledah-kantor-arrahmah
>  
> Situs inikah yang kemarin artikelnya diposting di milis ini (tentang
> Abu Jibril vs Habib Abdurrahman Assegaf)?
> Sekarang gak bisa diakses lagi. Sudah dibreidel?
> Just curious ...

Benar pak Amin, berikut berita dari situs Ar-Rahmah tersebut:

Jakarta (Arrahmah.com) - Inilah tingkah polah aparat di negeri ini.  
Main tangkap, main culik, khususnya kepada Muslim dan siapa pun yang  
menyuarakan Islam. M Jibriel Abdulrahman, pimpinan Ar Rahmah Media dan  
pengelola situs Arrahmah.com, yang konsisten menyuarakan berita dunia  
Islam dan jihad dunia, yang siang hari baru saja dijadikan DPO oleh  
Polri, sore harinya ?diculik? orang tak dikenal. Anehnya, Kadiv Humas  
Mabes Polri tidak tahu siapa aparat yang melakukan kekejian tersebut.  
Tindakan ini tentu saja patut disayangkan dan memperjelas bahwa perang  
melawan terorisme sejatinya adalah perang memerangi Islam dan kaum  
Muslimin.

Cara Preman Perangi Islam

Mikaiel, adik M Jibriel menuturkan bahwa kakaknya dibawa paksa oleh  
tiga orang berbadan besar. Mikaiel menuturkan :

"Di dekat rumah saya lihat kakak saya ditangkap tiga orang berbadan  
besar. Saya lihat dia (Jibril) diborgol," kata Mikaiel usai bertemu  
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna di kantornya, Jalan  
Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2009).

Kemudian Jibril dimasukkan ke dalam mobil Honda CR-V silver bernopol B  
8190 CX. Mobil itu langsung melesat ke arah Pondok Cabe, Jakarta  
Selatan. "Kami sempat ngejar, tapi kehilangan jejak di Pondok Cabe,"  
kata Mikaiel.

Padahal saat itu M Jibriel akan ke rumah ayahnya, Ustadz Abu Jibriel.  
Beliau bermaksud menyerahkan berkas-berkas Masjid Al Munawwarah yang  
kemarin diteror oleh habib palsu, Abdurrahman Assegaf. Kemarin ayahnya  
(Ustadz Abu Jibriel) yang difitnah, kini anaknya. Subhanallah!

Ustadz Abu Jibriel sendiri tidak habis fikir, mengapa aparat  
kepolisian bisa berbuat anarkis dan bergaya preman dalam menangani  
kaum Muslimin. Beliu juga heran, mengapa usahanya untuk mencari  
anaknya ke Mabes Polri tidak membuahkan hasil. Ustadz Abu Jibriel juga  
didampingi oleh Legal Coorporate Ar Rahmah Media saat itu.

Ustadz Abu Jibriel mengatakan :

?Irjen Nanan Sukarna tidak mengetahui siapa yang 'menculik' Jibril.  
Namun Nanan berjanji akan mencari tahu segera.

"Pak Nanan bilang tidak tahu tapi dia bilang akan cari tahu. Akan  
dikroscek," kata pria kelahiran Lombok ini.

Abu Jibril mengatakan, hingga saat ini dirinya tidak tahu di mana anak  
sulungnya berada. "Dia diambil orang tidak dikenal, dicegat di tengah  
jalan, diperlakukan dengan tidak beradab," sesalnya.

Ustadz Abu Jibriel juga menuturkan kebiadaban tiga orang tak dikenal  
itu, yakni menengkurapkan M Jibriel, menginjak, dan lalu memborgolnya.  
Ketika pengacara Arrahmah.com bertanya akan dibawa kemana, dan  
dikatakan bahwa dia (M Jibriel) harus didampingi pengacara, para  
preman itu mengatakan nanti, nanti.

Dakwah dan Jihad Diperangi

Ironis dan sangat disayangkan saat ini kaum Muslimin kembali diperangi  
dengan jargon memerangi terorisme. Padahal perang melawan terorisme  
ini adalah arahan Amerika untuk membungkam kebangkitan Islam di  
seluruh negeri. Begitu juga dengan syariat jihad, diperangi,  
seolah-olah siapapun yang berbicara jihad dan menyuarakan jihad adalah  
teroris yang harus diperangi.

M Jibriel, pimpinan Ar Rahmah Media dikenal aktif dalam dakwah,  
khususnya dakwah media. Beliau selain mengelola situs Arrahmah.com,  
Facebook, juga penerbitan. Ar Rahmah Media sangat dikenal sebagai  
situs Berita Dunia Islam dan Jihad Dunia. Situs ini tentu saja sering  
membuat gerah musuh-musuh Islam.

Nama M Jibriel muncul ketika polisi menyebut beliau sebagai tersangka  
teroris baru dalam peristiwa di hotel JW Marriot dan Ritz Calrton.  
Media pada umumnya juga langsung mengamini dan membuat berita-berita  
dan mengomentari secara provokatif, tanpa melihat proses lebih lanjut  
dan melakukan crosschek. Apalagi tindakan aparat yang langsung ciduk  
dan culik M Jibriel, sungguh sebuah tindakan tidak beradab dan  
jelas-jelas memusuhi Islam dan kaum Muslimin. Ini jelas tindakan yang  
tidak bisa dibiarkan dan sangat mengusik ketenangan kaum Muslimin.  
Nampaknya saat ini dakwah dan jihad ikut-ikutan diperangi.

Dengan ini pula, segenap redaksi Arrahmah.com dan personil Ar Rahmah  
Media memohon doa seluruh kaum Muslimin agar memberikan support dan  
doa kepada M Jibriel, agar beliau dimudahkan urusannya oleh Allah SWT  
dan semoga dalam kondisi baik-baik saja. Semoga dakwah Islam tetap  
tegak dan Islam bisa menjadi Rahmatan lil Alamien. Insya Allah.  
[fachry/arrahmah.com]





------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke