Tanda-tanda Lailatul Qadar 

Menurut Sheikh Abdul Khaliq Al-Sharrif bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar akan 
ditunjukkan pada pagi harinya matahari akan memancar dan cuacanya yang agak 
sejuk. Sheikh Saleh Munajjid mengatakan bahwa matahari yang keluar itu tidak 
memancarkan cahaya. Sheikh Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan terdapat juga berbagai 
tanda, seperti cahayanya merah kelemah-lemahan dan pada malam itu hujan dan 
angin sepoi-poi, tiada bau dan tiada sejuk sebagaimana yang disebut oleh 
Al-Hafiz didalam Fathul Bari'. 

==== Tadi malam, pas Tarawih turun hujan . apakah tadi malam turunnya lailatul 
qadar ????
  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Rasyidi 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Tuesday, September 15, 2009 9:31 AM
  Subject: [Ar-Royyan-9245] Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar 


  Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar 
     
  Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah satu malam yang paling 
ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, Lailatul Qadar. 
  Banyak ayat didalam Al-Quran yang menceritakan tentang barakahnya malam ini, 
dimana pada malam ini diturunkan Al-Quran. Banyak diantara orang menunggu 
kedatangan Lailatur Qadar dalam sepuluh hari terakhir. 

  Sebagaian orang menunggu kedatangan malam itu dengan berlama-lama di masjid 
sambil membaca Al-Quran. Ada yang menunggunya dihadapan rumah agar dapat 
melihat turunnya malaikat pada malam Qadar, dan tidak kurang juga yg 
menyambutnya dengan sinaran-sinaran lampu-lampu minyak agar kawasan mereka 
diterangi. Mereka begitu yakin dengan beberapa tanda-tanda yang banyak 
diceritakan dalam berbagai cerita sejarah. 

  Ada suatu hal yang masih tersimpan dalam benak hati kita semua. Sebuah 
pertanyaan terdalam. Pernahkah Nabi SWA melihat langsung Lailatul Qadar? Adakah 
sahabat-sahabat juga pernah melihatnya? Kita pernah mendengar banyak 
hadis-hadis yang menceritakan tanda-tanda malam tersebut, adakah kita bisa 
melihatnya dengan mata kepala kita sendiri. 

  Cara yang paling bijak bagi kita menjawab persoalan ini marilah kita lihat 
tafsiran beberapa ahli tafsir termasuk melihat tanda-tanda tersembunyi yang 
sering diceritakan itu. 

  Tafsir Surat Al-Qadar 

  Satu surat yang begitu signifikan menceritakan mengenai peristiwa malam 
tersebut ialah surah Al-Qadar yang berisi 5 ayat. Surat Al-Qadar adalah surat 
ke 97 menurut susunannya didalam Mushaf. Ada diantara ulama-ulama mengatakan 
bahwa surat Al-Qadar ini turun selepas penghijrahan Nabi saw ke Madinah. 

  Didalam membicarakan pentafsiran ayat, amatlah bijak jika kita mengambil 
penafsiran yang diambil dari Tafsir Jalalain: 

  Kesimpulannya bahwa malam Al-Qadar itu secara sejarahnya di turunkan Al-Quran 
dari Lauhul Mahfuz kelangit dunia. Kemuliaan malam tersebut telah dikhabarkan 
kepada Rasulullah SAW. Bulan itu dikatakan satu bulan dengan barakah seperti 
1000 bulan. Dimalam tersebut para malaikat-malaikat dan Jibril turun ke bumi 
dan memohon Allah mengkabulkan doa'-do'a hambanya. Kemuliaan malam tersebut 
berakhir dengan terbitnya fajar. 

  Pentafsiran yang lebih terperinci sedikit mengenai ayat pertama surah 
Al-Qadar ini dapat kita lihat dari Tafsir Ibnu Kathir: 

  Allah SWT telah mengkhabarkan sesungguhnya Ia telah menurunkan Al-Quran pada 
malam Lailatul Qadar. Dimana Allah berfirman, "Sesungguhnya kami turunkannya di 
malam yg barakah". Inilah yang kemudian dikenal sebagai malam Al-Qadar yg 
berada didalam bulan Ramadan sebagaimana firmannya, "Pada bulan Ramadan yang 
diturunkan didalamnya Al-Quran". 

  Berkata Ibnu Abbas bahwa Allah SWT telah menurunkan Al-Quran keseluruhannya 
(secara total) dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah dari langit dunia kemudian 
ia diturunkan secara berpisah dan berperingkat selama 23 tahun keatas Nabi SAW, 
kemudian firman Allah beliau memuliakan Lailatul Qadar dimana Allah SWT telah 
mengizinkan penurunan Al-Quran. 

  Keistimewaan Lailatul Qadar 

  Sheikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi merujuk kepada surah Al-Qadar didalam 
membicarakan persoalan keistimewaan Lailatul Qadar, katanya : 

  "Allah telah memuliakan Al-Quran dimalam ini, dan ditambahnya dengan maqam 
yang mulia, yaitu kedudukan dan kemuliaannya yang sangat banyak dari kebaikan 
dan kelebihan dari 1000 bulan. Apa-apa ketaatan dan ibadah didalamnya 
menyerupai 1000 bulan yang bukan Lailatul Qadar. 1000 bulan ini menyamai 83 
tahun 4 bulan. Hanya di satu malam ini lebih baik dari umur seseorang yang 
menghampiri 100 tahun, jika tambah berapa tahun beliau baligh dan dipertanggung 
jawabkan". 

  Dan pada malam itu turunnya malaikat-malaikat dengan rahmat Allah dengan 
kesejahteraan dan barakahnya. Dan kesejahteraanya melimpah sehingga ke terbit 
fajar. Didalam As-sunnah, banyak hadist-hadist yang menyebutkan mengenai 
keutamaan Lailatul Qadar ini. Yang banyak dianjurkan untuk mencarinya pada 10 
malam terakhir. Dalam Sahih Bukhari dari Hadis Abu Hurarirah, "Barangsiapa yang 
berqiam dimalam Al-Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh maka 
telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya". (Riwayat Bukhari didalam 
Kitab Al-Saum). 

  Rasulullah SAW telah memberi penjelasan kepada siapa yang lalai dan tidak 
memperhatikan malam tersebut, yaitu sama seperti menghalang diirinya dari 
menerima kebaikannya dan ganjarannya. Berkata para sahabat yang telah dinaungi 
mereka bulan Ramadan, "Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kamu 
didalamnya mengandung malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang 
memuliakannya maka beliau akan dimuliakan kebaikan semua perkara. Dan siapa 
yang tidak memuliakannya maka kebaikannya akan dihalang". (Riwayat Ibnu Majah 
dari Hadis Anas, isnad Hassan sebagaimana didalam Sahih Jaami' Al-Saghir). 

  Sheikh Ibnu Taimiyyah (Majmu' fatawa - Jilid-25/286) didalam membicarakan 
soalan yang mana satu lebih afdal, diantara Malam Isra' Nabi saw atau Lailatul 
qadar? Kata: "Sesungguhnya Malam Isra' lebih afdal dan Malam Al-Qadar lebih 
afdal bila dinisbahkan kepada umat...". Manakah yang lebih afdal 10 Zulhijjah 
atau 10 malam terakhir Ramadan?. Kata Ibnu Taimiyyah, "Hari 10 Zulhijjah lebih 
afdal dari hari 10 dari bulan Ramadan. Dan malam-malam 10 akhir Ramadan lebih 
afdal malam 10 Zulhijjah". Jelas menunjukkan bahwa para ulama menyatakan bahwa 
malam lailatul Qadar ini sangat istimewa kepada umat Muhammad. 

  Dapatkah Lailatul Qadar dilihat dengan mata? 

  Dua tokoh ulama' Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh 
Munajjid berkata: "Malam Qadar boleh dilihat dengan mata kepada siapa yang 
diberi taufiq oleh Allah SWT dan dengan menggunakan tanda-tandanya. Para 
sahabat r.h. mencarinya berdasarkan tanda-tandanya tetapi tiada laporan yang 
mengatakan mereka telah melihatnya. Akan tetapi tidak ada larangan mencari 
hasil fadilah bagi siapa yang beriman dan bersungguh-sungguh", kata beliau. 

  Sheikh Al-Sya'rawi mengatakan: "Satu pun diantara makluk Allah tidak melihat 
Lailatul Qadar melainkan Rasulullah SAW. Ani adalah satu keistimewaan yang 
diberikan kepada Rasulnya. Selain itu, ada beberapa orang yang dilaporkan 
pernah melihatnya. Mereka yang melihatnya berkata-kata kepada Rasulullah yang 
melihat beliau pandangan di dalam tidur mereka, seolah-olah berkata: "Aku 
melihat sebagaimana aku sujud di dalam air yang melimpah, kemudian menjadi pagi 
hari 23, mereka melihat masjid-masjid di sepanjang malam tersebut. Langit 
seolah-olah ingin hujan, Rasulullah sujud sehingga kelihatan dahi di atas 
tangannya dan kami mengetahui bahwa di sini adalah Lailatul Qadar didalam tahun 
dan malam itu". 

  Haruskah mencari Lailatul Qadar? 

  Ada beberapa hadis yang menunjukkan betapa ruginya seseorang yang tidak 
pernah berusaha mencari Lailatul Qadar. Menurut Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan 
Sheikh Salleh Munajjid beliau berkata; "Seorang Islam haruslah mencari malam 10 
terakhir Ramadan sebagaimana Rasulullah SAW mengarahkan umatnya menuntut 
ganjaran dan pahala di mana seseorang yang mendirikannya dan iman dan azam 
malam tersebut, dia akan menerima ganjarannya dan jika tidak bahwa Rasulullah 
SAW telah bersabda: "Barangsiapa yang berqiam di malam Qadar dengan keimanannya 
maka Allah akan mengampunkan dosanya yang telah lalu". Dalam riwayat lain, 
"Barangsiapa yg berqiam dan mencarinya kemudian ia akan diampunkan dosa yang 
sebelumnya dan yang terakhir." 

  Tanda-tanda Lailatul Qadar 

  Menurut Sheikh Abdul Khaliq Al-Sharrif bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar akan 
ditunjukkan pada pagi harinya matahari akan memancar dan cuacanya yang agak 
sejuk. Sheikh Saleh Munajjid mengatakan bahwa matahari yang keluar itu tidak 
memancarkan cahaya. Sheikh Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan terdapat juga berbagai 
tanda, seperti cahayanya merah kelemah-lemahan dan pada malam itu hujan dan 
angin sepoi-poi, tiada bau dan tiada sejuk sebagaimana yang disebut oleh 
Al-Hafiz didalam Fathul Bari'. 

  Kata Al-Qaradhawi: 

  "Semua tanda ini tidak memberi kepastian mengenainya. Tidak mungkin ia 
berulang-ulang, karena malam Al-Qadar selalu berbeda-beda cuacanya dalam 
berbagai negara, berbeda pula waktunya. Ia mungkin dijumpai di sebuah negara 
Islam yang tidak putus hujannya, dan kemungkinan di negara lain yang 
keluarganya bersholat istiqo' yang berdepan dengan kemarau, dan negara-negara 
berbeda dari segi kepanasan dan kesejukannya, naik matahari dan turunnya, kuat 
atau lemah pancarannya, maka mustahil untuk mendapat titik pertemuan ini. 
Kajian ulama' mengatakan: boleh di ambil malam-malam yang tertentu Lailatul 
Qadar itu dari sebahgian manusia. Ia hanya kelihatan kepada dia seorang saja 
yang melihatnya. Atau menerima mimpi didalam tidur, atau berlaku (karamah) 
keajaiban yang luar biasa. Atau Ia terjadi kepada keseluruhan umat Islam agar 
ia menerima ganjaran kepada siapa saja yang berpeluang melakunya. Dan Ia tidak 
nampak apa-apa yang berlaku. Kebanyakkan ulama' mengambil pandangan yang awal 
tadi. 

  Amalan saat Lailatul Qadar 

  Kemuliaan malam tersebut dan seruan-seruan dari hadist-hadist yang menyuruh 
umat Islam mencari malam tersebut mungkin akan menimbulkan sedikit pertanyaan. 
Apakah malam itu khusus bagi mereka-mereka yang alim saja atau bisa berlaku 
bagi masyakat umum. Yusuf Qaradawi mengatakan bahwa malam itu datang untuk 
semua orang yang benar-benar menginginkannya. Kata Qaradhawi: 

  "Maka Malam al-Qadar ialah malam umum untuk semua yang menuntutnya. Yang 
menginginkan kebaikan dan ganjarannya, dan apa yang disisi Allah di dalamnya, 
itu lah malam ibadah dan malam ta'at, dan bersolat, bertilawah, berdo'a, 
bersedekah, menjalinkan perhubungan, beramal sholeh, dan melakukan 
kebaikan-kebaikan". 

  "Yang harus dilakukan oleh orang Islam pada malam ialah; Bersholat Isya' 
secara berjamaah, sholat subuh berjamaah dan pada malamnya mendirikan 
qiamullail. Di dalam hadist Sahih diriwayatkan Nabi bersabda, "Barangsiapa yang 
bersholat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiam di separuh malam, dan 
barangsiapa yang bersolat subuh berjamaah, seolah-olah ia bersholat disepanjang 
malam tersebut. (Riwayat Ahmad, Muslim). 

  Sheikh Atiyah Saqr menganjurkan: 

  Hidupkannya dengan bersholat, membaca Al-Quran, berzikir, beristigfar dan 
berdo'a dari terbenam matahari sehingga terbit fajar. Dan hidupkan ramadhan 
dengan bersolat terawikh di dalamnya. Sebuah riwayat yang mengatakan, 
"Barangsiapa yang bersholat magrib dan Isya' di hari akhir yaitu di malam 
Al-Qadar secara berjamaah, ia telah diberi keuntungan dari Lailatul Qadar". 
Berkata A'isyah r.h "Ya Rasulullah di waktu Lailatul Qadar, apakah yang harus 
aku katakan". "Katakalah, "Ya Allah sesungguhnya kamu pengampun dan suka kepada 
pengampunan, maka ampunkanlah ku".(ANN/cha)

  www.hidayatullah.com

Kirim email ke