Akibat Gempa, Sofyan Wanandi Rugi Ratusan Miliar di Padang
Selasa, 06 October 2009 11:31 WIB
Padang, (tvOne)

Sofyan Wanandi, pemilik PT Asuransi Wahana Tata menanggung kerugian ratusan
miliar rupiah untuk meng-cover asuransi sejumlah hotel, gedung dan plaza
yang menjadi korban gempa di Padang.

"Kerugian minimal Rp200-300 miliar. Tapi, masih dihitung persisnya berapa,"
ujar Sofyan di Jakarta, Selasa (6/10) seperti dilansir VIVAnews.

Menurut dia, beberapa gedung, seperti hotel, plaza, ruko dan perkantoran
diasuransikan ke Wahana Tata, perusahaan asuransi terbesar di Sumatera
Barat.  Hotel itu antara lain adalah Hotel Ambacang, Pangeran, Hotel Mariani
International, dan Hotel Bumi Minang.

Selain hotel, Wahana Tata juga menanggung asuransi kerugian pusat belanja
terbesar di Kota Padang, yakni Plaza Andalas. Pusat belanja ini rusak berat
oleh gempa dengan kekuatan 7,6 skala Richter di Pariaman.

Namun, dia mengingatkan kerugian yang akan ditanggung oleh Wahana Tata
tergantung pada kontrak yang diteken bersama. Apakah asuransi yang di-cover
masuk kategori total lost 100 persen atau sebagian, yakni 50 persen, 30
persen atau sekian persen.

Menurut Sofyan, Wahana Tata juga tidak akan menanggung sendiri kerugian
tersebut. Namun, Wahana berbagi kerugian dengan perusahaan asuransi lainnya
karena memang direasuransikan.

"Kami kerja sama dengan reasuransi lokal dan internasional, seperti Allianz
dan Munich Re dari Eropa. Kalau ditanggung sendiri, bisa bangkrut kami,"
katanya.

Namun, dia menekankan Wahana Tata akan menanggung kerugian paling besar
dibandingkan perusahaan asuransi lainnya. Sebab, Wahana Tata menjadi leader
dari konsorsium asuransi yang akan menanggung kerugian di sana.

"Kami sudah punya nama di sana. Kalau kami tidak menanggung porsi terbesar,
asuransi lain tidak ada yang mau," katanya.

Dia memberikan contoh ketika terjadi tsunami di Aceh beberapa tahun lalu.
Saat itu, pabrik semen terbesar di sana hancur lebur diterjang tsunami.
Pabrik tersebut diasuransikan ke Wahana Tata.

"Kemudian Wahana Tata bersama konsorsium menanggung kerugian hingga
Rp600-700 miliar. Sekarang, pabrik semen itu sudah dibangun dan berproduksi
kembali," katanya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Selasa, 06/10/2009 11:13 WIB
Gempa 7,6 SR di Sumbar
Unan Ditemukan Tewas dengan Uang Jutaan Rupiah di Saku Celana
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Padang - Tim evakuasi yang bekerja di kawasan Nagari Tandikek, Kecamatan
Patomuan, Kabupaten Padang Pariaman, menemukan mayat Unan (60). Saat
ditemukan, pria tua itu tengah memeluk Al Quran dan mengantongi uang jutaan
rupiah.

Penemuan mayat Unan ini disambut duka mendalam oleh putrinya, Refli (27).
Ibu dua anak ini terlihat langsung lunglai saat jenazah sang ayah yang sudah
membusuk dikeluarkan petugas dari timbunan tanah dan bangunan rumahnya.

Saking sedihnya, Refli tak sanggup lagi untuk menangis. Tidak ada tetesan
air mata yang keluar dari kedua matanya. Sudah lima hari ini Refli selalu
setia menunggu para petugas menemukan jenazah pria yang sangat disayanginya
itu.

Jenazah Unan kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik. Petugas kemudian
membawanya ke Posko Kesehatan Polda Sumatera Selatan sejauh 2 kilomter dari
lokasi penemuan jenazah.

Sesampainya di Posko Kesehatan, Refli meminta kepada petugas untuk memeriksa
pakaian yang dikenakan korban saat meninggal. Dia menduga ayahnya
mengantongi sejumlah yang. Menurut Refli, saat gempa terjadi, ayahnya baru
pulang dari pasar usai menjual kerbau.

"Saya yakin uang hasil penjualan kerbaunya masih ada di kantong celananya,"
kata Refli.

Dugaan Refli ternyata benar. Saat tim medis merobek kantong celana kiri
terdapat uang pecahan Rp 50 ribuan senilai Rp 3 juta. Demikian pula saat
membuka kantong celana sebelah kanan yang digunakan korban, petugas kembali
menemukan uang pecahan Rp 100 ribuan dalam jumlah yang cukup banyak.

"Saya nggak tau pasti berapa jumlah uang pecahan seratus ribu ini. Saya
belum sempat menghitungnya. Nanti saja kalau sudah selesai pemakaman baru
saya hitung," kata Refli dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa
(6/10/2009). Sebelumnya dia menduga, uang yang dikantongi ayahnya tak kurang
dari Rp 12 juta.

Unan adalah salah satu dari 46 jasad korban yang berhasil ditemukan di
reruntuhan Nagari Tandikek. Ada tiga desa di sana yang berada di lereng
pegunungan yang tertimbun longsor. Diyakini masih ada 300-an orang lagi yang
belum diketemukan. Pemerintah setempat berencana menjadikan kawasan desa
yang lenyap akibat gempa itu menjadi kuburan massal.

(cha/djo)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Selasa, 06/10/2009 13:17 WIB
Terseret Longsor 200 Meter, Sutan dan Anaknya Luput dari Maut
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
dok detikcom (foto:Chaidir Tanjung) Padang - Nasib baik masih berpihak
kepada Sutan Muban dan seorang anaknya. Keduanya luput dari maut meski
sempat terseret tanah longsor sejauh 200 meter. Sayang, seorang anak Sutan
lainnya hilang setelah lepas dari dekapannya.
Sutan adalah salah satu warga di Nagari Tandikek, Kecamatan Patumuan,
Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Saat bencana terjadi, Rabu
(30/10/2009), Sutan sedang berkumpul dengan dua anaknya, Tia (4) dan Fajar
(2). Di rumah itu juga ada adik iparnya Buyung dan Sahrah.
Begitu Bumi Minang doyang gempa berkekuatan 7,6 sr, Sutan lantas menggendong
kedua anaknya keluar rumah. Tak lama setelah keluar, terdengar suara gemuruh
yang sangat kuat. Sutan mungkin menyadari bila gemuruh itu merupakan
reruntuhan pergunungan. Lantas dua buah hatinya itu diapit sekuat mungkin.
Dan dalam sekejap, rumah mereka lenyap ditelan longsor. Sutan dan kedua
anaknya ikut terseret longsoran. Pria tersebut hanya bisa berupaya mendekap
dua buah hatinya sekuat mungkin.
"Sutan dan anaknya sempat tertimbun longsoran, namun bisa naik kembali. Ada
200 meter mereka terseret dan berakir di sungai," cerita Refli, ibu dua anak
yang masih sepupu dengan Sutan dengan detikcom, Selasa (06/10/2009).
Ketika mereka terseret longsor, Sutan yang mengapit kuat kedua anaknya itu
sempat terbentur rerutuhan kayu besar. Saat itulah, salah satu anaknya, Tia,
terlepas dari genggamannya. "Sutan dan Fajar selamat walau dengan kondisi
tubuhnya banyak yang patah tulang.  Sedangkan Tia ponakan aku itu hingga
kini belum diketamukan," kata Refli.
Sedangkan kedua adik ipar Sutan, Buyung dan Sarah, juga selamat dalam
musibah  ini. Namun kini korban selamat itu tidak diketahui keberadaannya.
Namun mereka sempat mendapat perawatan medis di posko kesehatan Polda
Sumatera Selatan.
(cha/djo)


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke