Subhanallah…,sungguh indah dan sejuknya nasihat yang diberikan.

Semoga kita semua dengan kelembutan hati dapat merasakan nikmatnya nasehat
yang diberikan.

Mari kita pelihara kelembutan hati guna mau mendengar nasehat/petunjuk..

Sesungguhnya Allah SWT mengutus Rasul Nya guna memberi  petunjuk bagi
hamba-hamba Nya 

Kesempurnaan hanya ada pada Nya

 

From: jaerony [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 07, 2009 12:45 PM
To: [email protected]
Subject: [Ar-Royyan-9290] Do'a Orang yang Menderita Kesedihan Mendalam

 


Doa Orang Yang Menderita Kesedihan Mendalam


Oleh : Ihsan Tandjung

Sabtu, 30/05/2009 22:08 WIB

 

 

Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang
ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan
kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah
dinamika kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan
abadi di akhirat kelak nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya
senang (Ya Allah, masukkanlah kami  ke dalam golongan ini). Barangsiapa
menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min
dzalika).

Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak
akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat
lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan
dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.

Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia
segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah
Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan
memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil
Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang
patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik,
Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ
اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS Ar-Ra’du ayat 28)

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan
kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi
penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang
anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali
seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru
dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali
anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen.
Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang
beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi
Allah. 

Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku  orang beriman
berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau
mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang
menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:



 “Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku
kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada
ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:

Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita
kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang)
Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar
senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun
keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati
Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah
ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun
dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang
yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah
tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.

Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu
bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi
kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan
hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada
manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain.
Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan
kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir
seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita
diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah
kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.

Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah.
Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah
akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan
dalam sholat kita yang berbunyi:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon
pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4) 

Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik,
yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah
kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan.
Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi
kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik
saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.

Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin
dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika
kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam
sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ

 أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا
الدُّعَاءَ

“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka
perbanyaklah do’a.” (HR Muslim)

 

http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-orang-yang-menderi
ta-kesedihan-mendalam.htm

<<image002.jpg>>

Kirim email ke