Konsultasi : Dakwah & Manajemen Masjid bersama Ustadz Ahmad Yani di Eramuslim
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Kedudukan Pengurus Masjid Assalamu'alaikum wr. wb. Ustadz, di masjid-masjid, biasanya ada pengurusnya. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana kedudukan pengurus itu? Demikian pertanyaan saya. Wassalam Amir Mahmud, Jakarta Barat Jawaban Wa'alaikumussalam wr. wb. Posisi atau kedudukan pengurus dalam masjid sebenarnya sangat penting. Pengurus masjid adalah tenaga penggerak bagi jamaahnya dalam upaya memakmurkan masjid, ini berarti pengurus menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya mencapai pemakmuran masjid. Meskipun potensi jamaah masjid sangat besar seperti pendidikan yang tinggi, wawasan yang luas, ketrampilan yang banyak, dana yang cukup dan sarana atau fasilitas hidup yang memadai, tetap saja tidak membuat masjid menjadi makmur bila mereka tidak digerakkan. Kalau boleh kita ibaratkan, bila ada gelas diisi dengan teh, gula dan air yang panas, tentu tidak secara otomatis hal itu menjadi segelas air teh yang manis, karenanya hal itu baru terwujud kalau sudah diaduk atau digerakkan. Disinilah pengurus harus mampu menjadi penggerak, karenanya pengurus masjid harus dinamis dan aktif, jangan berdiam diri saja menunggu partisipasi jamaah. Pengurus juga harus kreatif dan tidak boleh bersikap putus asa serta masa bodoh bila jamaahnya kurang aktif. Ketika seseorang telah menyatakan kesediannya menjadi pengurus masjid, semestinya dia merasa bertanggungjawab terhadap kemakmuran masjid yang diurusnya itu. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Mengaktifkan Pengurus Masjid Assalamu'alaikum wr. wb. Ustadz, bagaimana cara mengaktifkan pengurus masjid. Persoalannya, masjid di daerah rumah saya lumayan memadai. Tapi, pengurusnya tidak aktif. Sayang sekali kalau masjid hanya dipakai untuk shalat, itu pun hanya di waktu shalat yang ramai. Abdul Aziz, Bogor Jawaban Wa'alaikumussalam wr. wb. Kalau pengurus masjid tidak aktif, sebelum kita lakukan upaya mengatasinya, seharusnya kita cari dulu sebabnya, mengapa mereka tidak aktif sebagai pengurus masjid. Namun terlepas dari persoalan sebab, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ketidak-aktifan pengurus. Pertama, bangkitkan kembali motivasi bahwa menjadi pengurus masjid merupakan tugas yang amat mulia. Kesediaan kita menjadi pengurus masjid merupakan amanah yang tidak boleh kita sia-siakan, karenanya secara formal perlu juga para pengurus itu dimintai kesediaannya menjadi pengurus secara tertulis. Kedua, di awal priode kepengurusan perlu dilakukan pelatihan pengurus untuk menyamakan persepsi dan langkah kerja, karenanya kadangkala ketidak-aktifan seseorang disebabkan perbedaan persepsi dan teknis pelaksanaan tugas. Ketiga, secara rutin dilakukan rapat-rapat pengurus untuk mengevaluasi hasil pekerjaan dan mencanangkan kerja yang lebih baik pada masa-masa mendatang. Keempat, melakukan studi banding ke masjid lain yang lebih maju meskipun hambatan mereka juga banyak. Kelima, pembinaan keimanan dan keislaman pengurus perlu diperkokoh secara khusus karena semakin besar beban seseorang semestinya semakin besar pula bekal yang harus disiapkannya. Untuk menghemat waktu, pembekalan ini bisa juga dilakukan pada waktu rapat pengurus. Keenam, menjalin komunikasi personal atau hubungan yang sifatnya pribadi sehingga mengapa seseorang tidak aktif dalam kepengurusan masjid tidak selalu harus ditanyakan di dalam rapat, tapi melalui pendekatan secara pribadi, baik antara ketua dengan stafnya maupun antara staf dengan staf pengurus lainnya, sehingga ada pendekatan nonformal yang dilakukan, bahkan mungkin saja hal ini bisa lebih efektif. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Jamaah Sedikit Assalamu'alaikum wr. wb. Selama ini, dari sekian banyak jamaah yang tinggal di sekitar masjid hanya sedikit yang mengikuti aktivitas di masjid, baik kegiatan rutin seperti pengajian maupun yang insidental seperti peringatan hari-hari besar Islam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sugeng, Bekasi Jawaban Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa jamaah kita tidak mau mengikuti kegiatan di masjid. Saya akan menyebutkan faktor-faktor tersebut lalu anda menilai sendiri apa yang menjadi sebab yang dialami di masjid anda Pertama, kurangnya keteladanan dari sebagian pengurus masjid, ini berarti sebagian pengurus masjid sendiri tidak ikut serta secara aktif dalam kegiatan masjid. Kalau pengurus masjid yang jumlahnya sekitar 20 orang itu ikut dalam kegiatan masjid, tentu pengajian sudah bisa berjalan dengan baik, apalagi kalau pengurus itu mengajak isterinya maka sudah 40 orang, kalau kemudian pngurus itu masing-masing membawa satu anaknya yang dewasa maka sudah 60 orang. Dengan demikian pengajian rutin akan selalu dihadiri banyak orang ditambah dengan jamaah yang berasal dari luar. Kedua, belum adanya arahan program yang jelas sehingga kegiatan yang diselenggarakan terkesan asal ada. Pengajian misalnya tidak jelas apa saja materi pembahasan yang akan dilakukan. Apakah materi tersebut sesuai dengan kebutuhan jamaah atau tidak, akibatnya jamaah enggan untuk hadir karena materinya tidak menarik, karena itu kegiatan seperti pengajian rutin semestinya dikembangkan secara klasikal sehingga materinya disesuaikan dengan kebutuhan jamaah, sedangkan kegiatan ceramah umum sifatnya insidental. Yang sekarang banyak terjadi justeru pengajian kita di masjid selalu dalam bentuk pengajian umum. Ketiga, kegiatan masjid selama ini berlangsung tanpa meminta komentar atau pendapat dari jamaah, sehingga kegiatan itu atas keinginan sepihak dari pengurus, atau bahkan sebagian dari pengurus. Idealnya kegiatan masjid merupakan kegiatan yang dikehandaki secara bersama-sama melalui musyawarah sehingga kegiatan itu merupakan sesuatu yang memang dibutuhkan dan disenangi oleh pengurus dan jamaah masjid. Keempat, motivasi jamaah yang rendah untuk meningkatkan kualitas iman dan menambah pengetahuan, karenanya menjadi penting untuk selalu mengingatkan jamaah akan pentingnya aktivitas masjid untuk diikuti. Penting juga bagi pengurus masjid melakukan pendekatan pribadi kepada jamaah agar mau ikut serta dalam kegiatan masjid. Demikian jawaban singkat pengasuh, semoga bermanfaat bagi kita bersama, amien

