Tanamkan Islam Sejak Dini

Ditulis Oleh: Abdullah (www.syahadat.com)

Anak adalah amanat dari Allah swt bagi para orangtua. Sebagaimana amanat yang 
lain, orangtua juga akan dimintai pertanggung jawabannya kelak atas anak yang 
telah dianugerahkan kepadanya. Bersih dan kotornya akhlak seorang anak di masa 
yang akan datang, adalah menjadi tanggung jawab orangtuanya di masa kini dan 
nanti.

Mengenalkan anak pada Islam, mendidik mereka secara Islam dan menanamkan 
ilmu-ilmu Islam kepada anak harus dilakukan sejak usia dini. Pada usia dini, 
seorang anak akan lebih mudah untuk menerima perubahan ketimbang ketika ia 
telah dewasa. Dan pada usia dini itulah, masa pembentukan jati diri, pola pikir 
dan watak sang anak sedang berproses.

Dalam masa pembentukan itulah, orangtua hendaknya memberikan perannya secara 
optimal. Orangtua harus mampu memberikan pengaruh positif kepada sang anak. 
Isilah kepala, hati dan jiwa anak-anak yang sedang dalam proses pembentukan 
tersebut dengan nilai-nilai Islam yang luhur. Orang tua harus dapat menjadi 
filter bagi berbagai unsur negatif yang dapat merusaknya. Jangan sampai sang 
anak justru memperoleh pengaruh-pengaruh negatif dari luar.

Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa memberikan pendidikan 
Islam kepada anak dan keluarga mereka. Karena hanya dengan jalan itulah, maka 
anak dan keluarga akan mengenal Allah swt, beriman kepada-Nya, dan beribadah 
kepada-Nya. Hanya dengan mendidik anak dan keluarga dengan cara Islam maka 
insya Allah ia dan keluarganya akan selamat dari siksa api neraka kelak. Allah 
swt berfirman di dalam Al Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api 
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya 
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah swt 
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa 
yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim (66): 6)

Ayat di atas jelas sekali menggambarkan mengenai perintah kepada setiap manusia 
untuk mengajarkan dan menanamkan Islam kepada anak keturunan mereka, agar 
mereka dapat selamat dari api neraka. Tanpa mengenal dan memperdalam Islam, 
maka manusia tidak akan dapat mengenal Allah swt. Tanpa mengenal Allah swt maka 
manusia tidak akan beriman dan beribadah kepada Allah swt. Dan dengan demikian, 
mereka pun tidak akan selamat dari siksa api neraka. Mereka akan menjadi 
manusia yang jahil dan kufur. Maka, teramat pentinglah bagi setiap manusia 
untuk mengajarkan dan menanamkan Islam dalam diri dan anak keturunan mereka, 
serta dengan terus memperdalam pengetahuan tentang ilmu-ilmu Islam.

Dengan mengajarkan dan menanamkan Islam kepada anak-anak sejak dini, tentunya 
akan lebih mempermudah mereka untuk mengetahui “Kenapa mereka diciptakan?”. 
Allah swt berfirman, yang artinya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah 
(menyembah) kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariat (51): 56)

Islam telah mengajarkan kepada manusia melalui firman Allah swt di atas, bahwa 
tujuan diciptakannya manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah 
swt. Maka, tugas bagi manusia adalah beribadah kepada Allah swt semata.

Dengan mengajarkan Islam sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk 
mengetahui dan menyadari tugas-tugas kehidupannya. Tidak ada lagi bagi mereka 
alasan untuk membuang-buang waktu dengan kemaksiatan atau hal-hal yang mubazir. 
Tidak ada lagi kecintaan yang berlebihan kepada sesuatu selain Allah swt dan 
Rasul-Nya. Karena mereka mengerti konsekuensi yang akan mereka terima jika 
berani meletakkan cinta melebih kecintaan kepada Allah swt dan Rasul-Nya.

“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudarasaudara, istri-istri, kaum 
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri 
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu 
cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka 
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi 
petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At Taubah (9): 24)

Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk mendidik anak keturunan mereka 
agar mengenal, beriman, dan beribadah dengan setia hanya kepada Allah swt. Dan 
Islam telah menjadikan sholat sebagai materi dasar yang pertama kali harus 
diajarkan dan dibiasakan oleh seorang muslim kepada anak-anak mereka. Kenapa 
demikian? Hal ini karena sholat merupakan tiangnya agama, dan tanpa terlebih 
dahulu mendirikan tiang tersebut maka bangunan Islam tidak akan pernah dapat 
berdiri.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu 
dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi 
rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” 
(QS. Thahaa (20): 132)

Wajar jika orangtua, terutama ayah untuk sibuk dalam urusan pekerjaannya guna 
menafkahi anak-anak dan isterinya (keluarganya). Namun tidak wajar jika 
kesibukan tersebut akhirnya membuat mereka lupa untuk mengajarkan dan 
menanamkan pendidikan Islam kepada anak-anak mereka. Anak dan keluarga tidak 
hanya membutuhkan asupan jasmani semata, tapi juga membutuhkan asupan ruhani. 
Itulah yang saat ini banyak dilupakan oleh sebagian orangtua, mereka 
mengenyangkan perut anak dan keluarga mereka dengan materi dunia namun mereka 
melupakan mengisi perut ruhani anak dan keluarga mereka dengan ajaran Islam. 
Padahal, jasmani dan ruhani adalah sepasang tanggung jawab yang harus 
diperlakukan secara adil.

Ingatlah bahwa anak adalah amanat yang kelak akan dimintai pertanggung 
jawabannya. Jangan sampai orangtua tidak dapat memberikan pertanggung jawaban 
lantaran terlena dengan mengejar kehidupan duniawi semata yang akhirnya akan 
menjerumuskannya dalam jurang kebinasaan.

Tanamkanlah pendidikan Islam kepada anak sejak dini, mulai dari lingkungan 
keluarga. Orangtua tidak cukup hanya dengan memberikan contoh-contoh atau 
memberikan teladan saja, tetapi ia juga harus mampu menjadi teladan bagi 
anak-anaknya secara islami.

Kirim email ke