Solusi di saat krisis : ayo bakar kalori ! 
21 June 2009
Dalam masa krisis seperti ini, jika perusahaan anda ikut 'terjebak' di dalamnya 
sehingga ikut mengalami masa-masa sulit, apa yang anda lakukan? Kebanyakan 
jawaban yang populer adalah KURANGI BIAYA!. Namun ternyata, meskipun mengurangi 
biaya itu sangat perlu di saat krisis seperti ini, namun kita perlu memahami 2 
hal penting dalam mengurangi biaya seperti yang dinyatakan oleh James Gwee 
yakni : Membakar kalori dan bukannya mengurangi otot.

Membakar kalori.
Membakar kalori adalah cara yang paling ideal untuk mengurangi berat badan. 
Anda bisa mengkonsumsi kombinasi makanan berprotein yang tepat yang bisa 
mempercepat proses pembakaran dari lemak-lemak yang tidak diinginkan dalam 
tubuh anda. Sebagai hasil dari membakar lemak, berat badan anda menjadi turun 
dan badan menjadi lebih segar.

Berikut cara membakar kalori dalam perusahaan kita :
1. Menghilangkan semua prosedur tidak berguna yang bisa mengurangi waktu anda 
untuk dapat melayani dengan baik.
2. Menghilangkan stok/inventori yang tidak diperlukan lagi di gudang anda.
3. Pertimbangkan lagi barang2 slow moving atau produk-produk yang sudah dalam 
tahap akhir di siklus kehidupannya. Ingatlah bahwa dengan membakar kalori, 
tujuannya adalah supaya menjadi langsing dan ringan sehingga anda bisa bertahan 
melalui masa-masa ekonomi sulit. Dan yg lebih penting lagi kita bisa 
mempersiapkan perusahaan menjadi cukup gesit dalam meraih posisi pertama ketika 
situasi ekonomi sudah pulih.
4. Pertimbangkan untuk menutup cabang2 atau unit usaha yang terus-terusan 
merugi dan tidak punya harapan lagi.
5. Inilah saat yang tepat untuk menyingkirkan karyawan2 yang tidak bekerja 
dengan baik.
Karyawan bagaimana yang harusnya disingkirkan saat ini juga dalam situasi 
krisis seperti ini?
a. Karyawan yang tidak pernah menunjukkan performa kerja yang bagus
b. Karyawan yang keahliannya tidak seimbang lagi dengan gajinya. Ini berarti 
gajinya lebih tinggi dari kemampuannya.
c. Karyawan yang sebenarnya kompeten namun terus menerus bersikap buruk dan 
menyebabkan pengaruh buruk pada karyawan lain.

Keuntungan dari program pembakaran kalori yang sukses adalah semua orang akan 
merasa lebih ringan, sehat dan lebih gesit. Sekarang perusahaan anda akan 
mempunyai dana lebih untuk dikembangkan, untuk merekrut orang2 yg lebih 
berkualitas, upgrade mesin, menanam investasi di cabang2 yg lebih baik. dan 
lain2.

Mengurangi otot.
Perbedaan yang mendasar dari membakar kalori vs mengurangi otot adalah bahwa 
mengurangi otot hanya akan membuat perusahaan menjadi lemah, tak berdaya dan 
tidak bisa bergerak cukup cepat untuk merebut peluang-peluang. Bahkan bila 
keadaan ekonomi membaik pun, perusahaan anda akan tertinggal di belakang.

Suatu perusahaan yang menerapkan program yang ceroboh, kasar, dan merugikan 
semua pihak adalah sama dengan tindakan mengurangi otot sehingga perusahaan 
menjadi tidak mampu untuk merebut peluang saat keadaan ekonomi mulai membaik.

Berikut beberapa contoh tindakan yang mengurangi otot pada sebuah perusahaan :
1. Tindakan mengurangi biaya yang menyebabkan turunnya kualitas kepada 
pelanggan. Contohnya : mengurangi staff pelayanan pelanggan, mengurangi stok 
dimana menyebabkan stok menjadi habis.
2. Menahan semua intensif untuk semua karyawan. Hal ini bisa menyebabkan 
karyawan yang tadinya mempunyai motivasi bagus menjadi turun motivasinya. Dan 
lebih buruk lagi, karyawan yang berkompeten bisa jadi akan keluar dan pindah ke 
perusahaan pesaing.
3. Mengurangi anggaran pemasaran, bisa menyebabkan perusahaan/brand anda 
kehilangan pasar dan pelanggan menjadi lupa dengan anda.
4. Mengabaikan pengembangan karyawan sehingga menyebabkan mereka menjadi lemah 
dan tidak gesit ketika keadaan ekonomi membaik.

Jadi kesimpulannya, di saat masa2 krisis begini, mengurangi biaya adalah 
sah-sah saja. Tapi awas hati-hati bahwa yang harus kita lakukan adalah membakar 
lemak dan bukannya mengurangi otot seperti yang dikatakan James Gwee tersebut 
diatas...

www.donnykris.blogspot.com


Kirim email ke