----- Forwarded message from Hermanto <[email protected]> -----

    Kesesatan Film Kiamat Ala Hollywood

<http://eramuslim.com/berita/dunia/send/kesesatan-film-kiamat-ala-hollywood> 


Film kiamat 2012 garapan Hollywood sudah menuai protes dari tokoh Islam. 
Adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang, KH Mahmud Zubaidi 
yang pertama kali mengecam film yang sudah tayang di Indonesia itu.

Menurutnya, sebagai umat Islam, harus mempercayai bahwa kiamat merupakan 
rahasia Allah. Jadi, jangan percaya dengan ramalan kiamat versi bangsa 
Maya. "Film itu tidak pantas untuk ditayangkan, karena bisa mempengaruhi 
pemikiran umat. Soal kapan kiamat, itu kuasa Sang Pencipta. Jadi kita 
tidak boleh menentukan hari itu. Itu menyesatkan," tegas Ulama Malang ini.

Berbeda dengan KH Mahmud, Ketua MUI pusat, KH Amidhan tidak begitu 
mempermasalahkan film itu. "Secara pribadi, saya tidak menganggap itu 
masalah besar. Asalkan, film 2012 tidak diasosiasikan dengan hari 
kiamat. Kiamat hanya Allah yang tahu. Dan film hanya fiksi, bukan kisah 
nyata," jelas Amidhan di Jakarta kemarin.

Mungkin, apa yang dijelaskan Amidhan ada benarnya. Bahwa film yang 
menelan biaya produksi sebesar dua ratusan juta dolar atau sekitar 2 
trilyun rupiah itu tidak lebih dari sekadar khayalan orang-orang film. 
Dan itu tidak lepas dari trik bisnis Hollywood untuk meraup uang 
sebanyak-banyaknya. Dalam tayang selama tiga hari di 105 negara, film 
ini sudah meraup untung 25 juta dolar.

Kalau dikritisi lebih dalam, film garapan Roland Emmerich ini tidak 
lebih dari ungkapan ketakutan yang berlebihan terhadap ramalan bencana 
dari kacamata orang atheis. Film berdurasi 158 menit ini sama sekali 
tidak menggambarkan kebesaran bahkan keberadaan Tuhan dan kekerdilan 
manusia. Pesan yang bisa ditangkap dari film ini justru menuhankan ilmu 
pengetahuan dan kebodohan agama.

Seperti umumnya film-film Hollywood yang lain, film 2012 lebih cocok 
menggambarkan suasana peperangan ala koboi Amerika dengan keganasan 
alam. Selain itu, nalar logika ilmiah film ini begitu dangkal dan 
sentuhan religusitasnya yang sangat sangat kering.

Satu hal yang sudah biasa dalam film Hollywood, penggambaran betapa 
bijaksananya Amerika. Terlebih lagi presidennya. Dalam film ini, 
presiden Amerika adalah di antara mereka yang tidak mau meninggalkan 
ketakutan rakyatnya ketika pemimpin dunia yang lain sudah kabur 
menyelamatkan diri. Sang presiden pun digambarkan menemui ajal bersama 
rakyatnya yang sedang menderita.

Apa yang disampaikan Ketua MUI Malang memang benar, "Film ini sangat 
menyesatkan." mnh

----- End forwarded message -----

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke