Rekan-rekan semua, berikut ini kami sajikan sekilas rekaman "BEDAH BUKU,
AKU MAU AYAH!".

Selamat menikmati.

AKU MAU AYAH

by Irwan Rinaldi

Penelitian yang dilakukannya di Yayasan Buah Hati di 16 kabupaten di 4
provinsi, menemukan bahwa 70% ayah tidak mengetahui bagaimana tanggung
jawab pendidikan anak itu ada di ayah. Ketika ditanyakan bagaimana
mendidik anak, maka para ayah hanya menjawab, "ya beginilah cara saya
dididik dahulu."

Padahal 70% pendidikan anak itu bisa berhasil dengan dukungan ayah. Ayah
itu bisa memanfaatkan golden moment untuk proses enrichment atau
men-delete sesuatu yang dialami anak.

Ibnul Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa yang paling bertanggung jawab
terhadap pendidikan anak adalah ayah. Ada 20 karakter dasar dalam
pendidikan anak dimana 80% role modelnya ada pada ayah.

Kebanyakan yang terjadi hanyalah Ayah ada secara biologis tapi tidak ada
secara psikologis. Contoh ketika bangun tidur apakah anak merasakan
sentuhan psikologis ayah terhadap mereka. Padahal yang dibutuhkan anak
bukan sekadar ayah secara fisik tapi juga psikologis.

Seorang anak bernama marah punya Bapak, tapi gualaknya minta ampun.
Bapaknya hanya ingin mendidik anak secara instan. Kalau harus diam ya
diam. Marah menemukan teman-temannya memiliki ayah yang begitu care
peduli dan perhatian, oleh karena itu Marah "tidak ingin" Bapak tapi
ingin ayah!

Dia bercerita ketika melakukan trauma healing anak korban perang di
Bosnia, beliau dan teman- temannya di musim dingin melihat ada dua titik
yang mendekat kepada mereka. Ternyata ia adalah seorang anak, Irwan dan
teman-temannya menyiapkan cokelat untuk membantu anak tersebut. Namun
ketika datang, ternyata anak itu meminta Al Quran.

Kita perlu mengembalikan ayah ke rumah kita. Jangan biarkan anak-anak
itu menjadi "yatim piatu" di rumahnya, ayahnya ada secara biologis namun
tidak ada secara psikologis. Nah, dengan kondisi ini bagaimana pelajaran
karakter apa yang bisa didapatkan oleh anak? Apalagi jika sejak dini
anak itu "dititipkan" di sekolah, padahal karakter mereka semestinya
dibentuk oleh orang tua.
Jangan biarkan anak-anak itu kehilangan ayah mereka di rumah. Utamanya
pada saat usia mereka 0 -- 12 tahun.

Ada orang yang ingin membesarkan anak-anaknya agar steril tapi tidak
imun. Orangtua memproteksi anak-anaknya agar anak-anak tidak bergaul
dengan orang-orang jelek namun tidak memunculkan imunitas mereka.

Golden moment itu bisa terjadi ketika anak kita jelang tidur, ketika
bangun tidur, ketika menjelang makan, dan menjelang ayah berangkat
kerja. Anak itu sedang dalam kondisi safe and secure, safe secara fisik
dan secure secara psikologis. Peluk anakmu, manfaatkan golden moment
bersama mereka. golden moment itu diciptakan atau direbut.

Titik-titik Tuhan pada anak kita itu bergerak setiap detik, maka
bagaimana mungkin kita serahkan pendidikan mereka hanya pada guru atau
televisi. Berapa jam anak2 bersama ayah? Bandingkan dengan berapa lama
waktu mereka bersama orang lain dan televisi.



SHARING SESSION:

Tanya:
Bagaimana memahamkan para ayah bahwa pendidikan anak itu juga tanggung
jawab ayah? Karena sudah ada mindset bahwa ayah itu ya hanya kerja,
titik! Sementara beberapa org luar negeri yang bekerja namun tetap
membawa anak mereka dan mereka enjoy dengan kerjanya.

Jawab:
Persoalan ayah itu memang sudah sangat penting, ini adalah bencana besar
tentang peran ayah. Nampaknya YDSF harus membuat divisi khusus tentang
peran ayah.
Penelitian BKKBN menunjukkan bahwa anak usia 0 -- kelas tiga SD ternyata
mereka banci. Tidak ada maskulinitas yang dia lihat sejak kecil. Dia
tidak pernah melihat bagaimana seorang laki2 berkarakter. Karena sejak
kecil anak-anak hanya bersama ibu, kemudian masuk TK yang mayoritas
gurunya adalah perempuan. Itu yang menjadi penyebab anak itu menjadi
tipe orang yang flight (ngeles) bukan fight (mental petarung).
Perlu membuat sharing club tentang peran ayah yang efeknya diharapkan
sangat baik utk membentuk karakter pemimpin.

Tanya:
Melihat kenyataan-kenyataan yg ada bahwa sebagian besar ayah anak-anak
itu bekerja dari pagi sampai malam, berangkat sebelum mereka bangun dan
datang ketika mereka dah tidur. Bagaimana menyiasati hal tersebut?

Jawab:
Ini adalah persoalan kita semua. Hidup kita masih diatur untuk mencari
nafkah sepanjang masa. Buatlah momen-momen untuk bersama anak dan
tunjukkan mimik yang baik dan ekspresif bersama anak secara fun,
sehingga anak itu merasakan kasih sayang dan perhatian ayahnya.
Maka perlu membuat sharing club. Buku wajib ayah, Tahap Perkembangan
Anak (TPA). Para ayah perlu membawa-bawa terus buku itu dan
mempelajarinya, sehingga ketika sang ayah di rumah, maka pertemuan
dengan anaknya menjadi berkualitas. Tunjukkan ekspresi bahwa ayah itu
antusias dan punya semangat tinggi.

Terima kasih untuk PT Sygma Publishing dan Papa rons Pizza, juga para
peserta yang telah berbagi manfaat di kesempatan ini.

Semoga di lain kesempatan YDSF dapat menyajikan Program yang MAKIN
TERASA MANFAATNYA.

Jakarta, 14 Nopember 2009

http://www.facebook.com/note.php?note_id=178949373286


Kirim email ke