Apalagi kalau bintang film 2012 nya itu Mie Yabi ya pak :)
tambah dicekal tuh peleem hehehe...

    -- A. Yahya Sjarifuddin.

jaerony wrote:
> Coba ada ide ya, sebelum pilem diputar didahului oleh ceramah agama.
> Judulnya seputar hari kiamat, qadha dan qadar. Jadi, pilemnya nggak
> usah dicekal. Namanya juga pilem .... kan kebanyakan cuma rekaan toh .....
>  
> Wass / Jaerony.-
> ++ kepengin beli DVD-nya nich ++++
>
>     ----- Original Message -----
>     *From:* Agus Rasyidi <mailto:[email protected]>
>     *To:* [email protected] <mailto:[email protected]> ;
>     [email protected] <mailto:[email protected]>
>     *Sent:* Wednesday, November 18, 2009 10:09 AM
>     *Subject:* [Ar-Royyan-9395] Fw: Hari Kiamat, Antara Film 2012 dan
>     Syafaat Rasulullah SAW
>
>      
>     Seri : Akidah
>
>
>         Kedepankan Keimanan Sikapi Film 2012
>
>      
>     17/11/2009 | 29 Zulqaedah 1430 H | Hits: 268
>     Oleh: Tim dakwatuna.com <http://dakwatuna.com>
>
>     *dakwatuna.com <http://dakwatuna.com> – Bandung, *Ketua Forum
>     Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali Da’i, MA, mengatakan,
>     umat Islam wajib tidak mempercayai isi film 2012 yang bercerita
>     tentang bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Jika umat Islam
>     mempercayai isi film tersebut akan mengancam keimanan dan
>     ketaqwaan. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk tetap
>     mengedepankan keimanan jika menonton film tersebut. ‘’Untuk sebuah
>     peringatan dan hiburan saja,’’kata dia kepada Republika, Senin
>     (16/11).
>
>     Menurut Athian, sebelum film tersebut diputar di bioskop-bioskop,
>     banyak umat Islam yang meminta penjelasan soal film tersebut dari
>     sisi agama Islam. Pertanyaan tersebut, kata dia, datang dari
>     berbagai kalangan baik per orangan maupun dalam kegiatan
>     pengajian. Bahkan, imbuh dia, banyak kalangan mahasiswa yang
>     meminta penjelasan mengenai film. Atas pertanyaan tersebut, kata
>     dia, umat Islam harus tetap berpegang pada ajaran Allah SWT. Dalam
>     Alquran, lanjut dia, disebutkan bahwa tak ada seorang pun, baik
>     itu manusia maupun rasul yang bisa mengetahui kapan kiamat akan
>     datang. ‘’Jangankan soal kiamat, soal besok akan terjadi apapun
>     manusia tidak ada yang mengetahui,’’ujar dia.
>
>     Masalah kiamat, sambung Athian, juga pernah dipertanyakan oleh
>     manusia saat zaman Rosul. Ketika itu, umat Rosul bertanya tentang
>     kapan kiamat akan tiba. Menjawab tentang hal itu, Rasul menyatakan
>     bahwa tak ada seorang pun yang bisa memprediksinya. Masalah kapan
>     kiamat akan datang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. ‘’Tak ada
>     yang mengetahui kapan kiamat akan datang, baik itu para nabi,
>     malaikat, manusia maupun jin. Kapan hari kiamat hanya Allah SWT
>     yang mengetahuinya,’’tutur dia.
>
>     Dalam Alquran, sambung Athian, hanya disebutkan tanda-tanda akan
>     datangnya hari kiamat. Diantara tanda-tanda tersebut, imbuh dia,
>     yaitu tidak adanya lagi rasa malu manusia. Manusia, imbuh dia,
>     tidak memiliki rasa malu untuk melakukan apa saja yang dilarang
>     oleh agma. Tanda-tanda lainnya, yaitu laki-laki berperilaku
>     seperti perempuan dan sebaliknya, dan matahari terbit dari barat
>     yang berarti budaya barat sudah begitu kuat di kalangan umat
>     islam. ‘’Dan tanda-tanda yang paling kuat yaitu sudah berkurangnya
>     orang yang beriman di muka bumi. Itu tanda-tanda, dan soal
>     waktunya tak ada yang tahu,’’kata dia.
>
>     Kiamat seperti yang diceritakan dalam Alquran, imbuh Athian,
>     kondisinya jauh berbeda dengan yang digambarkan dalam film 2012.
>     Dalam Alquran, saat kiamat tiba seluruh isi bumi akan keluar dan
>     langit akan runtuh. Tak hanya itu, seluruh mahluk penghuni bumi
>     akan musnah dan tak tersisa. ‘’Tak hanya manusia, hewan, binatang,
>     dan jin pun akan musnah untuk kemudian dihidupkan kembali oleh
>     Allah SWT. ‘’Gambaran yang disampaikan dalam film 2012 tak ada
>     apa-apanya dibanding kiamat milik Allah,’’imbuh dia.
>
>     Sementara itu, dari hasil pantauan Republika di sejumlah bioskop
>     mengungkapkan, minat masyarakat menonton film tersebut ternyata
>     cukup tinggi. Mereka tak hanya kalangan umat Islam saja, umat lain
>     pun terlihat antre untuk menyaksikan film tersebut. Salah seorang
>     penonton, Cecep Alisahbana, mengatakan, ia tertarik menonton film
>     tersebut hanya sebagai hiburan semata. ‘’Sisi teknologi special
>     efeknya yang saya kagumi. Kalau soal kiamat akan datang pada tahun
>     2012 saya sangat tidak mempercayainya,’’kata dia usai menonton
>     film tersebut.   jok/ahi/Rol
>
>      
>
>     sumber :
>     http://www.dakwatuna.com/2009/kedepankan-keimanan-sikapi-film-2012/
>
>
>         Seri : Kisah Sahabat
>
>
>         Ketika Rasulullah SAW Memberikan Syafaat Kepada Ummatnya di
>         Hari Kiamat
>
>      
>     Oleh: Tim dakwatuna.com <http://dakwatuna.com/>
>
>     *dakwatuna.com <http://dakwatuna.com/> – *Ini adalah sekelumit
>     “kisah masa depan”, ketika seluruh manusia berkumpul di hari
>     kiamat. Kisah ini disampaikan oleh Rasulullah kepada para
>     sahabatnya. Dalam kisah itu diceritakan bahwa Allah mengumpulkan
>     seluruh manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam satu
>     daratan. Pada hari itu matahari mendekat kepada mereka, dan
>     manusia ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mereka tidak kuasa
>     menahannya.
>
>     Lalu di antara mereka ada yang berkata, “Tidakkah kalian lihat apa
>     yang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bisa
>     memberikan syafa’at kepada Rabb kalian?”
>
>     Yang lainnya lalu menimpali, “Bapak kalian adalah Adam AS.”
>
>     Akhirnya mereka mendatangi Adam lalu berkata, “Wahai Adam, Anda
>     bapak manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan
>     meniupkan ruh kepadamu, dan memerintahkan para malaikat untuk
>     bersujud kepadamu, dan menempatkanmu di surga. Tidakkah engkau
>     syafa’ti kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kau saksikan apa yang
>     menimpa kami?”
>
>     Maka Adam berkata, “Sesungguhnya Rabbku pada hari ini sedang marah
>     yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan
>     marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah
>     melarangku untuk mendekati pohon (khuldi) tapi aku langgar. Nafsi
>     nafsi (aku mengurusi diriku sendiri), pergilah kalian kepada
>     selainku, pergilah kepada Nuh AS.”
>
>     Lalu mereka segera pergi menemui Nuh AS dan berkata, “Wahai Nuh,
>     engkau adalah Rasul pertama yang diutus ke bumi, dan Allah telah
>     memberikan nama kepadamu seorang hamba yang bersyukur (abdan
>     syakuro), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpa kami, tidakkah
>     engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau beri kami
>     syafa’at menghadap Rabb-mu?”
>
>     Maka Nuh berkata, “Sesungguhnya Rabbku pada hari ini marah dengan
>     kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan
>     tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku punya
>     doa, yang telah aku gunakan untuk mendoakan (celaka) atas kaumku.
>     Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim AS!”
>
>     Lalu mereka segera menemui Ibrahim dan berkata, “Wahai Ibrahim,
>     engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi,
>     syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang
>     menimpa kami?”
>
>     Maka Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah
>     dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya,
>     dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku
>     telah berbohong tiga kali. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada
>     selainku, pergilah kalian kepada Musa AS!”
>
>     Lalu mereka segera pergi ke Musa, dan berkata, “Wahai Musa, engkau
>     adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan kepadamu
>     dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafa’atilah
>     kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
>
>     Lalu Musa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang
>     marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini
>     sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya.
>     Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak
>     diperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi nafsi, pergilah kalian
>     kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa AS!”
>
>     Lalu mereka pergi menemui Isa, dan berkata, “Wahai Isa, engkau
>     adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada
>     Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada
>     manusia semasa dalam gendongan. Berilah syafa’at kepada kami
>     kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
>
>     Maka Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah
>     dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya,
>     dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Nafsi nafsi, pergilah
>     kepada selainku, pergilah kepada Muhammad SAW!”
>
>     Akhirnya mereka mendatangi Muhammad SAW, dan berkata, “Wahai
>     Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah
>     telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang.
>     Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami
>     alami?”
>
>     Lalu Nabi Muhammad SAW pergi menuju bawah ‘Arsy. Di sana beliau
>     bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya dari
>     puji-pujian-Nya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak
>     pernah dibukakan kepada seorangpun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian
>     Allah SWT berkata kepada Muhammad, “Wahai Muhammad, angkat
>     kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafa’at
>     niscaya akan dikabulkan!”
>
>     Maka Muhammad SAW mengangkat kepalanya dan berkata, “Ummatku wahai
>     Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku!”
>
>     Lalu disampaikan dari Allah kepadanya, “Wahai Muhammad, masukkan
>     ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah
>     kanan dari sekian pintu surga, dan mereka adalah ikut memiliki hak
>     bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari
>     pintu-pintu surga.”
>
>     ***
>
>     Di dalam kisah ini, Rasulullah SAW juga menceritakan bahwa lebar
>     jarak antara kedua sisi pintu surga itu, bagaikan jarak Makkah dan
>     Hajar, atau seperti jarah Makkah dan Bushro. Hajar adalah nama
>     kota besar pusat pemerintahan Bahrain. Sedangkan Bushro adalah
>     kota di Syam. Bisa kita bayangkan, betapa tebalnya pintu-pintu
>     surga itu..
>
>     Itulah sekelumit kisah masa depan ketika hari kiamat. Pada hari
>     itu, Rasulullah SAW memberi syafa’at kepada ummatnya. Pada hari
>     itu Rasulullah SAW menjadi sayyid (tuan)nya manusia. Shalawat dan
>     salam kepada Rasulullah Muhammad SAW. (hudzaifah)
>
>     /Maraji’ : Hadits Riwayat Bukhari – Muslim./
>     // 
>     Sumber :
>     
> http://www.dakwatuna.com/2009/ketika-rasulullah-saw-memberikan-syafaat-kepada-ummatnya-di-hari-kiamat/
>
>     --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
>
>     __________ NOD32 4615 (20091117) Information __________
>
>     This message was checked by NOD32 antivirus system.
>     http://www.eset.com
>

Kirim email ke