Kitab Kurban



1. Waktu kurban

  a.. Hadis riwayat Jundab bin Sufyan ra., ia berkata: 
  Aku pernah berhari raya kurban bersama Rasulullah saw. Beliau sejenak sebelum 
menyelesaikan salat. Dan ketika beliau telah menyelesaikan salat, beliau 
mengucapkan salam. Tiba-tiba beliau melihat hewan kurban sudah disembelih 
sebelum beliau menyelesaikan salatnya. Lalu beliau bersabda: Barang siapa telah 
menyembelih hewan kurbannya sebelum salat (salat Idul Adha), maka hendaklah ia 
menyembelih hewan lain sebagai gantinya. Dan barang siapa belum menyembelih, 
hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah. (Shahih Muslim No.3621)

  b.. Hadis riwayat Barra' ra., ia berkata: 
  Pamanku, Abu Burdah ra. menyembelih kurban sebelum salat (Idul Adha) lalu 
Rasulullah saw. bersabda: Itu adalah kambing daging untukmu semata bukan kurban 
dan tidak ada pahala kurban. Abu Burdah berkata: Ya Rasulullah saw., aku 
mempunyai kambing kacang yang masih muda (kira-kira berumur dua tahun). 
Rasulullah saw. bersabda: Sembelihlah itu, tetapi bagi orang selainmu tidak 
boleh (tidak sah), kemudian beliau melanjutkan: Barang siapa menyembelih kurban 
sebelum salat, maka ia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan barang 
siapa menyembelih sesudah salat, berarti sempurnalah ibadahnya (kurbannya) dan 
menepati sunah kaum muslimin. (Shahih Muslim No.3624)

  c.. Hadis riwayat Anas bin Malik ra. beliau berkata: 
  Rasulullah saw. bersabda pada hari Raya Kurban: Barang siapa telah 
menyembelih kurbannya sebelum salat, maka hendaklah ia mengulangi. Seorang 
lelaki berdiri dan berkata: Ya Rasulullah, ini adalah hari di mana daging 
dibutuhkan. Lalu ia menuturkan hajat para tetangganya seakan-akan Rasulullah 
saw. mempercayainya. Orang itu meneruskan: Aku mempunyai kambing muda (jadzaah) 
yang lebih aku sukai daripada dua ekor kibas. Bolehkah aku menyembelihnya 
(sebagai kurban). Rasulullah saw. memberinya kemurahan. Kata Anas: Aku tidak 
tahu apakah kemurahan itu juga sampai kepada orang selain ia atau tidak. 
Kemudian Rasulullah saw. menghampiri dua ekor kibas, lalu beliau menyembelih 
keduanya. Orang-orang menuju ke kambing dan membagi-bagikannya 
(memotong-motongnya). (Shahih Muslim No.3630)

2. Umur hewan kurban

  a.. Hadis riwayat Uqbah bin Amir ra.: 
  Bahwa Rasulullah saw. memberinya kambing-kambing untuk dibagikan kepada para 
sahabat sebagai kurban. Lalu tinggallah seekor anak kambing kacang. Uqbah 
melaporkannya kepada Rasulullah saw. maka beliau bersabda: Sembelihlah itu 
olehmu! Perkataan Qutaibah kepada kawannya. (Shahih Muslim No.3633)

3. Sunah berkurban dan menyembelih sendiri, tanpa mewakilkan, serta menyebut 
nama Allah dan takbir

  a.. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: 
  Nabi saw. berkurban dengan dua ekor kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman 
yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, 
seraya menyebut asma Allah dan bertakbir (bismillahi Allahu akbar). Beliau 
meletakkan kaki beliau di atas belikat kedua kambing itu (ketika hendak 
menyembelih). (Shahih Muslim No.3635)

4. Boleh menyembelih dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah, kecuali 
gigi, kuku dan tulang

  a.. Hadis riwayat Rafi` bin Khadij ra., ia berkata: 
  Saya berkata kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, kami akan bertemu 
musuh besok sedangkan kami tidak mempunyai pisau. Rasulullah saw. bersabda: 
Segerakanlah atau sembelihlah dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah dan 
sebutlah nama Allah, maka engkau boleh memakannya selama alat itu bukan gigi 
dan kuku. Akan kuberitahukan kepadamu: Adapun gigi maka itu adalah termasuk 
tulang sedangkan kuku adalah pisau orang Habasyah. Kemudian kami mendapatkan 
rampasan perang berupa unta dan kambing. Lalu ada seekor unta melarikan diri. 
Seseorang melepaskan panah ke arah unta itu sehingga unta itupun tertahan. 
Rasulullah saw. bersabda: Memang unta itu ada juga yang liar seperti 
binatang-binatang lain karena itu apabila kalian mengalami keadaan demikian, 
maka kalian dapat bertindak seperti tadi. (Shahih Muslim No.3638)

5. Menerangkan larangan makan daging kurban setelah tiga hari pada permulaan 
Islam, serta menerangkan penghapusan larangan tersebut dan diperbolehkan hingga 
sekarang

  a.. Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.: 
  Dari Abu Ubaid, ia berkata: Aku pernah salat Idul Adha bersama Ali bin Abu 
Thalib ra. Beliau memulai dengan salat terlebih dulu sebelum khutbah dan beliau 
berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang kami makan daging kurban sesudah 
tiga hari. (Shahih Muslim No.3639)

  b.. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: 
  Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seseorang tidak boleh makan daging kurbannya 
lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.3641)

  c.. Hadis riwayat Aisyah ra.: 
  Dari Abdullah bin Waqid ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang makan daging 
kurban sesudah tiga hari. Abdullah bin Abu Bakar berkata: Hal itu aku sampaikan 
kepada Amrah, lalu dia berkata: Dia benar, aku mendengar Aisyah berkata: Pada 
zaman Rasulullah beberapa orang wanita badui berjalan perlahan-lahan menuju ke 
tempat penyembelihan kurban. Dan Rasulullah saw. bersabda: Simpanlah tiga hari, 
setelah itu sedekahkanlah apa yang masih tersisa. Suatu ketika setelah itu para 
sahabat berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang menyimpan daging 
kurban dan membawa sebagian dari lemaknya. Rasulullah bertanya: Mengapa begitu? 
Mereka menjawab: Dahulu engkau melarang makan daging kurban setelah tiga hari. 
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya dahulu aku melarang kamu hanyalah karena 
orang-orang pendatang yang sedang menuju kemari. Dan sekarang silakan makan 
atau menyimpan atau bersedekah (dengan daging kurban tersebut). (Shahih Muslim 
No.3643)

  d.. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.: 
  Dari Nabi saw. beliau melarang makan daging kurban sesudah tiga hari. Sesudah 
itu beliau bersabda: Makanlah, berbekal dan simpanlah. (Shahih Muslim No.3644)

  e.. Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra.: 
  Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa di antara kalian menyembelih 
kurban, maka janganlah ia menyisakan sedikitpun di rumahnya sesudah tiga hari. 
Pada tahun berikutnya, orang-orang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami 
harus berbuat seperti tahun lalu? Rasulullah saw. menjawab: Tidak! Tahun itu 
(tahun lalu) kaum muslimin masih banyak yang kekurangan. Jadi aku ingin daging 
kurban itu merata pada mereka. (Shahih Muslim No.3648)

6. Fara` dan atirah

  a.. Hadis riwayat Abu Hurairah ra. beliau berkata: 
  Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada lagi fara` (anak unta pertama yang 
disembelih untuk berhala-berhala mereka) dan tidak pula atirah (hewan ternak 
yang disembelih pada sepuluh hari pertama dari bulan Rajab). Ibnu Rafi` 
menambahkan dalam riwayatnya: Fara` adalah anak ternak pertama yang disembelih 
oleh pemiliknya. (Shahih Muslim No.3652)


--------------------------------------------------------------------------------

Sumber: http://hadith.al-islam.com/bayan/Tree.asp?Lang=IND 

Kirim email ke