Iya saya setuju pak, terutama siskamling warga malem minggu, jadi bisa 
bersilaturrahim nambah wawasan..Thanks ya pak
Lana's
--- On Fri, 3/19/10, A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]> wrote:

From: A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]>
Subject: Re: [Ar-Royyan-9587] Hati-hati taruh tas di mobil (gerbang BDB2 
sukahati)
To: [email protected]
Cc: "lana sularto" <[email protected]>, "rw 14" <[email protected]>
Date: Friday, March 19, 2010, 9:58 AM




  

 
Pak Lana,

Saya turut prihatin pak Lana, semoga ini yang terakhir dan semoga kita
semua terhindar dari hal yang demikian. Amin.



Waspada perlu, Ikhtiar harus dan ikhlas adalah yang terbaik, semoga
hikmah dan pelajaran ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin.



Dengan adanya beberapa kejadian terakhir, saya usul ke Pak RW, Pak Ari,
untuk sistem keamanan di lingkungan RW 14 ini.  Karena tidak bisa kita
buat satu pintu seperti RW lainnya, karena kendala faktor geografis,
bagaimana jika dibuat meniru yang sudah dilakukan di lingkungan rumah
mertua saya di jakarta.



Sistemnya, keamanan RT bertugas/berkeliling di malam hari di lingkungan
RT-nya masing-masing, sedangkan untuk siang hari yang
bertugas/berkeliling adalah Keamanan RW berkeliling ke seluruh RT.  dan
khusus malam minggu adalah keamanan yang dilakukan oleh Warga Sendiri
(siskamling).  Selain itu untuk babin juga mungkin perlu diaktifkan
lagi patrolinya. 



Afwan, Terima kasih.



    -- A. Yahya Sjarifuddin





On 3/19/10 5:17 PM, lana sularto wrote:

  
    
      
        Assalamu'alaikum 

Terimakasih kepada temen2 terutama pak jaeroy, pak chandra, pak
roziqin, pak amin, pak agus, dll atas simpatinya, saya baru mulai buka
internet lagi hari ini, karena 2 hari ini saya ngurus blokir rekening
dan surat2 saya baru selesai siang tadi..capek juga mondar-mandir..

Tapi insya Allah, saya coba ikhlaskan saja pak, yang masih belum ikhlas
sampe sekarang cuman data saya.. yang sudah 7 bulan terakhir belum saya
backup....karena surat2 dll sudah saya urus..dan barang insya Allah
mendapat gantinya yang lebih baik, tapi data bagaimana mungkin....

Memang BDB udah mulai seperti kota besar, dan justru ini yang buat kita
teledor, karena asumsi saya waktu di tempat tambal ban itu kondisi
jalan sepi, dan cuman ada tukang tambal ban, ga ada ruko ato tempat
ramai lainnya di sekitar itu, persisnya setelah kantor kelurahan dari
BDB, jadi saya anggap aman ga kunci pintu. 

Tapi ya semoga menjadi perhatian bagi semua, agar lebih berhati2 di
manapun posisi kita.

Bener pak Roziqin, memang salah satu hikmahnya, saya harus lebih banyak
beristighfar mulai hari ini pak.Thanks ya pak dah ngingetin.:), semoga
saya diberi kemudahan untuk mengamalkannya, amin.

www

Lana's

        

--- On Fri, 3/19/10, FPS Indonesia (JKT)-Jaerony <[email protected]>
wrote:

        

From: FPS Indonesia (JKT)-Jaerony <[email protected]>

Subject: [Ar-Royyan-9587] Hati-hati taruh tas di mobil (gerbang BDB2
sukahati)

To: [email protected], [email protected]

Date: Friday, March 19, 2010, 3:38 AM

          

          
          


          
          Wa’alaikum
salam,
            
          Kaget dan
turut prihatin setelah kejadian
kehilangan laptop ini juga dialami Ibu Nusirwan, cuma kejadiannya saja
yang
berbeda.
            
          Modus yang
Pak Lana ceritakan ini juga
termasuk modus lama. Kalau kita bersama keluarga barangkali tidak
terlalu
masalah, tapi kalau kita sendiri berkendaraan mobil selain seluruh
pintu dalam
keadaan terkunci, pintu di samping kemudi pada saat kita turun juga
harus tetap
diawasi. Khusus untuk mobil-mobil yang tangkinya ada di sebelah kiri
sehingga
pandangan akan terhalang sebaiknya memang dipastikan aman (keluar dari
pintu
kiri dsb.).
            
          Modus yang
di rumah Pak Iwan juga termasuk
modus lama, menyelinap pada saat rumah dalam keadaan lengang (hanya
pembantu
saja, waktu maghrib, waktu subuh, dan rumah ditinggal tanpa dikunci).
            
          Tapi yang
namanya musibah biasanya
kejadiannya demikian cepat. Mungkin “kecepatan” ini terasa lantaran
banyak hal yang juga kita pikirkan saat kejadian sehingga banyak hal
yang
“missing” dan di luar logika. 
          Inna
lillaahi wa inna ilaihi
roji’uun. Wallaahu a’lam ….
            
          Semoga
mendapat ganti lebih di kemudian
hari Pak.
            
          Wassallam /
Jaerony.-
            
          
          
          
          From: lana sularto
[mailto:[email protected]] 

          Sent:
Thursday, March 18, 2010
6:34 PM

          To:
[email protected]

          Subject:
[Ar-Royyan-9587]
Hati-hati taruh tas di mobil (gerbang BDB2 sukahati)
          
            
          
            
              
                
                Assalamu'alaikum wr.wb.

Pagi ini saya sengaja bawa mobil karena harus mengajar di bekasi, lalu
tas saya letakkan di kursi depan agar mudah saya awasi. Tiba2 di
gerbang BDB2 ban belakang saya bocor, dan saya langsung cari tukang
tambal ban.

Saat tambal ban, sengaja mobil tidak saya kunci karena saya masih
menunggu ban ditambal di  samping mobil, dan setelah ban selesai,
ternyata tas saya sudah hilang,padahal di situ ada laptop, projector,
buku2 tabungan, surat2 penting dll..

Jadi sepertinya disengaja ada yg menunggu di depan komplek dan menyebar
ranjau, dan setelah mobil berhenti, tas diambil. Mengingat bentuk besi
yang membocorkan ban terbuat dari bahan besi payung yang ditajamkan
berbentuk panah, sehingga walaupun ban tubeless tetap langsung habis
anginnya. 

Jadi intinya jangan pernah ninggalin tas di dalam mobil, kalopun
ditinggal walau sebentar (seperti isi bensin dll), langsung dikunci.

Demikian semoga pengalaman saya tidak terjadi pada jamaah lainnya

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Lana's
                
              
            
          
            
          
          
        
        
      
    
  
  




 




      

Kirim email ke