Maaf pak, sedikit sharing. Semoga tidak salah.
Setahu saya, kewajiban amar maruf nahyi munkar tidak hanya melekat kepada
institusi (ulama, umara), tapi secara individu. Wajib bagi kita untuk saling
menasihati dan menjaga. Kita tidak boleh 'egois' masuk surga sendirian, tapi
semaksimal mungkin mengajak orang lain, minimal keluarga dan kerabat kita.
Soal metodenya (amar maruf nahyi munkar), tentunya masing-masing kita punya
cara dan pendapat, tidak perlu terlalu diperdebatkan mana yang paling benar.

Wallahu a'lam,
--amin


Pada 24 Maret 2010 10:47, Chandra <[email protected]> menulis:

>  Ada pernah nasehat dari Almarhum Orang Tua saya,kalau suatu saat melihat
> dunia sudah ‘Kebelinger’…,kita harus ‘sembunyi’.
>
> Sembunyi disini diartikan sembunyi ditempat gelap,tetapi ditempat yang
> terang,artinya kita perbanyak Istighfar memohon ampun pada Allah
> SWT,senatiasa berusaha dekat pada Nya.
>
> Jangan kita dekati mereka (Iblis maupun orang yg mengikuti fahamnya)
> tentunya kita tidak harus frontal menghadapi mereka,biarkan Ulama dan Umaroh
> yang punya kemampuan dan kewajiban untuk itu.Apabila kita menghadapi mereka
> akan tersambar oleh kekuatan mereka karena kita juga akan tergelincir untuk
> mengikuti nafsu…yg mencelakakan.
>
> Mari kita perkuat Tauhid  ,tiada lain jalan.
>
> Maaf Bapak 2 ini pendapat saya yang bodoh ini.
>
>
>
> Wassalam,
>
> Chandra
>
>
>
>
>
> *From:* amin widada [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Wednesday, March 24, 2010 9:10 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [Ar-Royyan-9604] kiamat sudah dekat ...
>
>
>
>
> http://surabaya.detik.com/read/2010/03/22/100734/1322510/466/komunitas-lesbi-gay-dan-bisex-gelar-konferensi-asia-di-surabaya
>
>
>
> Komunitas Lesbi, Gay dan Bisex Gelar Konferensi Asia di Surabaya
>
> *Surabaya* - International lesbian, gay, bisexual, transgender dan
> intersex association (ILGA) akan menggelar konferensi regional ILGA ke-4
> tingkat Asia, 26-28 Maret 2010 di Surabaya.
>
> Konferensi itu akan membahas isu krusial bagi perjuangan penegakan hak
> azasi manusia (HAM) bagi kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT)
> seluruh Indonesia maupun dunia, yang telah lama dimarginalkan dan penuh
> stigma serta diskriminasi.
>
> "Kita akan saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan semangat kerja. Serta
> perkembangan-perkembangan terkini mengenai perjuangan kelompok-kelompok LGBT
> di
> Asia menjadi sorotan utama dalam konferensi ini," kata Widodo Budi Darmo,
> Program Manager Arus Pelangi dalam rilisnya ke detiksurabaya.com, Senin
> (22/3/2010).
>
> Widodo menerangkan, ILGA mewakili dari 560 organisasi LGBT yang tersebar di
> 90 negara, termasuk Indonesia. Dia mengaku meski masih ada penolakan dari
> kelompok-kelompok terhadap keberadaan LGBT di Indonesia, tidak ada
> undang-undang yang melarang bercinta sesama jenis.
>
> Menurutnya, berdasarkan pasal 28 UUD 1945, UU HAM pasal 5 ayat 3, serta
> konvensi-konvensi international, Indonesia seharusnya memberikan
> perlindungan dan pelayanan kepada kelompok-kelompok minoritas seperti LGBT.
>
> "Walaupun merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia
> bukan negara Islam. tetapi negara yang berazas pada Bhineka Tunggal Ika,"
> jelasnya.
>
> Ia mengatakan, konferensi regional ILGA ke-4 Asia di Surabaya mendatang
> akan dihadiri 100 peserta yang terdiri dari 20 negara Asia. Usai konferensi,
> mereka akan menggelar pawai budaya di Kota Surabaya, untuk menunjukkan
> keragamaan budaya seluruh Asia.
>
> "Konferensi nanti akan membahas dua bagian. Bagian terbuka, untuk umum yang
> diisi dengan diskusi pleno dan diskusi lokakarya. Sedangkan bagian tertutup,
> hanya diikuti oleh angota-anggota ILGA, untuk membahas urusan dan isu
> internal," jelasnya. *(roi/fat)*
>
>
>
> Berita terkait:
> http://surabaya.detik.com/read/2010/03/24/085034/1324023/466/muhammadiyah-kongres-ilga-langgar-ham
>

Kirim email ke