*Sepasang Suami-Istri Teladan*
Dikirim oleh _Mochamad Bugi_ pada 15 November 2008 @ 13:10 di _Baitul
Muslim_ | _37 Komentar
<http://www.dakwatuna.com/2008/sepasang-suami-istri-teladan/print/#comments_controls>_

*dakwatuna.com -* Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga
bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga
menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan.
Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan
keluarga.

Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin
dalam beberapa hal, yaitu:

Pertama, Al-Qur'an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan
keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling
banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah
lain. Al-Qur'an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah,
pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.

Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang
shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah
saw. bersabda, "Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena
sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak."

*Rasulullah Suami Teladan*

Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang
bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi
Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan
rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.

Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau
bersabda, "Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang
mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina."

Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur'an berkali-kali
memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita
tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur'an yang mengharuskan untuk
berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak.
Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma'ruf dan ihsan terhadap istri
dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.

Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa
suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan
tersebut dengan bersabda, "Salah seorang dari kamu memukuli istrinya
seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali,
apakah dia tidak merasa malu?"

Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang
tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya,
beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami.
Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, "Demi Allah, telah banyak
wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya
yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri
tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu
sekalian."

Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya.
Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu
riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan
dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan
pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita
jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, "Orang mukmin
yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut
pada keluarganya." Riwayat lain, "Sebaik-baik di antara kamu adalah yang
paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap
keluargaku."

Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri
adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik
hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan
memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu
senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah
tanggannya.

Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw.
di rumahnya, beliau menjawab, "Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah
tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat."

Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap
istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa
seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul
bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi
seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan.
Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan
kebahagiaan agar tidak membosankan.

Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya
dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk
mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih
sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.

*Khadijah Istri Teladan*

Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang
kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa
Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu
menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang
dagangannya keluar kota Mekkah.

Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh
pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang
dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi
Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam
perjalanan pertama ini.

Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan
meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad.
Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau
berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.

Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang
nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan
membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah
wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam.
Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw.
dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun
keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan,
dan jiwanya sarat dengan kehalusan.

Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya,
"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku
ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya
ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak
darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya." (Imam Ahmad dalam
kitab /Musnad/-nya)

Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap
mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan
hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas
kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan
kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan
pendukung risalah dakwah Islam.

Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat
baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu
sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan
penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy.
Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.

Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam
hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan
pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan
salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. /Jibril datang kepada Nabi,
lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah
wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu
sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah
rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya
dan tiada kepenatan."/ (Bukhari)

Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi
wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.

*Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim*

   1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah
      sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus
      sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
   2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi
      saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa
      kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka
      kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada
      pasangan suami-istri memunculkan /tsiqah/ (rasa saling percaya)
      dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan
      suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah
      karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
   3. Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan
      mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang
      tertier dan berlebihan.
   4. Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana,
      menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram,
      sikap berlebihan (/israf/), dan bermewah-mewahan. Semua anggota
      keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah.
      Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
   5. Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik.
      Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh
      api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri
      dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang
      jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri
      dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
   6. Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi
      haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.

------------------------------------------------------------------------

Artikel dicetak dari dakwatuna.com: *http://www.dakwatuna.com*

URL ke artikel:
*http://www.dakwatuna.com/2008/sepasang-suami-istri-teladan/*

*dakwatuna.com* - Right to copy - Berdiri sejak Jan 2007
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel-artikel pada situs
ini dengan menyebutkan URL sumbernya, serta bukan untuk tujuan komersial

Kirim email ke