Agus Rasyidi
Orang Kaya Penghuni Surga

Ketika kita melihat begitu banyaknya orang-orang memburu harta dunia, dan 
tujuannya hanya untuk kehidupan dunia saja, maka ketahuilah bahwa mereka 
tersebut sedang melenceng dari jalan dan tujuan cita-cita hidup yang 
sebenarnya. Karena tujuan dan cita-cita hidup seorang muslim yang sebenarnya 
hanya satu, yaitu meraih keridhaan Allah SWT, dan surga di akhirat nanti. 
Sehingga kalau ada seseorang yang mampu meraih harta kekayaan tapi bukan untuk 
mencari keridhaan Allah, maka hartanya tidak lebih dari sekedar boomerang, 
alias senjata makan tuan. Karena gara-gara hartanya itu jugalah dia Allah 
masukkan ke dalam neraka.

Karena itu jika kita tergolong orang yang kaya, coba perhatikan, harta kita itu 
akan membawa kita kemana, ke surga atau ke neraka ? Semestinya, jika di dunia 
kita terhormat dikarenakan harta yang kita miliki, maka di akhiratpun kita 
mestinya terhormat dengan mendapatkan surga karena harta yang kita miliki itu 
juga. Dan keterhormatan itu tentu disebabkan harta yang kita miliki di dunia 
diinfaqkan di jalan Allah dan dikelola sedemikian rupa sehingga memperoleh 
banyak pahala.

Sesungguhnya kebahagiaan tertinggi seorang hartawan adalah ketika dirinya yang 
dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, mampu berbuat sesuatu yang tidak 
mampu diperbuat oleh orang yang miskin harta, kemudian, dirinyapun didoakan 
oleh orang-orang miskin dan para malaikat atas berbagai kebaikan-kebaikan yang 
dilakukannya.

Lantas, bagaimana dengan Orang Miskin ?

Apakah Orang miskin juga penghuni Surga ?

Bisa.

Orang Miskin Penghuni Surga

Dia hanyalah seorang tukang sampah biasa, tidak ada keistimewaan apapun dari 
profesinya. Namun, ustadz mana yang tidak mengenal sosoknya - seorang pemburu 
pengajian yang selalu duduk dibaris terdepan. Begitupun di tengah masyarakat, 
siapa yang tidak mengenal dia ? Pribadinya sangat ramah dan sangat dermawan, 
meski tentu bukan dermawan dalam hal harta, melainkan dalam hal tenaga atau hal 
lain yang bukan materi. Mintalah bantuan, niscaya dibantunya dengan tanpa 
meminta imbalan apapun. Bahkan lebih sering dia yang menawarkan bantuan sebelum 
orang lain memintanya. Baginya hidup adalah berbuat dan memberi manfaat 
sebanyak-banyaknya bagi diri, keluarga dan orang lain. Tekad hidupnya hanya 
satu yaitu mraih surga di sisi Allah SWT. Meski dirinya hanya seorang tukang 
sampah belaka. Dan dia berhasil.

Hujan turun dengan sangat derasnya, namun tidak seorangpun dari para pengiring 
jenazah yang ingin lari dari guyuran hujan. Mereka ikhlas karena mengantar 
orang yang sangat mereka cintai, dan mereka tahu bahwa hujan itu adalah tanda 
tangisan alam atas kepergian salah seorang terbaik di kampungnya, seorang yang 
menjadi penghias sekaligus penyemangat kehidupan beribadah dan bermasyarakat. 
Tak lama lagi pelangi bidadari akan segera menghiasi langit cakrawala, 
menjemput calon penghuni surga. 

Sungguh ! Surga memang Allah sediakan untuk siapapun yang memenuhi syarat, 
tanpa memandang kaya atau miskin. Hatta dia seorang tukang sampah. Atau tukang 
yang semisalnya.

Wallahu 'alam


( dinukil dari Kalender 2010 terbitan Haniefa Kreasi )


 

 

 

Agus Rasyidi

[email protected]

Accounting Staff Branch Jawa 1


<<image001.gif>>

Kirim email ke