----- Original Message ----- From: Soni Saksono Sent: Tuesday, May 11, 2010 11:36 AM
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Yth. Rekan-rekan millis Perkenankan saya yang tidak berilmu ini untuk berbagi pengalaman, apapun ini semoga ada hikmah dibaliknya : Bismillahirrohmanirrohim, Mungkin sdh tdk terhitung lagi ( lupa ) berapa kali saya sudah melakukan ikhtiar bisnis ( wiraswasta ) dan selalu yang saya alami adalah KEGAGALAN. Walaupun tdk semuanya mengalami kegagalan secara total tapi poinnya adalah bisnis yang dibangun belum running well mendatangkan income yang berkesinambungan. Dalam perjalanan ikhtiar tersebut Alhamdulillah masih dikaruniai Allah kesempatan bekerja secara formal sebagai karyawan di perusahaan swasta untuk menopang nafkah keluarga.Dari perusahaan satu pindah ke perusahaan yang lain dengan harapan mendapatkan income yang lebih baik. Walaupun belum pernah mencapai kemapanan secara finansial ( belum sesuai impian ) tetap mensyukuri dan mencoba ikhtiar lagi.... Mencoba Ikhtiar lagi, gagal lagi dan mencoba Ikhtiar lagi, gagal lagi.... aktivitas ini akhirnya menjadi mindset yang berdampak sistemik yang menjadikan saya tidak takut menghadapi kegagalan...ini adalah bagian dari proses, mungkin saya banyak melakukan kesalahan di masa lalu, perbaiki dan mencoba ikhtiar lagi....... Mencoba ikhtiar lagi.... jenis bisnis, mencari sumber modal, mengatur waktu, mengatur proses, menentukan market, menyeimbangkan urusan keluarga dan bisnis, memilih mitra, memanfaatkan peluang & kesempatan adalah beberapa faktor penentu keberhasilan sebuah bisnis yang mesti di siasati sedemikian rupa sehingga ikhtiar bisnis diprediksi berjalan seperti yang dikehendaki. Kenapa diprediksi ? karena bila Allah belum menghendaki ternyata semua itu tidak akan pernah terealisasi. 2 faktor yang sering menjadi fokus pemikiran saya dalam ikhtiar bisnis adalah penentuan jenis bisnis & modal. Saya berfikir bila orang itu menjalankan bisnis itu berhasil, tentu saya juga bisa wong itu sama-sama makan nasi. Ternyata setelah saya memiliki keduanya, bisnis masih gagal juga !!... Akhirnya saya lupakan me too bisnis, saya lupakan modal besar oriented.... Mencoba ikhtiar lagi....tetap bertahan sebagai karyawan juga. Tak terasa umur sudah kepala 4.Saya mulai berfikir melihat peluang & kesempatan, mengatur waktu, membuat keseimbangan, menyiapkan modal semampunya saja dan lain-lain dan.........selebihnya saya serahkan urusan detailnya kepada Allah Ta'ala. Mencoba ikhtiar lagi... dengan bisnis yang bernilai ibadah, mencoba lurus on the syar'i track , proporsional sesuai daya dan kemampuan , menanamkan spirit & mental pengusaha yang sudah berhasil ( salah satunya ikut milis KPMI ), tahan banting, tidak mudah menyerah dan selalu tawakal. Mencoba ikhtiar lagi... akhirnya Allah memberi kesempatan lagi berupa dagangan sederhana tapi ada demand , dengan modal kecil tapi bisa running , dengan profit sedikit tapi lumintu, dan yang tidak kalah penting adalah punya potensi untuk dikembangkan. Dan ini adalah bisnis yang selama ini saya hindari untuk melakukannya......Subhanalloh. Walaupun belum mendatangkan income sesuai yang ditargetkan, tapi progresnya bagus...ada optimisme. Mencoba ikhtiar lagi...tak terasa hampir setahun bisnis berjalan tanpa kendala berarti, bisnis sebelumnya paling lama bertahan 9 bulan. Apakah ini bisnis yang akan di amanahkan Allah kepada saya ? setelah sekian lama jatuh bangun ? Wallohu a'lam.Yang pasti " Mencoba ikhtiar lagi " akan selalu menjadi bagian dari SOP saya dalam mengarungi kehidupan ( bisnis ) yang bernilai ibadah. Semoga teman-teman khususnya yang bernasib sama seperti saya bisa mengambil pelajaran dari kisah saya ini. Mohon maaf bila ada tutur kata yang kurang berkenan. terima kasih Billahi taufik wal hidayah وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Soni Saksono ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

