Dalam Q.S. Ad-Dukhon, ayatnya saya lupa tapi agak pertengahan surat, Alloh SWT 
memang menceritakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan, tapi mereka 
kemudian menjadi bangsa yang dilaknat karena pembangkangannya kepada Alloh dan 
Rosul-Nya serta tidak adanya sifat syukur padahal berbagai nikmat dan kelebihan 
telah diberikan oleh Alloh kepada bangsa Israel. Di situ sangat jelas statement 
Alloh SWT ttg bangsa Israel. Kalo mau baca tafsirnya, misalnya Ibnu Katsir, 
malah makin banyak yang menarik di surat Ad-Dukhon ini, sebagai tambahan 
pengetahuan.

Wassalam,

 
 M.Khoerur Roziqin
Recommended blogs for better understanding of the purposes of our life: 
www.dalamdakwah.wordpress.com
www.hidayahku.com
www.mualaf.com.





________________________________
From: A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Fri, May 14, 2010 7:57:40 AM
Subject: [Ar-Royyan-9681] Mengapa Orang Yahudi banyak yang pintar ???

 Silakan dibaca, dan direnungkan terutama
bagian tentang ahli hisab alias rokok :).

    -- A. Yahya Sjarifuddin.


Mengapa Orang Yahudi banyak
yang pintar ???
Wednesday at 8:22pm


Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan Kita bersama.
Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di
Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana.
Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik
sebagai bahan tesisnya tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel
atau orang Yahudi. yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”


Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang
menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa
sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada
mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?


Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda
ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus
mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.


Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah
mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi
dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan
menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya
yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa
soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini
untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya,
semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk
mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa
merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap
melahirkan.



Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal
mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu.
Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad
yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut
wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan
kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak
perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah
adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban
untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.


Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu
Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada
setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan
ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada
ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja.
Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan
bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam. Uniknya,
mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan
terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan
buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat
(nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita
merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di
sekolah. 



Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah
Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh
Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah
mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan
nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat
pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat
otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.


Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi.
Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan
bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (cod oil
lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata
rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil
mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu
kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat
meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut
saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran jika
Sebagian besar dari musikus genius dunia berasal dari kaum Yahudi.



Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar matematika
berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam
pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam
tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi.


Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.
Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut
teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus
dalam berpikir. Ini sangat penting!. Disamping itu menembak juga bagian
dari persiapan untuk membela negara.



Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini
murid-murid digembleng dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk
menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu
dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang
diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke
jenjang lebih tinggi.



Satu lagi yg diberi keutamaan ialah Fakultas Ekonomi. Saya sungguh
terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar
ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan
mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkanya! Anda hanya akan lulus
jika team Anda (10 pelajar setiap satu kumpulan) dapat keuntungan
sebanyak $US 1 juta!



Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat
berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang
mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang
mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan
juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat
nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus
perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak
mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi
seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, Pantene,
Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Mc Donald.



Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan, pada teori Stephen
adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan..
Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses,
melewati beberapa generasi mungkin?


Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah
Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara
kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh
pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar,
bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar.
Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti
Israel , bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasi yang “Bodoh”
dan “Dungu”.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Dungu"?? kata Dungu bukan
dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah
menemui beberapa bukti yang mendukung teori ini.

"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke
Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga
hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok!
Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cents !!!

"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang, berapa banyak
universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh
sekali...



Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang
ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar!
Mereka menguasai Perdagangan Dunia. Mereka juga berperan penting dalam
pengambilan kebijakan politik internasional. Istilah “ Minoritas Bukan
Tanpa Kualitas ” mungkin lebih tepat jika disandingkan pada mereka! 

===>dikutip dari beberapa Sumber melalui Google.co.id dengan
beberapa tambahan

http://www.facebook.com/note.php?note_id=402226906136


      

Kirim email ke