-------- Original Message --------
Subject: Re: [taqlim-cbn] rombongan kemanusiaan ke gaza
Date: Mon, 31 May 2010 10:22:15 +0700
From: A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]>


Senin, 31/05/2010 10:04 WIB
Kapal Kemanusiaan Marvi Marmara Ditembak Israel, 2 Orang Tewas
Gagah Wijoseno - detikNews


sahabatalaqsa

Jakarta - Kapal Kemanusiaan Marvi Marmara yang berlayar menembus blokade Israel menuju Gaza, Palestina, ditembak helikopter Israel. Dua orang meninggal dan 30 penumpang mengalami luka-luka akibat serangan itu.

"Kapal kemanusiaan Mavi Marmara ditembaki oleh helikopter Israel. 2 orang syahid, 30 orang terluka," tulis sahabatalaqsha.com, Senin (31/5/2010).

Kapal diketahui mengangkut aktivis kemanusiaan dan sejumlah anggota parlemen dari sejumlah negara. Rombongan terdiri dari organisasi rakyat dari lebih 50 negara di bawah koordinasi IHH (Insani Yardim Vakfi), Turki.

Sahabat Al-Aqsha melansir, sejumlah kapal Israel terus membayang-bayangi kafilah kemanusiaan. "Misinya menghentikan blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan hampir 4 tahun ini serta memakan korban ribuan jiwa. Kapal ini juga membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan," tulisnya.

Laporan Sahabat Al-Aqsha tersebut mengutip media Turki. Namun dari media lainnya seperti Al Jazeera belum ada laporan adanya korban tewas.

Tim Sahabat Al-Aqsha yang merupakan warga Indonesia ikut dalam misi kemanusiaan ini. Ketiga sahabat Al-Aqsha ini adalah Dzikrullah, Santi Soekanto, dan Surya Fachrizal. Selain ada Sahabat Al-Aqsha, di kapal tersebut juga ada relawan dari Mer-C dan reporter TVOne. (ndr/asy)


On 5/28/10 10:41 AM, Untung Raharjo wrote:
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/bismillah-kami-ke-gaza.htm

Bismillah, Kami ke Gaza
Jumat, 28/05/2010 06:28 WIB | email | print | share

sahabatalaqsha.com
Mavi Marmara kapal utama kafilah Freedom Flotilla to Gaza berpenumpang
750 aktivis kemanusiaan anggota parlemen dari 12 negara wartawan
bersama 8 kapal lain akan menembus blokade Israel menuju Gaza membawa
bantuan kemanusiaan.

Dua belas orang anggota delegasi Indonesia dalam kafilah kapal
kemanusiaan Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) dijadualkan menaiki
kapal Mavi Marmara sore ini jam 5 (jam 9 malam WIB) dari pelabuhan
Antalya, di Laut Tengah, Turki. Keduabelas orang ini bergabung dengan
sekitar 750 orang aktivis kemanusiaan, lebih 50 negara.

Tujuan perjalanan ini adalah menembus pengepungan angkatan laut Israel
demi mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, kawasan Palestina yang
sudah hampir 4 tahun terakhir ini diembargo baik secara militer,
politik, dan ekonomi oleh Israel, Amerika Serikat, Mesir dan
lain-lain. Embargo itu dikarenakan rakyat Gaza memilih untuk tidak
tunduk pada kebijakan penjajah Israel dan menginginkan kemerdekaan
sepenuhnya bagi seluruh rakyat dan tanah Palestina yang sejak 63 tahun
lalu dijajah Israel.

Kafilah Freedom Flotilla yang terdiri dari 9 kapal yang digerakkan
oleh 6 organisasi non-pemerintah dari Turki, Inggris, Swedia, Yunani,
Aljazair dan Malaysia.

Di bawah kordinasi IHH (Insani Yardim Fakvi, organisasi kemanusiaan
terbesar di Turki), delegasi Indonesia yang sejak Kamis pekan lalu
berdatangan ke Istanbul, kini sepenuhnya siap berangkat ke Gaza.

“Dengan membersihkan hati dan meluruskan niat, hanya untuk mencari
ridha Allah, BismillahirRahmaanirRahiim… kami berdua belas mewakili
220 juta rakyat Indonesia, ikut dalam kafilah ini membantu
saudara-saudara kita di Gaza yang sedang dizalimi sekaligus menyatakan
‘tidak’ kepada kebiadaban penjajahan Israel selama 63 tahun terakhir
ini,” demikian dikatakan Ferry Nur, ketua delegasi Indonesia yang juga
Ketua Umum KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

Kafilah Freedom Flotilla memutuskan tetap berangkat sesudah 2 hari
tertunda karena menunggu kedatangan kapal dari Inggris yang terlambat.
Rencananya 4 kapal dari Inggris, 1 kapal dari Yunani, 1 kapal dari
Swedia, dan 3 kapal dari Turki tengah malam ini akan bergabung di
perairan Cyprus untuk selanjutnya masuk ke perairan Gaza.

Fahmi Bulent Yildirim, Presiden IHH, menyatakan bahwa kafilah Freedom
Flotilla akan berlayar dari perairan internasional langsung ke
perairan Gaza yang jauhnya lebih 80 mil dari perairan yang dikuasai
Israel. “Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi Israel untuk
menghalangi masuknya kapal-kapal ini ke Gaza,” tegas Bulent.

Namun begitu, baik pemerintah Israel maupun kelompok-kelompok
masyarakatnya, telah berkali-kali menyatakan akan menghalangi
kedatangan kapal-kapal ini dengan berbagai cara. Mulai dari ancaman
serangan militer, demonstrasi dengan 16 kapal, maupun dengan
menyiapkan bangunan dengan kapasitas 1000 orang yang akan dipakai
untuk memenjarakan seluruh anggota kafilah Freedom Flotilla.

Sejak akhir pekan lalu, 3 buah kamera sudah terus menerus menyiarkan
secara langsung (live) segala hal yang terjadi di kapal Mavi Marmara,
kapal utama kafilah ini, yang disiarkan lewat TURKSAT 3A dengan
downlink frequency 11,154, symbol rate 2222, polarization: horizontal,
FEC: 5/6. Gambar-gambar itu disiarkan 24 jam sehari secara streaming
maupun live di situs www.ihh.org.tr

Delegasi Indonesia bersepakat untuk berjanji setia dengan kepemimpinan
kafilah di bawah Fahmi Bulent Yildirim, pria Muslim keturunan Kurdi,
negeri asal Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi yang membebaskan kota
Al-Quds dari penjajah.

Delegasi Indonesia terdiri dari tiga lembaga swadaya masyarakat KISPA,
MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dan Sahabat Al-Aqsa, serta
5 orang wartawan dari Aljazeera Indonesia, TV-One, Hidayatullah.com,
Majalah Alia, dan Sahabat Al-Aqsha.

Perkembangan perjalanan kafilah Freedom Flotilla dan delegasi
Indonesia juga bisa dipantau lewat situs-situs:

www.kispa.org

www.mer-c.org

www.hidayatullah.com

www.sahabatalaqsha.com


------------------------------------





  

__,_._,___

Kirim email ke