AGAR SUKSES RAMADHAN, MULAILAH SAAT INI

Allahumma Barik lanaa fii Rajaba wa Syaâ’ban wa Barik lanaa fii Ramadhan. (Ya 
Allah Berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaâ’ban wa Berkahilah kami di bulan 
Ramadhan). (HR. Ahmad, No. 2228. Ath Thabarani, Al Muâ’jam Al Awsath, No. 4086, 
dengan teks agak berbeda yakni, Wa Balighnaa fii Ramadhan.( Al Baihaqi, 
Syuâ’abul Iman, No. 3654)
Hampir semua kita telah hapal doa di atas. Ya, itu adalah doa yang biasa kita 
ucapkan ketika memasuki bulan Rajab. Meski ada pendapat yang mengatakan hadis 
ini lemah, tetapi ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari doa tersebut.

Yang, pertama, mari kita lihat ujung dari doa tersebut, wa Barik lanaa fii 
Ramadhan / Wa Balighnaa fii Ramadhan . Meski doa ini untuk menyambut bulan 
Rajab, tetapi kita alam pikiran kita sudah diajak untuk memikirkan dan berharap 
bertemu Ramadhan. Apa maksudnya? Dengan doa ini kerinduan tentang keutamaan dan 
keagungan Ramadhan sudah ditanamkan dalam jiwa kita, karena begitu banyak 
keutamaan bulan Ramadhan itu, salah satunya di sebutkan dalam hadist Rasulullah 
s.a.w bersaba yang artinya kurang lebih; “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan 
karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. 
Bukhari No. 38, 1910, 1802) Disinilah relevansinya doa menyambut bulan rajab di 
atas. Bagaimana mungkin kita bisa bergembira menyambut ramadhan dengan segala 
keutamaannya jika memikirkan saja tidak!

Kedua, jika kita membaca sirah para salafus shalih, maka pada bulan rajab, 
mereka sudah mulai meningkatkan ibadah mereka baik yang wajib maupun yang 
sunnah. Apakah itu, puasa, sedekah maupun ibadah yang lainnya. Begitu pula 
menjelang bulan Sya’ban maka mereka semakin meningkatkan kualitas ibadah mereka 
lagi. Terutama memperbanyak shaum sunnah, hal ini sebagaimana tuntunan 
Rasulullah s.a.w yang bisa kita lihat dari hadist beliau yang bersumber dari 
Aisyah Radhiallahu ‘Anha juga, katanya: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam 
belum pernah berpuasa dalam satu bulan melebihi puasa pada bulan Syaâ’ban. (HR. 
Bukhari No. 1869) adapun keutamaan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban 
ini dijelaskan Rasulullah s.a.w sebagai berikut: Bulan Syaâ’ban, ada di antara 
bulan Rajab dan Ramadhan, banyak manusia yang melalaikannya. Saat itu amal 
manusia diangkat, maka aku suka jika amalku diangkat ketika aku sedang puasa. 
(HR. An Nasai, 1/322 dalam kitab Al Amali. Status hadits: Hasan (baik). Lihat 
As Silsilah Ash Shahihah No. 1898. Lihat juga Tamamul Minnah Hal. 412. DarAr 
Rayyah)

Dari sisi tarbiyah jasadiah (pendidikan fisik), anjuran Rasulullah s.a.w untuk 
memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban adalah sangat realistis, karena 
dengan memperbanyak sunnah di bulan itu, maka kita mendidik tubuh kita untuk 
terbiasa berpuasa sehingga begitu ramadhan datang, tubuh kita tidak Shock atau 
kaget. Dengan cara itu pula insyaAllah kita tidak akan menderita sindrom awal 
ramadhan seperti: badan terasa lemas, tidak bergairah dan bahkan sakit.

Ketiga Setiap doa menuntut usaha nyata, sebagai sunnatullah agar doa tersebut 
di kabulkan oleh Allah. Seperti jika kita memohon agar lulus dalam ujian, maka 
sunatullah-nya adalah kita berusaha dengan sebaik mungkin untuk mempersiapkan 
ujian tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga begitu saat ujian tiba kita bisa 
mengerjakannya dengan lebih tenang dan percaya diri baru setelah itu baru kita 
boleh berharap memperoleh nilai yang baik dan lulus dalam ujian dengan cara 
tawakal kepada Allah s.w.t.

Begitu juga ketika kita ingin mendapatkan keberkahan ramadhan maka paling tidak 
ada beberapa hal yang harus kita persiapkan:

’Ilmu yaitu segala ilmu yang terkait dengan bulan ramadhan, tentang fiqhus 
shiyam, fiqhuz zakat, seluk beluk mengenai al quran, tajwid, makhrajil huruf, 
dan sebagainya.
Mental menyiapkan diri kita untuk menyambut ramadhan dan memprioritaskan semua 
amaliyah ramadhan daripada amaliyah dunia lainnya.
RuhiyahMemperbanyak ibadah sunnah dan meningkatkan kualitas ibadah wajib
Persiapan Fisik dan Materi ramadhan membutuhkan fisik yang prima, oleh karena 
itu menjaga kesehatan tubuh agar bisa menjalankan ibadah ramadhan dengan baik. 
Selain itu juga mempersiapkan materi agar kita bisa bersedekah lebih banyak 
daripada bulan-bulan di luar ramadhan.

Semoga Allah mempertemukan dengan ramadhan mubarak dan memudahkan segala usaha 
kita untuk mendapatkan keberkahan di dalamnya.

Wallahu’alam bish shawab
sumber : milis sebelah

Kirim email ke