Iya, kalau soal ariel atau mirip arielnya sih, wallahu'alam deh.
Apalagi kalau soal mau jadi kader, kayaknya media seneng
banget kalau udah ada berita 'nyerempet2' seperti ini.
Cuma saya menyayangkan aja kenapa PKS pilihannya
berubah menjadi partai terbuka ya. Seperti kurang pede
atau takut jika tetap seperti partai islam sekarang. Hmm...
-- A. Yahya Sjarifuddin.
On 6/21/10 12:54 PM, Hariyawan wrote:
> berita-nya gak lengkap.
> yang bener boleh ariel-luna ke pks asal ahlak-nya kaya pks.
> apakah ariel-luna berahlak pks?
>
> On 06/21/2010 11:23 AM, A. Yahya Sjarifuddin wrote:
>> Dulu mau melakukan perubahan, sekarang, siapa yang berubah :)
>>
>> -- A. Yahya Sjarifuddin.
>> *
>>
>> PKS Siap Tampung Ariel-Luna*
>>
>> 21/06/2010 02:05
>>
>>
>>
>> Liputan6.com, Jakarta: Sebagai organisasi, Partai Keadilan Sejahtera
>> mengklaim diri sebagai partai terbuka. Mereka siap menerima anggota
>> dari kelompok nonmuslim, termasuk pasangan artis yang sedang
>> tersandung masalah, Ariel dan Luna Maya. Demikian yang mengemuka
>> dalam penutupan Musyawarah Nasional ke-2 PKS di Hotel Ritz-Carlton,
>> Sudirman, Jakarta, Ahad (20/6).
>>
>> Kali ini PKS tak main-main. Langkah politik yang cukup kontroversial
>> rupanya demi meraih target yang ditetapkan kepengurusan baru di bawah
>> kepemimpinan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq. Sebagai salah satu
>> partai Islam di Indonesia, PKS menargetkan menempati tiga besar
>> pemenang pemilu 2014.
>>
>> Manuver politik PKS diperkirakan bakal memperluas dukungan politik
>> dari masyarakat. Mengingat selama ini PKS dikenal partai berasaskan
>> Islam. Ini yang justru membuat jumlah suara PKS dalam pemilu tak
>> terlalu signifikan dibanding partai yang keanggotaannya terbuka.(AIS)
>>
>> http://berita.liputan6.com/politik/201006/282532/PKS.Siap.Tampung.Ariel.Luna
>
>
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)