Kantor saya memprogramkan untuk mengikutkan karyawannya secara bergilir. Oleh 
karenanya, sudah cukup banyak teman-teman yang alumni ESQ. Saya sendiri belum 
dapat giliran. Bulan Desember 2009 dan 25 Juni 2010 lalu di kantor diadakan 
pencerahan ESQ ini yang dibawakan oleh Alumni luar ESQ (bukan internal kantor).

Menurut saya, meskipun bukan termasuk orang yang mengagumi tata caranya, 
pelatihan ESQ ini termasuk pola dakwah yang kreatif di mana kesempatan untuk 
"mendakwahi" non muslim dapat dilakukan secara tersamar. Justeru, misalnya di 
kita, ada pihak yang secara kaku mengharuskan memolakan dakwah dengan cara 
tertentu saja, ini akan mengarah kepada kejumudan. Hal sama jika kita 
menerapkan hanya satu saja mazhab di antara yang empat semisal harus memakai 
Mazhab Syafi'i untuk segala tata cara ibadah.

Acara Golden Way-nya Mario Teguh yang padat nilai religiusnya (inklusif), bagi 
saya, lebih menarik daripada acara yang dibawakan Ary Ginanjar di TV One.

Just sharing ...

Wassallam / Jaerony.- 


  ----- Original Message ----- 
  From: A. Yahya Sjarifuddin 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, July 07, 2010 8:39 AM
  Subject: [Ar-Royyan-9803] ESQ Ary Ginanjar Dianggap Sesat Oleh Mufti Malaysia



  Rabu, 07/07/2010 07:28 WIB
  ESQ Ary Ginanjar Dianggap Sesat Oleh Mufti Malaysia
  Moksa Hutasoit - detikNews


  Foto: Facebook 

  Jakarta - Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian 
dinilai sesat oleh Mufti Malaysia. Ajaran ESQ dipandang banyak yang 
bertentangan dengan ajaran agama Islam.

  Dikutip dari situs www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7/2010), Fatwa Mufti Malaysia 
itu ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia, Datuk Hj. Wan 
Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010. Oleh Mufti Malaysia, ESQ dianggap 
ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam. 

  Ciri-cirinya, menurut Mufti Malaysia adalah, ESQ mendukung paham liberalisme 
karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas. ESQ mengajarkan bahwa 
pada dasarnya ajaran seluruh agama adalah benar dan sama.

  ESQ juga diangap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan 
pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul.

  ESQ dituduh telah mencampuradukan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran 
Islam. Mufti juga melihat jika ESQ menekankan konsep 'suara hati' sebagai 
rujukan utama dalam menentukan baik buruk suatu perbuatan.

  ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, 
bukannya Al-Quran dan Hadis. Mukjizat juga tidak dipandang di ESQ karena 
bertentangan dengan keadaan zaman sekarang yang serba logik.

  ESQ dinilai salah karena menggunakan Kod 19 rekaan dari Rasyad Khalifah untuk 
menafsirkan Al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku sebagai rasul dan membawa agama 
baru yang dinamakan 'submission'. Teori ini bahkan dipandang lebih tinggi 
dibanding Al-Quran.

  ESQ menyamakan bacaan Al-fatiha sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan 
ajaran Bushido Jepang. ESQ dianggap telah menafsirkan makna kalimat syahadat 
dengan "triple one". Menurut Mufti, itu adalah tafsiran sesat.

  Dalam laman facebook yang dibuat oleh pengikut ajaran Ary, salah seorang juga 
sempat menanyakan soal fatwa Mufti ini. Account dengan nama 'FKA ESQ 165 - 
Samarinda Kukar' tersebut meminta tanggapan dari pengikut yang lain terkait 
fatwa Mufti.

  Hingga kini Ary Ginanjar belum bisa dihubungi. Dia masih berada di luar 
negeri. Sedangkan sekretarisnya, Susi, tidak mau mengomentari fatwa ini. 
(mok/asy) 


  Rabu, 07/07/2010 08:05 WIB
  ESQ Ary Ginanjar
  Dilarang di Malaysia, Banjir Pujian di Indonesia
  Moksa Hutasoit - detikNews

  Jakarta - Mufti Malaysia sudah memutuskan jika Emotional and Spiritual 
Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian dianggap melenceng dari ajaran agama 
Islam. Namun di Indonesia, yang mayoritas beragama muslim, ESQ Ary tetap 
dikagumi.

  Berdasarkan laman facebook Ary yang dibuat oleh pengikutnya, ajaran ini 
mendapat pujian habis-habisan. Mereka umumnya terpukau dengan ajaran yang 
disampaikan Ary. Bahkan tidak sedikit dari mereka, yang total jumlahnya 
mencapai 33.348, menilai ajaran Ary justru semakin mendekatkan dengan Allah.

  Tengoklah apa yang ditulis oleh Nawal Maimon Ab Wahid. "Semoga Allah 
menambahkan kekuatan kepada Bapak untuk memperbaiki ummah masa kini yg smakin 
lalai dr menginati Allah sedang mati itu smakin mndekati kita,".

  Salah seorang lagi, Ryan Nugraha menuliskan hal yang serupa. "3x saya 
mengikuti training ESQ di bandung,, alhamdulilah saya bisa mendekatkan diri pd 
Allah.. gada yg bisa di ungkapkan dg kata2.. saya perlu training lagi.. saya 
sedang dalam kesulitan saat ini..."

  Atau lihatlah komentar Eny Widya. "Assalamu'alaikum pak,, salam kenal dari 
saya!! Sungguh ilmu yg bermanfaat, rasanya tentram hati saya saat mendengar bpk 
berbicara dgn ilmu ESQ nya, semoga Allah akan memberikan petunjuk bg kita smua 
untuk belajar mjd lebih baik lg dan lagi.Amin"

  Sebelumnya, berdasarkan fatwa Mufti wilayah persekutuan Malaysia, tanggal 10 
Juni 2010, ESQ Ary dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah 
Islam. Banyak ajaran Ary yang dipandang Mufti, sangat bertolak belakang dengan 
ajaran Islam.

  Hingga kini Ary Ginanjar belum bisa dihubungi. Dia masih berada di luar 
negeri. Sedangkan sekretarisnya, Susi, tidak mau mengomentari fatwa ini. 
(mok/asy) 

<<Ary.jpg>>

Kirim email ke