Tak mbantuan njawab Pak.
Kalau KRL Express dari Bojong, ada yang berangkat jam 06:05, ada juga yang
jam 08:00. Yang kedua ini jago molor, biasanya sekitaran jam 08:30.
Kalau mau bepergian bareng keluarga di hari kerja, disarankan pake dua KRL
itu. Kalaupun nggak dapat duduk - lantaran pada berebut saat naik - bisa
gelaran koran di bawah (lesehan).
Moga-moga dapat ngebantu Pak.
Wass / Jaerony.-
----- Original Message -----
From: "Maz Praz" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, July 15, 2010 8:07 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-9822] Fw: Stasiun Bogor Tiru Pengelolaan Stasiun
Beos
Pak, tanya dong. KRL Bojong Exprress tuh adanya jam berapa aja yak?
Kalo Express laennya gak brenti di Bojong khan?? Sori, bukan pengguna
rutin. Mohon infonya..
Pada 15 Juli 2010 09:42, Agus Rasyidi <[email protected]> menulis:
Mudah-mudahan kabar bagus buat warga Gaperi, khususnya yang menggunakan
moda
transportasi kereta rel listrik.
----- Original Message -----
From: FUTSALkrlmania
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 15, 2010 7:58 AM
Subject: [KRLMania.com] Stasiun Bogor Tiru Pengelolaan Stasiun Beos
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/07/14/stasiun-bogor-tiru-beos
Stasiun Bogor Tiru Pengelolaan Stasiun Beos
Rabu, 14 Juli 2010 - 21:38 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Kemacetan di Bogor sudah menjadi masalah klasik. Salah
satu penyebab menumpuknya jumlah kendaraan di Kota Bogor adalah akibat
terfokusnya pemberangkatan Kereta Api dari Stasiun.
Kota Bogor yang terletak persis di jantung Kota Bogor, Jalan Nyi Raja
Permas. Hal ini mengakibatkan berbondong-bondongnya angkutan kota (angkot)
masuk dan keluar menuju stasiun.
Untuk itu, pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor kini berupaya memecahkan
masalah kemacetan di Bogor dengan cara membatasi jumlah kereta api yang
masuk ke Stasiun Kota Bogor.
Ke depan, studi kasus pemindahan pusat keberangkatan kereta api dari St.
Beos ke St. Gambir mungkin akan diadopsi oleh pemerintah Kota Bogor.
Hal ini akan diusulkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor kepada PT
KAI selaku operator perkeretaapian di Indonesia sebagai solusi ini menjadi
salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan di kota Bogor.
Diketahui, dari hasil pengamatan sementara, hampir 80% pengguna kereta api
adalah warga Kabupaten Bogor, bukan warga Kota Bogor. Namun, karena
keberangkatan kereta berpusat di Kota Bogor, membuat warga Kabupaten Bogor
setiap harinya berduyun-duyun masuk ke wilayah kota Bogor . Ini berdampak
langsung pada kemacetan dan kesemerawutan di kota.
“Bagaimana Pak Wali kalau di stop saja stasiun kereta di Bogor. Karena 80%
pengguna kereta adalah warga kabupaten, dengan adanya penumpang yang
berpindah dari kereta ke angkot, maka angkot berebut masuk ke wilayah
jantung kota bogor. Tidak ada lagi mereka menggubris aturan lalu lintas.
Siapa yang akan menyetop mereka kalau mereka masuk pagi-pagi dan menjemput
kembali pada jam 5 sore sampai jam 9 malam. “Ini termasuk salah satu
rekayasa lalun lintas yang harus kita kembangkan,” kata Bupati Bogor
Rachmat
Yassin dalam acara Bogor Economic Summit, di Hotel Novotel Bogor, Rabu
(14/7)
Walikota Bogor Diani Budiarto pun sepakat dengan ide tersebut. Menurutnya,
pihaknya kini telah memberikan data dan masukan kepada PT KAI.
Usulannya yaitu stasiun utama akan dibuka di Cilebut. Kemudian akan dibuka
akses ke Parung, Bojong dan pusat kota.
“Sekarang kan banyak orang kabupaten yang ke kota terus ke kabupaten lagi,
jadi nanti orang kabupaten tidak perlu ke kota lagi. Ini masalah akses
saja.
Yang bikin penuh kan orang kabupaten, coba lihat kalau pagi. Jadi ini
bukan
mengambil alih, tetapi hanya memindahkan saja. Seperti halnya antara
Stasiun
Gambir dan Stasiun Kota. Ini bukan hal baru (di dunia perkeretaapian),”
ungkapnya.
Diani pun menekankan bahwa Stasiun Bogor tetap beroperasi. Namun
pemberangkatan kereta tidak lagi dipusatkan di Bogor, tetapi di Cilebut.
“Stasiun Bogor masih beroperasi, seperti Stasiun Kota dan Gambir.
Sekarang tidak semua kereta masuk ke Stasiun Kota, tapi ke gambir. Jadi
hanya yang masuk ke kota yang turun di situ, sisanya turun di sana
(Stasiun
Gambir),” jelasnya.
Namun, Diani menegaskan bahwa sekali lagi, pilihan tersebut akan
diputuskan
oleh PT KAI. Bukan pemerintah Kota Bogor, apalagi Pemerintah Kabupaten
Bogor. “Ini tergantung PT KAI. Yang menentukan pindah kemana itu bukan
kita,
kita hanya memberikan masukan saja, ini kondisinya begini. PT KAI yang
menentukan,” kata Diani.
Tentunya, masyarakat Bogor berharap bahwa apapun yang akan diputuskan
kelak,
adalah keputusan yang terbaik demi kemashalatan bersama, bukan demi
keuntungan satu atau segelintir orang semata. (yopi/dms)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR.
Bukhari)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)