Tuhan & Pengembara

From: <[EMAIL PROTECTED]>

      Ada seorang pengembara yang sangat ingin melihat pemandangan yang ada di balik 
suatu gunung yang amat tinggi. Maka disiapkanlah segala peralatannya dan berangkatlah 
ia. Karena begitu beratnya medan yang harus dia tempuh, segala perbekalan dan 
perlengkapannya pun habis. Akan tetapi, karena begitu besar keinginannya untuk melihat 
pemandangan yang ada di balik gunung itu, ia terus melanjutkan perjalannya. Sampai 
suatu ketika, ia menjumpai semak belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada 
jalan lain selain ia harus melewati semak belukar itu. 

Pikir pengembara itu "Wah, jika aku harus melewati semak ini, maka kulitku pasti akan 
robek dan penuh luka. Tapi aku harus melanjutkan perjal anan ini." Maka pengembara 
itupun mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu. Ajaib, pengembara itu tidak 
mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian melanjutkan 
perjalanan dan berkata dalam hati "Betapa hebatnya aku.      Semak belukarpun tak 
mampu menghalangi aku." 

Selama hampir 1 jam lamanya ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam 
berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu. Pikir 
pengembara itu untuk kedua kalinya "Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti akan   
berdarah dan terluka. Tapi aku tetap harus melewatinya." Maka dengan segenap tekadnya, 
pengembara itu berjalan. Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil itu sedikitpun 
dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja.
      Sekali lagi ia berkata dalam hati : "Betapa hebatnya aku. Kerikil tajampun tak 
mampu menghalangi jalanku." 

Pengembara itupun kembali melanjutkan perjalanannya. Saat hampir sampai di puncak 
gunung itu, ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi 
jalannya, dan tak ada jalan lain selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu 
untuk yang ketiga kalinya : "Jika aku harus mendaki batu-batu ini, aku pasti akan 
tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di puncak itu. 
Aku harus melewatinya." Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan 
ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara itu tidak merasakan sakit di 
tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah. "Betapa hebatnya aku. Batu-batu 
terjal inipun tidak dapat menghalangi jalanku." Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan 
sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia meihat      pemandangan yang 
sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat pengembara 
itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok manusia yang penuh luka sedang 
duduk memandanginya. Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh luka tusukan dan 
darah. Ia tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya. 
Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : "Mengapa 
tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena segala rintangan yang ada tadi? Tidak 
bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah 
engkau sebenarnya ?" Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh kasih : "Aku 
adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan 
ini, mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini. Ketahuilah, saat engkau 
harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri merobek 
kulitmu. Saat kau harus melewati kerikil tajam,      maka Aku menggendongmu supaya 
kakimu tidak tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku menopangmu 
dari bawah agar tak satupun tulangmu patah. Ingatkah engkau kembali padaKU ?" 
Pengembara itupun terduduk dan menangis tersedu-sedu. Untuk kedua kalinya, Tuhan harus 
menumpahkan darahNya untuk suatu kebahagiaan.

      Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita.
      Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala
      rintangan tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di sana. Dan sekali lagi, Tuhan 
harus berkorban untuk keselamatan kita. Maka, seperti Tuhan yang tak mampu menolak 
untuk menyertai anakNya, dapatkah kita juga tak mampu menolak segala kasihNya dalam 
perjalanan hidup kita dan membiarkan tanganNya bekerja dalam hidup kita?
==========================================
Menyangkal diri
From: "Marco Suherman" <[EMAIL PROTECTED]>

Kemarin setelah saya membeli DVD The Day After Tommorow, saya membeli DVD Van Helsing, 
dan hari ini saya memikirkan untuk membeli DVD Chronicle of Riddick
yang bahkan beli diputar di bioskop Indonesia.

Saya jadi berpikir kenapa saya suka menonton film yang berisi kekerasan, darah, 
perkelahian dsbnya, kalau dulu saya malah suka nonton film yang menyajikan
tentang seks dan sejenisnya, juga foto-foto wanita telanjang dan pornografi, cuma 
sekarang suka ngak lagi, walaupun masih banyak film yang menyajikan itu,
apalagi internet.

Pikiran saya jaid merenungkan tentang FirmanNya, "Sangkal dirimu, pikul salibmu dan 
ikut Aku" terutama tentang sangkal diri. 

Kalau mau sangkal diri, sebaiknya saya memang jangan lagi menuruti hawa nafsu saya 
untuk menonton film yang seperti "itu". Ataupun makan makanan yang tidak perlu, 
ataupun yang tidak sehat, yang hanya memuaskan hawa nafsu saya. Saya yakin pemikiran 
ini Tuhan bawakan buat saya supaya saya bertumbuh lebih baik. Mungkin bukan cuma 
nonton film dan makanan, pasti masih banyak yang lainnya. 

Sebaiknya saya lebih banyak membaca FirmanNya, merenungkan tentang bagaimana 
melakukannya, daripada banyak hal yang memuaskan diri saya sendiri tapi malah
menghabiskan banyak waktu saya untuk dekat dengan Tuhan dna FirmanNya. 

Marco


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke