II. HIRARKI DALAM KELUARGA
Suami/ seorang Bapak mempunyai tanggung-jawab di dalam fungsi keluarga, dalam hubungan keluarga kepada masyarakat. Demikian juga Ibu/ isteri juga bertanggung jawab kepada keluarga, begitu juga jemaat kepada Kristus. Keluarga adalah bagian dari masyarakat. Maka hendaknya keluarga Kristen bisa mencerminkan kasih Kristus. Efesus 5:22-25 5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya Suami adalah kepala keluarga yang menjadi pengayom bagi istri dan anak-anaknya. Keluarga harus mencerminkan prinsip Kerajaan Allah. Bila cermin pemerintahan Allah ada dalam suatu rumah tanggga, berarti Yesus ada di atas suami. Dalam hal ini wewenang yang dimiliki suami bukan wewenang untuk digunakan semena-mena. Tetapi wewenang yang dibungkus dengan kasih Kristus demi kemuliaan Allah dan tegaknya rumah tangga Allah atau pemerintahan Allah dalam keluarga. Untuk ini seorang suami harus menjadi imam. Dalam hal ini harus ditegaskan bahwa hubungan suami istri dapat menjadi lambang hubungan Kristus dengan jemaat Allah menentukan suami harus menjadi imam dalam keluarga. Seperti Kristus berkorban untuk jemaat, demikian pula suami harus berkorban bagi keluarga. Hal ini juga ditegaskan oleh Allah Bapa dalam Kejadian 3:19, bahwa manusia (laki-laki) akan berpeluh dalam mencari nafkah. Dalam Efesus 5:25, disebutkan bahwa suami harus mengasihi istri seperti "Kristus mengasihi jemaat". Dalam hal ini, suami harus melihat kasih Kristus sebagai prototype atau teladan kasih yang harus dikenakan terhadap istri. Untuk itu kita harus mengerti tempat Kristus bagi jemaat. Kristus adalah kepala atau pemimpin yang memimpin kepada kebenaran. Salah satu ciri keluarga yang sehat adalah ketika seorang Bapak benar-benar bertindak sebagai kepala/ commander yang sekaligus menjadi pengayom/ pelindung keluarganya dengan penuh kasih. Seorang Bapak yang menjadi kepala/commander di keluarganya akan berdampak pada kesuksesan pekerjaannya, karena secara psikis dia mempunyai jiwa yang sehat dan ini salah satu modal kesuksesan karir seorang laki-laki. Di beberapa koran di Singapura sering memuat banyak kasus seorang suami meminta perlindungan hukum, karena mereka "ditindas" istri. Penindasan ini kadang bersifat fisik dan psikis; penindasan bersifat psikis adalah "kasus yang terbesar", seorang istri "mengomel tiada henti". Ini akan berdampak buruk terhadap karir suami juga kejiwaan suaminya, ada yang menjadi makin "tumpul" kemampuannya ketika bekerja; tidak kreatif; tidak bergairah dalam bekerja; atau malah menjadi seorang yang "workaholic". Lebih suka bekerja daripada tinggal di rumah. Tidak jarang kita jumpai ada keluarga dimana Suami tidak ditempatkan sebagai "kepala" atau sebagai "imam" dalam keluarga. Seorang Istri bisa menjadi sangat dominan penentu keputusan dalam keluarga. Ini banyak terjadi ketika si istri mempunyai karir lebih hebat, punya kemampuan intelektual lebih dari sang suami. Atau mungkin karena sang istri memang mempunyai sifat "dominan". Sikap istri yang terlalu dominan membawa suasana rumah-tangga menjadi tidak sehat. Lazimnya memang laki-laki yang memegang kendali keluarga (sesuai Firman Allah). Sikap dominan istri akan menimbulkan konflik bagi jiwa si suami dan anak-anaknya. Mungkin konflik ini kadang tidak terlihat nyata karena mungkin sang suami tidak mempermasalahkan bahwa istri yang memegang "perintah". Tetapi ini tetap saja akan menjadi suatu konflik sebab "nature" laki-laki adalah diciptakan untuk menjadi "imam". Hakekat perempuan sejak semula diciptakan adalah sebagai "penolong yang sepadan" bukan untuk menguasai suami, janganlah menuntut yang berlebihan akan merusak seluruh tatanan kehidupan Roma 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Setiap kali terjadi "penyalahgunaan wewenang" dalam keluarga, selalu akan membawa suasana berkeluarga tidak baik; saat suami berlaku sebagai "diktator" atau istri yang "memegang kuasa penuh" berpotensi besar untuk membuat rumah-tangga tidak harmonis. Memang kadang-kadang kita jumpai ada ketimpangan diantara suami-istri. Sang istri mungkin jauh lebih pandai, lebih pintar mencari uang, lebih cakap dan sebagainya. Apabila suami "memiliki kekurangan", maka sebaiknya istri lebih banyak bisa menopang suaminya dalam kasih dan doa. Sebab istri biasanya memiliki kepekaan yang lebih atau waktu yang lebih dalam perkara-perkara rumah-tangga. Namun apabila istri memiliki "kekurangan" dibanding suami, maka sang suami akan menjadi pelindung yang penuh kasih. Bersambung............... Blessings, Bagus Pramono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IYOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [EMAIL PROTECTED] Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED] WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!) -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

