V. KONFLIK DALAM PERNIKAHAN
 
 
1. KONFLIK
 
BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB KONFLIK HUBUNGAN SUAMI ISTRI :
 
1. Perbedaan latar belakang
 
- Pendidikan 
- Status sosial 
- Hobby 
- Pandangan/wawasan 
- Ras, Adat-istiadat (suku) 
 
2. Perbedaan kepribadian
 
- Gaya pribadi (dominan, intim, stabil, cermat) 
- Tipe pribadi (sanguin, plegmatik, melankolik, kolerik) 
- Orientasi pribadi (non struktural- struktural, tugas-orang)
 
"Pernikahan adalah perpaduan emosi dua pribadi yang saling berfungsi, meskipun 
keduanya berbeda dan tetap memegang teguh jati-diri masing-masing. Namun mereka adalah 
satu-kesatuan. Konsep Alkitabiah mengenai hal ini tertulis dalam Kejadian 2:24 "Satu 
daging."
 
Jika ada konflik dalam hubungan suami-isteri, cobalah mencari akar penyebab dari 
konflik itu, misalnya ketidak-mampuan untuk menerima orang lain seperti apa adanya. 
Tidak mengampuni, kurangnya pengorbanan bagi pihak yang lain, dsb.  Naikkan doa 
syafaat bagi pasangan kita, memuji Allah untuk apa yang akan Dia kerjakan. Jikalau 
mungkin ajaklah pasangan anda untuk berdoa bersama, karena jika kita sepakat meminta 
sesuatu maka Allah akan mengabulkannya :
 
Matius 18:19 
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta 
apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
 
Doakanlah pasanganmu yang menyakiti hatimu, karena sebagai murid Yesus kita diminta 
untuk serupa dengan Dia yang pengasih dan penyayang
 
Mazmur 103:8 
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
 
Dalam keadaan tertentu, ada baiknya kita berdoa dan berpuasa untuk memohon pertolongan 
Tuhan atas konflik yang terjadi dalam pernikahan/ keluarga, berpuasa tidak selalu 
bertendensi kepada "tidak makan/ minum". Berpuasa bisa punya arti luas; menahan emosi; 
menahan untuk tidak mengeluh; menahan kelakuan untuk menang sendiri dan lain-lain. 
Bila ada orang yang rela berpuasa untuk orang-orang yang terlibat masalah, bersyafaat 
dan berdiri dihadapanNya bagi saudaranya yang lemah, Allah berjanji untuk memberkati 
puasa itu dan memperbaiki kerusakan hubungan kita di dalam berkeluarga.
 
Yesaya 58:6-12 
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu 
kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang 
teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu 
orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya 
engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! 
58:8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih 
dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan 
belakangmu. 
58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan 
berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi 
mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan 
memfitnah, 
58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan 
memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan 
kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 
58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang 
kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan 
baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. 
58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki 
dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki 
tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
 
Jawaban dari Konflik dalam pernikahan, bukanlah meninggalkan pernikahan atau 
perceraian. Melainkan izinkan Yesus untuk memerintah di dalam pernikahan. Karena Yesus 
adalah satu-satunya yang dapat merobohkan tembok-tembok kekerasan yang memisahkan 
suami dengan isteri dengan kasihNya. 
 
Efesus 2:14 
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang 
telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
 
 
2. MENGHINDARI KONFLIK; THANKFUL HEART 
 
Hati yang mengucap syukur hanya ada pada orang-orang yang memahami berkat yang sudah 
diterima dari Tuhan. Orang yang suka mengucap syukur, jarang terlibat dalam suatu 
konflik.
 
Ibrani 13:15 
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada 
Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
 
Jangan bosan mengucapkan "terima kasih" pada hal-hal yang kecil sekalipun terhadap 
pasangan anda, seperti ketika salah satu pasangan membereskan meja makan atau membuang 
sampah. Terima kasih adalah kalimat yang mempunyai pengaruh begitu besar. Saya 
menyebutnya "magic words", ucapan terima kasih itu membuat kita merasa lebih dihargai 
sehingga kita menjadi ingin melakukan lebih pada orang yang mengucapkannya. Jika kita 
ingin dihargai maka hargailah dulu orang lain. Jika kita ingin dihormati maka hormati 
dahulu orang lain. Ini juga berlaku mutlak bagi pasangan kita.
 
 
3. TINDAK LANJUT MENGATASI KONFLIK PERNIKAHAN
 
a. Buatlah daftar dari hal-hal yang dapat kita banggakan dari pasangan kita. Tiap-tiap 
hari nikmati bersama 5 dari hal-hal tersebut, dari-pada mengkritik, untuk paling 
sedikit seminggu lamanya. Teruskan sampai daftarnya habis.
 
b. Membina komunikasi dan mendiskusikan bersama apa yang menjadi harapan dan impian 
suami-istri tersebut terhadap keluarganya. Mungkin dimulai dengan membicarakan hal-hal 
umum seperti memilih rumah idaman, menata dekorasi rumah atau merencanakan anggaran 
biaya sekolah anak dsb. Semakin tinggi frekuensi pasangan melakukan diskusi dan saling 
berdialog, akan membuat hubungan menjadi lebih akrab. Mengapa hal seperti ini begitu 
penting? Setiap pasangan, bahkan yang paling berbahagia sekalipun, pasti akan melewati 
masa-masa sulit ketika mereka menemui ketidak-sepahaman dalam memecahkan sebuah 
masalah. Dengan demikian, akan timbul perasaan dalam diri keduanya sebagai sebuah tim 
yang harus meng-golkan cita-cita, yakni mempertahankan keutuhan pernikahan. 
 
c. Usahakan selalu menghargai pendapat pasangan kita. Ketika saling bertukar cerita, 
jangan pernah saling menjatuhkan. Sebaliknya, ajang komunikasi tersebut dijadikan 
sarana untuk mengekspresikan rasa setia dan mempertebal komitmen serta memperkuat 
cinta. Jika hal itu terlaksana dengan baik, niscaya masing-masing pihak akan merasakan 
keuntungan hidup berumah tangga.
 
 
4.  PERSELINGKUHAN
 
Tidak ada orang yang suka dikhianati, demikian juga tidak ada yang merasa senang jika 
mengetahui pasangannya sedang berselingkuh. Allah tidak setuju terhadap hal ini. Namun 
bagaimana jika kita menghadapi hal ini? Pertama; anda jangan membiarkan diri kita 
dikuasai emosi sehingga melakukan hal-hal yang tidak baik atau bahlan lebih jauh 
melakukan tindakan melanggar hukum/ melakukan tindakan kriminal. Kedua, cobalah 
memahami bahwa setiap orang yang melakukan perselingkuhan, "tahu bahwa dirinya sedang 
berbuat dosa". Tidak peduli dia orang Kristen atau bukan, mereka tahu bahwa 
perselingkuhan itu salah. Sebab masalah ini juga merupakan pelanggaran norma yang 
berlaku di masyarakat. Ketiga, menangkan kembali pasangan anda untuk kembali dan 
mempunyai tanggung-jawab dalam rumah tangga.
 
Maka apabila anda mendapati pasangan kita sedang berselingkuh janganlah memberikan 
jugdement-judgement dengan kemarahan tak terkendali yang akan membuatnya lebih 
menjauhi anda. Tetapi berusahalah untuk meyakinkan pasangan anda bahwa dia mempunyai 
tanggung jawab terhadap pernikahannya dan tanggung-jawab terhadap anak-anaknya. 
Terlebih lagi tanggung jawab kepada Tuhan. Tunjukkan kasih kepada pasangan kita bahwa 
kita inilah "yang paling special" untuknya, dan  curahkan perasaan kita kepadanya. 
Bersikaplah bahwa anda ini patut untuk dicintai, dan mudah untuk dicintai. 
 
Percayalah bahwa kemudian dia tidak akan pernah meninggalkan anda, ini penting untuk 
membangun "konsep diri" dan selalu berusaha berpikir positif. Tentu saja, hal ini 
kadang sulit sekali untuk dilakukan; malah yang sering terjadi kita menjadi histeris 
dan sulit berpikir dengan kepala dingin. Pada saat demikian, obat yang paling mujarab 
adalah "DOA", Tuhan adalah "konselor" terbaik, dan paling bijaksana. Dia tidak akan 
pernah membocorkan rahasia-rumah tangga kita kepada orang lain. Kita melihat banyak 
contoh yang dilakukan Raja Daud, dia sering melepaskan kehancuran hatinya dihadapan 
Tuhan.
 
Kadang ada baiknya melakukan "sharing/ mengungkapkan keluh-kesah" kepada 
sahabat-sahabat kita; mereka bisa menjadi "the shoulder to cry on", tetapi ada 
buruknya juga; Bahwa gossip rumah-tangga sering bocor dari mulut seorang teman. Dan 
kadang malah berdampak buruk. 
 
 
MENGAPA BISA TERJADI PERSELINGKUHAN?
 
Perselingkuhan terjadi sebagai sebab kita membiarkan hati kita untuk dicobai. 
Bagaimanakah dosa itu lahir?. Bagaimanakah kita berkomunikasi? :
 
Yakobus 1:14-15 
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan 
dipikat olehnya. 
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu 
sudah matang, ia melahirkan maut.
 
Seseorang yang mengalami perselingkuhan, dia sedang ada dalam "accident/kecelakaan" 
terhadap suatu komitmen. Kita tahu kadang-kadang kecelakaan terjadi akibat sikap 
teledor dan kesengajaan. Yakobus mengatakan "dia dicobai oleh keinginannya sendiri, 
terseret dan terpikat olehnya". Getaran akibat perasaan "cinta" terhadap lawan jenis 
yang tidak semestinya, kadang memang sulit dibendung. Kadang pesonanya mengaburkan 
segala komitmen dan pengetahuan tentang kebenaran. Dan setiap orang tidak terkecuali 
orang baik-baik, rohaniawan, berpendidikan atau tidak, kaya, miskin, semuanya punyai 
potensi mengalami "accident" ini.
 
Menurut Psikolog Darmanto Jatman; "Apabila istrimu menceritakan figur rekan 
laki-lakinya dengan perasaan kagum lebih dari 3 kali sehari, tolonglah dia sebab dia 
sedang jatuh cinta". 
 
Perselingkuhan timbul karena ada kecocokan; dalam berdialog itu yang utama, ketika 
mereka menemukan kecocokan ini, maka sangat berbahaya, bisa berlanjut ke jenjang yang 
lebih dalam dan akan susah mengakhirinya. Perselingkuhan yang didasari oleh pemenuhan 
kebutuhan emosi (jiwa) lebih susah diakhiri daripada perselingkuhan yang hanya 
didasari oleh hasrat seksual. 
 
Namun perselingkuhan tidak selalu berkonotasi "kontak seksual". Perselingkuhan bisa 
menimpa siapa saja. Ternyata, menangkal pernik- pernik perselingkuhan tidak semudah 
yang kita duga, karena godaannya cukup besar.  Tuhan Yesus memberikan peringatan sbb :
 
Matius 5:27-28 
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta 
menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya
 
Definisi perselingkuhan adalah "hubungan pribadi di luar nikah,  yang melibatkan 
sekurangnya satu orang yang berstatus nikah", dan didasari oleh tiga unsur: 
 
1) saling ketertarikan 
2) saling ketergantungan
3) saling memenuhi secara emosional dan seksual.
 
Kata berselingkuh, dalam kamus bahasa Indonesia berarti curang, atau tidak jujur, atau 
tidak berterang-terangan, atau corrupt, sering kali kita tidak menyadari bahwa 
berselingkuh adalah satu perkara yang tidak berkenan kepada Allah.
 
Ketika kita menghadapi kenyataan bahwa pasangan kita berselingkuh, jangan cepat-cepat 
menghakiminya dengan rentetan cacian, hujatan dan kemarahan yang bertubi-tubi. Pahami 
dia sedang mengalami "accident" yang harus segera "ditolong" untuk lepas dari 
jeratannya. Pahamilah mengapa dia berselingkuh, adakah kekurangan kita, adakah 
kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja kita lakukan terhadapnya, atau mungkin kita 
mengabaikan kebutuhannya sekian lama. Hati yang lapang dan sikap pengampunan sangat 
diperlukan untuk pengobatannya. Sadari bahwa anda-lah tokoh utama penyelamat 
pernikahanmu, bukan pihak ketiga (pendeta, saudara, orang-tua, teman-teman, dll.) dan 
pasangan anda adalah harta milikmu.
 
Pahami; adakah hal-hal yang tidak bisa dia bagikan (sharing)-kan denganmu? Apakah dia 
nyaman ketika menceritakan tentang urusan pekerjaannya denganmu? Apakah anda menjadi 
pendengar yang baik setiap kali dia berkeluh-kesah? Apakah anda bisa menjadi penolong 
yang diandalkan dalam menghadapi kesulitan yang dihadapi. Ketika tidak-ada kecocokan 
dalam dialog suami-isteri maka disinilah awal timbulnya keretakan.
 
Seringkali seorang suami memendam sendiri urusannya dan tidak mau menceritakannya 
kepada isterinya karena yakin jika isterinya tahu, dia akan marah besar. Kadang hal 
ini bisa menumpuk dan membuatnya penat. Dan bahayanya jika suami bertemu dengan 
seorang wanita yang bisa menjadi pendengar yang baik, maka disitulah awal 
perselingkuhan itu. 
 
Fungsi isteri adalah menjadi penolong yang setia maka ini harus selalu diingat, agar 
istri benar-benar menjadi pribadi yang patut dipuja oleh sang suami. Demikian juga 
sebaliknya seorang suami bisa mengabaikan fungsinya, sehingga istri mungkin lebih suka 
curhat ke rekan-rekan lainnya. Lebih nyaman berbagi airmata kepada orang lain 
dari-pada suaminya sendiri. Ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik.
 
Kasihilah pasanganmu dengan jiwamu, ungkapkan itu terus-menerus kepadanya. Supaya dia 
senantiasa ingat bahwa dia memiliki harta yang hebat di rumah. Ucapkan kata "aku 
mengasihimu/ I love you" setiap hari. Peluk dia dengan kasih, bicaralah dengan bahasa 
yang sopan dan lembut, hargai setiap pendapatnya, hormati dia, maka dia tidak akan 
pernah meninggalkan anda. Saya sangat menyukai ungkapan dari penulis Lenny Cohen "I 
love you everyday, and twice on Sunday" kedengarannya lucu, tetapi indah didengar, 
bukan?!
 
Seks adalah sarana kasih dalam pernikahan, walaupun bisa dikatakan sebagai 
"kebutuhan-wajib" tetapi terlebih penting adalah "relationship" suami-isteri. Bina-lah 
kecocokan antara anda dan pasanganmu. Kasih itu tidak hanya dimulut saja. Sebagai 
contoh; seorang suami mengasihi istripun dikatakan seperti mengasihi diri sendiri, 
tidak mungkin kita akan menghancurkan diri sendiri, atau menghancurkan tubuh sendiri. 
Dengan kata lain; jika kita merusak penikahan artinya kita merusak tubuh sendiri 
(suami-isteri adalah satu tubuh). Kristus adalah kepala daripada jemaat, suami adalah 
kepala dari pada rumah tangga, bagaimana menyatakan kasihnya, saling menyatakan timbal 
balik dalam perbuatan yang nyata, sekali lagi karena ini adalah kehendak Allah: 
 
Efesus 5:28-32 
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: 
Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan 
merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
 
Tubuh kita adalah bait Allah, mari kita pelihara bait suci Allah ini. Kekacauan akibat 
perselingkuhan akan mempengaruhi kehidupan keluarga kita. Seorang anak tidak bisa 
menghormati orang-tuanya jika mereka tahu orang-tuanya melakukan perselingkuhan. 
Sebagai akibat apa yang perbuat orang tuanya, kekacauan ini akan berpengaruh terhadap 
kesehatan emosional anak-anak kita. Kita lihat contoh di Alkitab bagaimana Absalom 
tidak pernah bisa hormat kepada Daud ayahnya, karena dia tahu ayahnya berselingkuh 
dengan Betsyeba. Absalom menjadi sosok yang memberontak bapaknya sendiri sampai akhir 
hayatnya. Inilah kedasyatan Alkitab, yang selalu jujur menulis kehidupan para nabi. 
Ini dimaksudkan sebagai pembelajaran dan contoh yang harus dihindari bagi umat Tuhan 
selanjutnya.
 
 
5.  MENJAGA PERNIKAHAN TETAP HARMONIS
 
Seorang ibu tidak akan pupus perasaan cintanya kepada anak-anaknya, tetapi dia bisa 
kehilangan rasa cintanya kepada suaminya. Kenyataan ini lazim ditemui. Padahal kita 
akan tinggal serumah selama-lamanya dengan suami/ isteri kita sampai kematian 
menjemput. Saat anak-anak kita beranjak dewasa dan menikah kitapun tetap tinggal 
bersama dengan suami/istri kita. Maka disinilah pentingnya pembinaan hubungan 
suami-istri untuk tetap harmonis, karena "you're going to live with him/her forever". 
Jadikanlah suami/isteri kita itu "soul mate" atau "pasangan jiwa" yang tidak terpisah. 
Berikut langkah-langkah menjadikan pernikahan tetap harmonis :
 
 
a. WAKTU BERDUA
 
Salah satu persoalan terbesar dalam perkawinan saat ini adalah kurangnya waktu dalam 
kebersamaan. Namun, pasangan yang berbahagia tersebut selalu mengatur jadwal mereka 
untuk dapat meluang waktunya bersama, setidaknya seminggu sekali. Walaupun sudah 
menikah lama, kita tetap memerlukan waktu untuk berdua, seperti masa-masa suasana 
jatuh-cinta pada masa muda dulu. Sayang sekali ini susah dilakukan diakibatkan 
kesibukan urusan rumah-tangga yang rutin, urusan anak dan sebagainya. Kadang-kadang 
perlu sesekali dilakukan dengan makan malam berdua, berjalan-jalan berdua untuk tetap 
menjaga bahwa hubungan ke-2 orang yang sudah menjadi suami isteri itu tetap akrab. 
Sebab pernikahan yang sudah lama akan lambat-laun mematikan "rasa cinta" mula-mula 
seperti saat berpacaran dulu, sehingga sering sekali kita mendengar keluhan 
"pernikahan saya hambar".
 
b. SALING PERCAYA DAN MENGHARGAI
 
Ketika suami-isteri saling percaya dan menghargai, artinya mereka telah mencapai 
"titik" damai didalam keluarga. Percaya, artinya kita mempunyai harapan, percaya bahwa 
suami mampu melakukan pekerjaan besar, percaya dia akan tetap setia dsb. Demikian juga 
sikap suami terhadap istri, menaruh kepercayaan bahwa dia mampu malakukan tugas-tugas 
rumah tangga, mendidik anak, melakukan pekerjaan, tetap setia dsb. Sikap percaya ini 
akan mendatangkan kedamaian.  Ketika kita menghargai seseorang itu juga akan tercermin 
dengan tutur kata kita. Kita akan berbicara dengan lembut dan sopan. Hendaknya kita 
juga selalu bertutur kata sopan dan lembut kepada pasangan kita sebagai wujud 
penghargaan dan kasih. Suami dan istri adalah makhluk yang berharga di mata Allah.
 
 
c. MUDAH MEMAAFKAN
 
Kita harus menjaga hati kita masing-masing, agar setiap konflik yang kita hadapi tidak 
berlanjut kepada hal-hal yang lebih buruk
 
Amsal 4:23 
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
 
Saat kita memaafkan kesalahan seseorang, saat itu juga kita berdamai dengan seorang 
yang membuat kita jengkel, marah dan kecewa.  Janganlah kita menyimpan kekesalan dan 
kemarahan terhadap pasangan kita sampai berhari-hari, bicarakan dan capailah titik 
temu kesepakatan jika mengalami konflik dan memaafkan kesalahan yang dibuat pasangan 
kita. Jangan membenci Hartamu"; saat kita membuang harta itu, kita akan menjadi miskin!


Bersambung...............

Blessings,
Bagus Pramono


Note :
Berduka cita atas tragedi Bom Kuningan
Semoga ini adalah yang terakhir
Tuhan memberkati bangsa Indonesia

[Non-text portions of this message have been removed]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke