From: "Mang_Ucup" <[EMAIL PROTECTED]>

Pujilah aku!

Sebutkanlah lagu rohani pavorit Anda dan jawablah kenapa Anda menilai bahwa
lagu tsb indah? Kebanyakan orang menjawab, karena irama dan melodinya indah,
setelah itu baru karena text nya, tetapi jarang yg menjawab hanya karena text nya 
saja. Mereka melupakan bahwa lagu rohani baru bisa dinilai sebagai lagu rohani, 
apabila isi textnya memuji Tuhan, jadi text lagu itulah yg sebenarnya menentukan 
apakah sebuah lagu bisa dinilai sebagai lagu rohani ataukah tidak, jadi bukan karena 
iramanya!

Tetapi kita dgn mudah sekali men-vonis lagu rohani, sebagi lagu haram, karena iramanya 
tidak berkenan di kuping kita, walaupun text-nya indah tetapi apabila ini dinyanyikan 
dgn irama Rap, HipHop ato R & B apalagi kalho dgn irama Heavy Metal, udah deh langsung 
di cap sebagai lagu setan! Tapi tanya azah ama diri sendiri, dgn hak apa Anda menilai 
lagu tsb haram? Emangnya lagu pujian itu untuk Lho!

Perlu Anda ketahui untuk Allah semua irama lagu itu berkenan, karena Ia itu
Allah bukan hanya untuk manusia golongan, suku ato usia tertentu saja,
melainkan untuk seluruh umat manusia, selama tujuan dari lagu itu untuk
memuji Allah, pasti Ia akan senang mendengarnya.

Beda dgn kita manusia, lihat saja pada saat kita menyanyi dlm paduan suara, yg 
tersirat dlm pikiran kita, apakah lagu yg kita nyanyikan itu akan berkenan dihati para 
jemaat, panatua ato pak Pdt nya, sedangkan sisanya baru untuk Allah! Hal inilah yg 
dibenci oleh Allah, karena kita tidak memuji dgn sepenuh hati hanya untuk Allah 
seorang saja. Yesaya 29:4

Menyembah dan memuliakan Allah bukan hanya dgn lagu irama2 yg soft dan lembut saja, 
semua irama dan suara akan bisa menyenangkan Allah apabila ini dinyanyikan dgn penuh 
sukacita untuk memuliakan Allah. Mang Ucup yg suaranya sember mirip ember bocor sekali 
pun bisa menyenangkan Allah, sebab memuji Allah itu bukan hanya hak dari para 
biduanita ato Parveroti saja, melainkan untuk semua umatnya entah yg memiliki suara 
indah dan bakat musik atau yg tidak memiliki bakat musik sekalipun juga.

Allah telah menciptakan saya bukannya, karena kebetulan, melainkan karena
Allah telah merencanakan-Nya dan juga telah memilih-Nya dgn tujuan agar kita
mau memuji dan memuliakan Allah. Hanya sayangnya dari tujuh hari seminggu,
hanya tiga jam saja untuk memuliakan dan memuji Tuhan di gereja, sisanya
untuk memuji mamon ato memuji diri sendiri. Apakah kagak hebat tuh owe bisa
jadi juara tenis, golf dsb-nya?

Kalho kita jujur, tujuan utama kita bukan diarahkan untuk memuji ato memuliakan Allah, 
melainkan untuk memuliakan ato memuji diri sendiri, lihat nih jabatan Gw Direktur, 
mobil Gw BMW, istri Gw caem, anak sekolah diluar negeri, apakah Gw kagak hebat tuh! 
Untuk meraih pujian ini kita pontang-panting siang dan malam gawe terus-menerus 
sehingga kagak ada waktu lagi untuk memuji ato memuliakan Allah.

Begitu juga sekarang orang saling ber-lumba2 untuk membuat gereja agar bisa lebih 
megah, lebih mewah daripada istana Herodes, maklum para Hamba Tuhan yg dirinya merasa 
terpanggil sebagai Nabi, udah kagak mo khotbah lagi apabila jemaatnya kurang dari 
1.000 orang. Mereka merasa mendapat bisikan dari Allah untuk membangun gereja yg 
terbesar dan tertinggi di kolong langit, karena mata dan telinga mereka sudah 
dibutakan oleh ambisinya, agar segala kemuliaan dan segala pujian hanya untuk "owe" 
seorang saja, oleh sebab itulah mereka sudah  tidak bisa membedakan lagi antara 
NU-Buat dgn yg KU-Buat! 

Mang Ucup jadi binun neh, untuk siapa mereka membangun gereja yg super de
luxe dan super mewah ini? Untuk jemaatnya, untuk pak Pdt nya ato untuk
Allah? Apakah Allah kita sekarang ini udah mata duitan sehingga hanya mo
hadir di gereja yg berlantaikan mamer dan ada AC nya azah?

Oleh sebab itulah Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat 
dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari 
pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, (Yesaya 
29:13)

Kita dilahirkan didunia ini dgn tujuan untuk mengasihi Allah dan memuliakan Allah, 
keinginan untuk memuliakan ini sudah di tanam dalam hati sanubari setiap manusia, 
sejak mereka diciptakan, maka dari itulah juga di dalam hati setiap orang sudah 
mempunyai keinginan secara sadar ataupun tidak sadar untuk menyembah sesuatu. Sehingga 
bangsa yg paling primitiv sekalipun telah berusaha untuk memuja dan menyembah sesuatu 
yang mereka dewakan. Maka tidaklah salah bahwa hukum yang terutama dan utama: 
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan 
segenap akal budimu. Matius 22:37-38.

=======================================
Hak Guna Pakai

Banyak manusia yg tidak mo menyadari bahwa Allah itu tidak pernah memberikan
sertifikat "Hak Milik" kepada siapapun juga di kolong langit ini, termasuk Yesus. Apa 
yg kita miliki pada saat ini hanyalah sekedar "pinjaman" dari Sang Pencipta dgn 
sertifikat "Hak Guna Pakai" azah, dgn masa waktu pinjaman yg jelas, maximum 80 th (Mzm 
90:10), kalho lebih daripada itu dianggap sebagai bonus. Dgn alasan lho boleh pinjam 
lebih lama, karena lho pinter ngerawatnya, tetapi pada umumnya untuk bonus 
perpanjangan waktu ini bayaran sewanya agak mahalan dikit, harus dibayar dgn penyakit 
entah itu rematik, pikun, encok, parkinson dsb-nya. Maka dari itu sebelumnya Anda 
memohon masa perpanjangan kontrak, tanya dulu mo kagak bayar tambah biaya sewaannya?

Sertifikat Hak Milik baru akan diberikan, apabila Anda telah mencapai tujuan akhir 
hidup Anda, karena hidup kita di dunia ini hanya sekedar numpang lewat azah untuk ke 
WC! Idi...iiih jorok banget seh, moso dunia ini disamakan dgn WC!

Doa vs Berak! Sejak kita brol di dunia ini s/d masuk liang lahat, apa yg kita kerjakan 
dan produksi tiap hari, adalah Taik dan Air Kencing! Tiada hari yg Anda lewati tanpa 
Berak ato Kencing. Kita lebih sering dan lebih lama di WC daripada berdoa, kagak 
percaya itung azah berapa kali Anda berdoa dlm sehari dan berapa kali Anda ke WC. Kita 
sering bisa buang air dgn tekun dan penuh konsentrasi, tetapi apakah ini sering juga 
Anda lakukan pada saat berdoa? Walaupun Anda seorang Kristen tulen luar dalam, tapi 
pernahkan Anda mengalami rasa kebelet ingin berdoa? Kalho kebelet ingin Berak sih 
pasti di Amin kan!

Aneh bin nyata, manusia itu lebih pinter ngerawat mobil daripada tubuhnya sendiri, 
service manual mobil kita baca dgn cermat, tapi service manual hidup kita (Alkitab) 
kagak pernah mo dibaca. Bahan bakar mobil itu seharusnya Super Premium, tetapi kalho 
dikasih minyak tanah ato minyak jelantah pasti jebol. Di service manual kita; Tuhan 
telah memberikan petunjuk cara makan yg sehat (Imamat 11, Ulangan 14), tetapi kagak 
pernah mo di gubris, jadi wajar azalah kalho masa pinjamannya dipersingkat, sehingga 
lebih cepat di tarik dari peredaran? 

Penyakit itu sebenarnya Warning Lampu Merah dari Sang Pemilik yg menunjukan,
bahwa lho ngerawatnya kagak bener, dgn merokok, makan yg penuh lemak,
melakukan sex seenak udel2, dimana saja, kapan saja dgn siapa saja. Warning
diberikan, agar lho tahu apabila kagak dirawat dgn bener, maka akan ditarik dari 
peredaran lebih awal! Hanya sayangnyanya seringkali warning ini kagak mo diperhatikan, 
jadi janganlah heran kalho waktu "Hak Guna Pakai" nya di perpendek.

Apa yg bisa dilihat secara empirik dgn kasat mata kita, itu semuanya adalah barang 
pinjaman (2 Kor 4:12), yg pada suatu saat harus dikembalikan kepada Sang Pemilik (Mzm 
24:1). Dan ini bukan hanya berlaku untuk harta dan barang mati saja, tetapi termasuk 
juga barang hidup, seperti istri/suami/anak termasuk binatang peliharaan.

Banyak yg tidak sadar bahwa pasangan hidup kita ini adalah barang pinjaman dari Sang 
Pencita, kalho lho pinter ngerawatnya pasti akan diberikan masa waktu pinjaman yg 
lebih lama, tetapi kalho ditelantarkan dan tidak dirawat dgn penuh kasih; janganlah 
kaget kalho ini diambil lagi, entah itu melalui perceraian ato kematian. Wong pohon 
azah kalho kagak dirawat modyar, apalagi manusia!

Allah telah memberikan tugas dgn jelas agar kita mo merawat hasil ciptaannya
dgn baik (Kej 1:28), tetapi sayang sekali apa yg dipercayakan kepada kita
itu tidak dipelihara dgn baik, lihat azah dgn bumi disekitar kita yg dicemari tiap 
hari. Maka dari itu juga warning telah diberikan melalui badai Jean.

Begitu juga dgn harta yg dipinjamkan kepada kita, bukannya digunakan untuk
amal, malahan dipake lacur ato hidup sekedar pemuasan nafsu kedagingan kita.
Udah tahu bahwa harta ini hanya sekedar pinjaman dgn "Hak Guna Pakai" azah,
tetapi mana kita mo menghemat, bahkan di hambur2kan se-enak udel2, jadi wajarlah kalho 
jadi kere lagi, karena masa pinjamannya dipersingkat. (Lukas 16:11)

Tetapi bagi mereka yg apik dan bisa merawatnya dgn baik, pasti akan diberikan pinjaman 
dgn jumlah yg lebih banyak lagi, apalagi kalho kita bersedia bayar uang sewanya, entah 
itu melalui perpuluhan ato amal yg kita berikan kepada orang2 yg membutuhkannya., 
seperti yg telah Firmankan oleh Sang Pemilik:  "Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal 
itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti 
kalian melakukannya kepada-Ku!" (Matius 25:40)

Banyak orang yg ngongso siang malam dgn  gawe terus menerus untuk
mendapatkan harta maupun jabatan, sehingga melupakan Sang Pemilik, sayangnya
mereka tidak sadar bahwa untuk mendapatkan pinjaman lebih banyak dan lebih
besar, bukannya dgn usaha sendiri, melainkan harus memohon kepada Sang
Pemilik, karena Ia lah yg menentukannya (Matius 6:31-33; Mzm 37:4).

Bagi mereka yg percaya bisa mengajukan permohonan ini melalui koneksi, ato
relasi dari Sang Pemilik, entah itu Ibunda-Nya, ato jongos-Nya baca Santo ato Santa.

Dan percayalah bagi mereka yg bisa merawat dan memeliharanya dgn baik, pasti
akan dapat pahalanya (Matius 25:10).  Karena hal inilah yang harus kita
pertanggung jawabkan pada masa akhir kehidupan kita, sama seperti kalho kita
pinjam buku dari perpustakaan, maka pada saat waktu buku tsb dikembalikan
pasti akan dilihat apakah buku tsb dirawat dgn baik ataukah tidak?
===========================================
Kenapa kita harus menderita?


Banyak sekali orang mengajukan pertanyaan klasik yg sudah jutaan kali
ditanyakan selama ber-abad2 lamanya ialah: " Kenapa Tuhan mengijinkan adanya
penderitaan di dunia ini?" Pertanyaan ini bukan hanya diajukan oleh kaum
atheist saja, bahkan juga oleh jutaan orang oleh yg percaya kepada Allah.

Begitu juga dgn pertanyaan yg diajukan oleh mang Ucup, apabila Allah itu Maha 
Pengasih, dan Maha Kuasa mengapa Ia menciptakan bayi2 cacad, yg akan
mengakibatkan penderitaan bagi sang bayi maupun bagi orang tuanya untuk jangka waktu 
ber-tahun2. Apakah itu benar2 keinginan dan rencana Allah? Ya, karena si setan tidak 
bisa merencanakan maupun menciptakan manusia! Bahkan Yesus sendiri berfirman "karena 
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia" Yohanes 9:1-3

Jawaban yg paling simple ialah dimana kita menjawab, karena dunia ini bukanlah sorga, 
jadi wajarlah apabila di dunia ini banyak sekali penderitaan dan juga banyak doa kita 
yg tidak dikabulkan, kalau di dunia ini kita bisa happy terus ngapain kita ingin 
pulang ke sorga udah azah tinggal di dunia terus.

Pertama definisi penderitaan itu apa? Pada dasarnya segala sesuatu yg menyakitkan dan 
mengganggu ketenangan kita, mulai dari rasa gatel di gigit nyamuk s/d kanker stadium 
akhir. Mulai dari ditinggal pacar s/d dihianati oleh orang yg kita kasihi. Begitu juga 
kehilangan materi, pekerjaan maupun harapan sehingga menimbulkan rasa sakit, sedih, 
kekecewaan, kecemasan maupun rasa takut. Bahkan membaca oret2annya mang Ucup bagi 
orang2 tertentu bisa merupakan satu penderitaan, karena mereka merasa terusik dgn 
ketenangannya, dimana mereka lebih senang membaca hal yg manis2 azah seperti mengenai 
berkat dan sorga!

Pada umumnya kita cuek bebek terhadap penderitaan orang lain, selama ini tidak 
menyangkut diri ato keluarga kita sendiri, kita baru menjerit melolong rasa sakit, 
apabila penderitaan tsb dtg menerpa diri ato keluarga kita. Oleh sebab itulah Tuhan 
mendatangkan penderitaan kepada kita, agar kita ingat terhadap sesama manusia yg 
sedang menderita, terlebih lagi agar kita ingat dan mo lebih dekat lagi kepada Tuhan.

Tidak bisa dipungkiri, manusia akan lebih rajin nungging berdoa sampai doanya tidak 
pernah diputus oleh kata Amin, apabila mereka menderita, tetapi pada saat kita senang, 
boro2 butuh dan  ingat ama Tuhan, ama bini dan anak dirumah azah udah lupa, yg keingat 
hanya WIL ato PIL melulu. Maka dari itu Tuhan menginginkan melalui penderitaan ini 
kita sadar, bahwa tanpa Dia kita ini tdk lebih bernilai daripada cacing ato semut. 

Terlebih lagi dlm penderitaan kita mulai berpaling dari "apa yg KITA punya kepada 
ALLAH yg punya". 

Dlm kesenangan kita akan membanggakan diri dgn kepintaran, harta maupun kekuasaan 
kepunyaan kita, tanpa mo menyadari bahwa itu semuanya adalah kepunyaan Allah yg 
diberikan sekedar pinjaman saja kepada kita untuk sesaat
lamanya, boro2 harta duniawi, kepandaian maupun bakat yg Anda miliki pada saat 
sekarang inipun pada suatu saat akan hilang diambil kembali, dimana Anda akan menjadi 
pikun ato parkinson!

Ortu kita menyekolahkan anaknya susah2 dgn segala macam pengorbanan, karena
mereka mengasihi kita dan mengharapkan anaknya pada suatu saat bisa menyandang gelar 
S1, begitu juga dgn Allah Bapa Surgawi kita, Ia menerima kita apa adanya, tetapi Ia 
tidak ingin membiarkan kita tetap guoblo..ok terus-menerus, Ia mengharapkan agar bisa 
mirip seperti Putera Tunggal-Nya, minimum bisa dapat gelar S1 baca "Santo ato Santa" 
begitu.

Oleh sebab itulah Ia memberikan test ato ujian kepada kita berupa penderitaan. Untuk 
test ini Ia telah repot2 menyediakan buku pelajaran berupa Alkitab, hanya sayangnya 
kitab tsb tidak pernah ato jarang dibaca, hanya dijadikan penggebuk kecoak ato 
pengganjel pintu azah. 

Agar kita bisa lulus dari test, Ia telah menyediakan Dosen2 kondang, yg mau
memberikan pelajaran secara lisan setiap Minggu, boro2 kita mo membayar uang
kuliah baca perpuluhan, dengerin azah ogah. Tetapi akhirnya meraung apabila kita tidak 
lulus test tsb, sambil bertanya: "Why me God?"

Walaun demikian Tuhan juga tahu akan kemampuan kita, Ia tidak akan memberikan soal yg 
sulit2 yg diluar kemampuan kita, seperti juga Ia tidak akan memberikan soal algoritma 
kepada anak2 TK. Kagak percaya tanya azah pada diri sendiri, berapa banyak 
penderitaan, kesusahan yg telah kita lewati di dlm kehidupan ini, pada saat kita 
sedang di test baca menderita, kita mengeluh berat pisan euuu.uy, tetapi setelah ini 
lewat dan kita meninjau kembali kebelakang, apakah kita masih bisa menilai bahwa test 
tsb berat dan diluar kemampuan kita? Saya yakin tidak!

Hampir dlm setiap soal selalu ada pertanyaan: "Apakah kita lebih mencintai pemberian 
Allah itu daripada Sang Pemberinya?" Abraham telah lulus test dimana ia bersedia 
mengorbankan puteranya, tetapi bagaimana dgn Anda dan saya, pada saat kita kehilangan 
pekerjaan, kesehatan, harta atau orang2 yg kita kasihi? Kita ngambek bahkan mendemo 
Allah, karena kita lebih mengasihi "pemberian-Nya" daripada "Sang Pemberi". Tanpa kita 
mo menyadari bahwa tujuan ujian Allah adalah untuk memberkati kita.

Beda dgn si Iblis ia tidak menguji kita melainkan menggoda kita, entah dgn cewek yg 
cantik, harta yg tidak halal ato jabatan dari hasil KKN. Tujuan godaan iblis adalah 
untuk memusnahkan kita.

Walaupun demikian penderitaan itu sendiri tidak menghasilkan iman dan kedewasaan. 
Penderitaan itu hanya sarana yang Allah gunakan untuk membawa kita kepadaNya supaya 
kita bisa lebih peka terhadap Dia dan FirmanNya. Dlm ujian duniawi kita bisa nyontek, 
tetapi ujian yg diberikan oleh Allah tidak ada tempat dimana kita bisa KKN ato 
nyontek, karena ini semua harus dilakoni oleh kita sendirian.

Mang kalho sekali2 nulis artikel pakai ayat2 dong agar kelihatan lebih yahud dan 
tokcer begitu apalagi kalho dibumbui dgn kata2 bhs Ibrani ato Yunani, minimum jadi 
kelihatan tidak seperti Wong Kam Pung ato 'Ndeso begichu. Maka dari nyontek dikit ah 
Yakobus 1:2-4; 1 Petrus 1:6-7: Kata kuncinya adalah membuktikan kemurnian imanmu. 
Bukti dalam bahasa Yunaninya "Dokimion" yang meliputi konsep ujian yang memurnikan, 
yaitu bukti yang dihasilkan setelah ujian. Tuhan menggunakan cobaan untuk menguji iman 
kita dalam arti memurnikan, membawanya ke permukaan, supaya kita menerapkan iman kita.

Maranatha
Mang Ucup yg sedang diuji 
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke