From: meddy Ley

"Di dekat mu"

Kadangkala hidup mengharuskanku menangis tanpa sebab. Aku merasa sudah berbuat baik 
dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadaku. Aku mengira 
keputusan yang ku ambil sudah tepat, ternyata perkiraanku keliru.
    Hingga aku mendengar bisikanNya dalam doa dan kerinduanku akan kasihNya:

    Jangan putus asa! Bangkitlah! 
Matahari tanpa sinar tidak layak di sebut matahari. Demikian juga dengan dirimu. Kau 
adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi 
pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

    Anakku yang terkasih Aku sering melihatmu marah ketika kau melihat orang lain 
berhasil. Untuk apa kau menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah Aku
telah menyediakan suksesmu sendiri? Kau tidak pernah mengejarnya, jadi kau tidak 
pernah bisa memilikinya!Matamu tidak terfokus kepada rancanganKU yang dahsyat atas 
hidupmu, melainkan tertuju kepada karyaKU yang luar biasa terhadap diri orang lain.
Jadilah seperti air. Selalu mengalir....melewati semua benda, menembus semua sisi dan 
tanpa batas.

    Anakku, jangan mau dikalahkan oleh keadaan, tetapi kalahkan keadaan ! Anakku yang 
terkasih.. Jangan sakit hati ketika kau di tegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan 
yang terbaik. Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaaanmu 
tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu!
Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan 
tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu. Bukankah memang 
untuk itu kau hidup? Untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling
mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU? Jauhilah segala bentuk 
kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU!

    AnakKu,ingatlah hal ini baik - baik. " Aku selalu membuka tanganKu lebar - lebar 
untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya. Aku senantiasa
menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis. Aku 
melakukannya karena Aku sungguh - sungguh peduli padamu !!! " 
======================================
From: "LG. Hutagalung" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Kristen dan Puasa

Di tengah bulan Puasa yang dilakukan oleh umat Muslim, timbullah pertanyaan yang 
ditujukan kepada umat Kristen: "Apakah umat Kristen menjalankan puasa?" 

Asal perintah puasa dalam Perjanjian Lama tidak jelas, tercatat ketika Israel 
menghadapi Filistin mereka mengaku dosa dan berpuasa (1Sam.7:6). Sekalipun tidak 
disebut sebagai puasa, Musa tidak makan dan minum selama 40 hari (Kel.34:28). Ketika 
Nehemia mendengar situasi Yerusalem, ia berdoa dan berpuasa (Neh.1:4). Yoel menyuruh 
umat bertobat dan berpuasa (Yl.2:12). Banyak juga ayat-ayat lain yang menunjukkan 
praktek puasa dalam PL. 

Dalam Perjanjian Baru puasa juga tercatat. Yesus hanya sekali tercatat berpuasa dengan 
tidak makan & minum 40 hari lamanya (Mat.4:2) sebagai persiapan menghadapi godaan dan 
ujian. Ketika Paulus dan Barnabas diutus mereka berpuasa (Kis.13:3). Puasa biasanya 
dikaitkan dengan penyesalan diri dalam pertobatan dan dikaitkan dengan doa dalam usaha 
mendekatkan diri lebih kepada Tuhan (1Raj.21:27;Mzm.35:13), atau meminta kuasa dalam 
memerangi setan (Mat.17:21;Mrk.9:29). 

Sebagaimana banyak hal dalam syariat dimana arti rohaninya terkubur oleh penampakan 
lahir, demikian juga puasa sering merosot artinya. Bukannya ditujukan sebagai ekspresi 
pertobatan tetapi umat Israel menjadikannya sebagai tuntutan untuk memperoleh sesuatu 
(Yes.58:3) atau agar diperkenan Tuhan (Yes.58:5). Puasa sering merosot sekedar upacara 
ritual tanpa penyerahan diri kepada Tuhan (Za.7:5), dan menjadi perilaku yang munafik 
(Mat.16:6) demi untuk membenarkan diri sendiri (Luk.18:12). 

Baik Musa maupun Yesus tidak makan dan minum selama 40 hari bukan karena syariat 
agama, namun sebagai masa persiapan menghadapi godaan dan ujian sebelum diutus, dan 
konteks saat itu menunjukkan suasana gurun dimana tidak tersedia makanan maupun 
minuman. Puasa dalam praktek Israel telah merosot menjadi kebiasaan legalistik pada 
hari-hari dan waktu tertentu tetapi sudah kehilangan maknanya, itulah sebabnya nabi 
Yesaya dengan keras menekankan arti puasa yang benar. Ia mengatakan bahwa Tuhan 
berfirman: 

"Berpuasa yang kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, 
dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang-orang yang teraniaya 
dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar 
dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat 
orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri 
terhadap saudaramu sendiri!" (Yes.58:6-7). 

Sekalipun Yesus tidak makan dan minum 40 hari, ia tidak menyuruh murid-muridnya 
berpuasa, dan karena para murid tidak berpuasa mereka dicela oleh orang Farisi 
(Mrk.2:18), namun Yesus mengatakan bahwa puasa baru akan mereka lakukan bila Yesus 
telah pergi (Mrk.2:20). Jadi, puasa menurut Yesus bukan lagi syariat agama tetapi 
kebutuhan penyiapan batin secara khusus bila bertobat dan diperlukan dalam menghadapi 
masalah khusus seperti kepergiannya kelak atau dalam memerangi setan 
(Mat.17:21;Mrk.9:29). 

Yesus tidak membenarkan orang Farisi yang menjalankan syariat agama termasuk berpuasa 
yang melakukannya dengan sombong, tetapi Ia membenarkan pemungut cukai yang 
kelihatannya tidak menjalankan puasa (Luk.18:9-14). Jadi, Yesus tidak menyuruh orang 
melakukan puasa tetapi tidak melarang bila orang melakukan puasa untuk maksud khusus. 

Dari hal-hal di atas kita mengetahui bahwa puasa memiliki maksud yang dalam dan khusus 
dalam menguasai batin seseorang dalam hubungan dengan Tuhannya yang suci dan benar, 
namun puasa cenderung merosot sekedar suatu legalisme agama dalam bentuk syariat lahir 
tanpa isi. Yesaya dengan jelas memberitahukan umat Israel (Yes.58) bahwa orang bisa 
saja tidak melakukan puasa lahir tetapi yang harus dilakukan adalah melakukan puasa 
batin, yaitu berpuasa dari kelaliman, menganiaya dan memperbudak orang. Berpuasa dari 
mengenyangkan diri sendiri menjadi memberi makan orang lapar, tidak punya rumah, dan 
yang telanjang (band. Mat.24:31-46). 

Yesus juga tidak mengajarkan orang untuk berpuasa, bahkan tidak membenarkan orang 
sombong sekalipun ia berpuasa, tetapi Yesus juga tidak melarang orang berpuasa. Jadi 
puasa itu pada dirinya sendiri tidak memiliki arti bila bukan merupakan ungkapan hati 
yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan Allah. 

Perlu disadari bahwa penebusan Yesus di atas kayu salib telah menggenapi syariat 
taurat Perjanjian Lama yang bergantung pada usaha manusia menyelamatkan diri sendiri 
dengan melakukan syariat agama secara tertib (sunat, korban, sabat, puasa, halal-haram 
dll.), menjadi kasih karunia Allah yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan 
bertobat (Yoh.3:16;Efs.2:8-10). Karunia Allah ini menjadi sempurna dengan datangnya 
'Roh Kudus' yang akan menguatkan dan mendiami umat percaya yang digenapi pada hari 
Pentakosta (Kis.2). 

Dari ajaran Yesus ini, menjawab pertanyaan "apakah umat Kristen menjalankan puasa?" 
Jawabannya adalah 'tidak' dan 'ya', artinya umat Kristen (kecuali Katolik) 'tidak' 
menjalankan puasa sebagai syariat agama ritual pada waktu-waktu tertentu dan yang 
ditetapkan, dan 'ya' bahwa sewaktu-waktu umat Kristen bisa saja menjalankan puasa, 
dalam menghadapi event-event khusus, dengan sungguh-sungguh atas kemauannya sendiri. 
Puasa adalah ungkapan lahir dari hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan 
Allah. Dan ungkapan lahir tidak berarti bila yang diungkapkan tidak ada, sebaliknya 
tanpa ungkapan lahir juga tidak menjadi soal selama yang diungkapkan itu ada, sebab 
inilah hakekat puasa yang sebenarnya. 

Sumber : www.yabina.org
===========================================
From: "Julie Rorimpandey" <[EMAIL PROTECTED]>

SEMUA HARI MILIK TUHAN

I love Monday, bagi sebagian orang setelah libur dihari minggu bahkan tidak sedikit 
yang libur sejak hari sabtu bertemu hari senin sepertinya susah sekali.
Entah apa yang mereka lakukan di waktu week-end, mungkin dengan keluarga, teman ato 
relasi, atau mungkin hanya tidur-tiduran
Bagi sebagian orang yang jarang sekali bisa menikmati weekend karena terbatasnya ruang 
gerak mungkin lebih bersemangat karena lebih baik kerja dari pada bengong dirumah.  
Tapi bagi kita orang percaya, semua hari adalah sama, Tuhan menciptakan 6 hari bekerja 
dan 1 hari minggu adalah hari untuk Dia. (meskipun banyak dari kita masih 
mempergunakannya untuk kesenangan pribadi)

Layaknya kita mensyukuri setiap hari itu, karena Tuhan selalu ada dengan porsi yang 
sama. Bayangkan kalau Tuhan juga bilang "aduh Senin lagi, waktu saya untuk bekerja 
membagi berkat, memberi Damai Sejahtera, memberi kekuatan, kesembuhan, saya malas 
kemana-mana hari ini" 

Tuhan yang kita miliki selalu sama baik dulu, sekarang dan yang akan datang. Dia ada 
bersama kita tanpa kita minta, menemani kala kita bingung menghadapi persaingan di 
kantor, kala kita menangis karena kita dilukai orang yang kita cintai, kala kita 
berbahagia karena mendapat promosi, kala kita gembira karena mendapat pacar baru, kala 
kita berbohong dan berbuat yang mendukakan hati Tuhan.

Tapi kita bisa berubah-ubah kapan kita suka orang bilang tergantung mood-nya. 
Saya sedang berpikir kenapa rupanya kita bisa berbuat begitu pada Tuhan, yang dengan 
satu gerakan tangan bisa mengambil kehidupan kita selamanya?

Ah ternyata karena Dia tidak kelihatan wujudnya...
Dia memang tidak bisa kita lihat seperti Bos yang kalau kita terlambat mukanya masam 
atau bahkan memberi warning
Dia memang bukan guru ato dosen yang kalau kita absen membuat kita tidak lulus atau 
tinggal kelas
Dia memang tidak bisa menilai wah hari ini kamu ganteng atau cantik karena bukan 
penampilan luar yang dilihat. Tapi kita seringkali menomor duakan dia..

Ke gereja leha2, datang terlambat, duduk paling belakang masih tidur lagi. Kenapa 
karena tidak ada kartu absen yang harus kita isi. Tapi jangan lupa Tuhan bisa menutup 
semua pintu berkat sehingga tidak ada lagi yang tersisa. 

Bekerja sepenuh hati, mohon bimbingan Roh Kudus agar hikmat, bijaksanan, akal budi 
yang menjadi senjata kita. Lakukan segala sesuatu dengan benar.
Kemapanan hidup, promosi, gaji, kecukupan semua urusan Tuhan.
 Mazmur 34:10
"Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang 
yang takut akan Dia"

"As we put the front foot down, we lift the back foot up. We let yesterday go, and 
focus on today" 
GBU! 
Julie Rorimpandey


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke