C h r i s t m a s   C o n c e r t   2 0 0 4  

 

14 & 15  December . 19.30 . Graha Gepembri 

 

 

 

Handel

Messiah

Part 1 & Others

 

 

Beethoven

Piano Concerto No. 2

Jessica Ling, Pianist

 

 

Yilin Hsu . Armando Chin Yong

Anna Koor . Ta-Jen Lee, Soloists

 

 

Jakarta Oratorio Society

Eliata Singers . Capella Amadeus Orchestra

 

Jahja Ling . StephenTong, Conductors

 

 

Informasi:

Pi Ha: 0816 8000 98 . Miko: 0812 821 3066 . Maria: 0811 838 307

 Grace: 0815 820 1930 . Shierly: 0815 970 0338

 

 

---

 

 

Messiah tidak dapat disangkal lagi merupakan karya Agung dari George
Friederich Handel (1685-1759), yang lahir dari titik terendah dalam
kehidupannya. Messiah ditulis berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci yang
dikirimkan oleh Charles Jennes. Seluruh karya ini ditulis siang-malam selama
duapuluh empat hari tanpa henti (22 Agustus - 14 September 1741). Messiah
merupakan oratorio karya Handel yang paling dikenal dan paling banyak
dimainkan di seluruh dunia. Sama seperti oratorio yang lain Messiah, dibagi
menjadi tiga bagian. Dalam Messiah tiga bagian ini menggambarkan kelahiran,
kematian dan kebangkitan Kristus. Pada kesempatan ini, kita akan
mendengarkan Messiah bagian pertama dan beberapa lagu dari bagian lainnya
termasuk, Worthy is the Lamb dan Hallelujah Chorus.

 

Piano Concerto No. 3, Op. 37 diselesaikan Beethoven (1770-1827) ketika
berumur tiga puluh tahun. Karya ini merupakan titik balik karya-karya
sebelumnya yang cenderung mengikuti gaya Mozart.  Sekarang Beethoven
menghasilkan karya yang lebih bervariasi dan berdinamika, kaya dalam
pergelutan emosi yang menjadi cirri karya-karyanya. Pada waktu pertunjukan
perdana karya ini, 5 April 1803, Beethoven tidak sempat menuliskan seluruh
bagian piano solo. Sehingga dia memainkannya hanya berdasarkan ingatan.
Sebelumnya karya ini sempat tergeletak selama beberapa tahun dan Beethoven
tidak menulis seluruh

bagian piano solo sampai satu tahun kemudian, ketika muridnya Ferdinand Ries
yang ditugaskan memainkan karya ini tidak dapat memainkan not-not yang tidak
kelihatan.

 

Jahja Ling (http://www.pittsburghsymphony.org/pghsymph.nsf/bios/Jahja+Ling)
dikenal sebagai konduktor yang mempunyai reputasi internasional. Saat ini
beliau menjabat sebagai Music Director dari the San Diego Symphony setelah
sebelumnya selama 18 tahun menjadi Resident Conductor dari The Cleveland
Orchestra. Selain itu beliau juga menjadi Arstistic Director dari Taiwan's
National Symphony Orchestra dan memegang jabatan sebagai Honorary Conductor
dari orkestra tersebut. Hampir semua orkestra utama di Amerika Utara pernah
dipimpin oleh beliau. Di luar Amerika dan Taiwan, beliau pernah memimpin,
antara lain, Leipzig Gewandhaus Orchestra, the Chamber Orchestra of
Lausanne, the China Broadcasting Radio-Philharmonie di Hannover, the NDR
Symphony Orchestra di Hamburg, the Shanghai Symphony, the Singapore
Symphony, the Sydney Symphony, the Stockholm Philharmonic Philharmonic, dan
Tokyo's Yomiuri Nippon Symphony. Beberapa artis terkenal yang telah bekerja
sama dengannya, adalah, Yo-Yo Ma (Silk Road Project) dan Whitney Houston
("Star-Spangled Banner" dalam acara Super Bowl 1991). Dilahirkan di Jakarta,
beliau mulai memainkan piano pada umur 4 tahun. Belajar di Sekolah Musik
Jakarta dengan Suzy Djoeandy dan kemudian Rudy Laban. Pada umur 17 tahun
memenangkan Kompetisi Piano Jakarta dan setahun kemudian mendapat beasiswa
Rockefeller untuk belajar di Juilliard School. Setelah mendapat gelar doctor
of musical arts pada tahun 1985. Pada tahun 1980 Jahja Ling mendapatkan the
Leonard Bernstein Conducting Fellowship di Tanglewood dan dua tahun
kemudian, dipilih oleh Bernstein, yang menjadi mentor yang paling
berpengaruh, menjadi Conducting Fellow pada the Los Angeles Philharmonic
Institute. Dan tidak dapat dilupakan dukungan dari seseorang yang sejak dari
masa muda melihat dengan jeli bakat musik dari Jahja Ling dan terus
memberikan dorongan untuk mengembangkan karunia itu, yaitu Pdt. Dr. Stephen
Tong.

 

Stephen Tong mendirikan Jakarta Oratorio Society pada tahun 1986, setelah
melihat gereja-gereja di Indonesia tidak lagi menghargai kekayaan dan
keagungan musik sakral yang lahir dari tradisi Gereja. Dikenal sebagai tokoh
yang ber-multi-talenta, musik merupakan salah satu kecintaan beliau sejak
dari muda. Hati yang disentuh oleh kasih Tuhan menghasilkan musik-musik yang
bermutu tinggi dan mengangkat hati untuk mengagungkan Tuhan. Sangat
disayangkan jika ada satu generasi dalam Kekristenan tidak mendapat
kesempatan untuk belajar menghargai keindahan musik Gereja. Dengan beban ini
Jakarta Oratorio Society didirikan dan setiap tahun tetap mementaskan
karya-karya sakral yang agung, dan sempat memegang rekor sebagai pementas
musik klasik yang mempunyai penonton terbanyak selama bertahun-tahun.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke