YESUS UNIVERSAL


KASIH TUHAN UNTUK DUNIA :

Yohanes 3: 16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan 
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak 
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Agama Yahudi adalah akar dari Kekristenan, tetapi kita semua tahu bahwa Agama 
Yahudi eksklusif bagi bangsa Yahudi demikian juga bangsa Yahudi adalah bangsa 
yang bersikap eksklusif karena mereka adalah The Chosen People. Tuhan adalah 
yang mempunyai alam semesta sehingga bangsa-bangsa lainpun kemudian diizinkan 
mempeloleh keselamatan dariNya melalui Yesus Kristus. Kita telah melihat karya 
agungNya bahwa penyembahan dan ibadah kita di bumi sekarang seperti penyembahan 
di surga dimana orang-orang dari banyak bangsa, suku dan bahasa menyanyi kepada 
Yesus dihadapan Tahta Allah. Wahyu 7, 9-10 : Kemudian dari pada itu aku 
melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat 
terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri 
di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang 
daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: 
"Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"


INJIL DAN SEJARAH :

Tokoh sejarah Iskandar Agung (356-323 SM) dari Makedonia, atau Alexander the 
Great, atau di kalangan muslim dan melayu sebagian menyebutnya dengan nama 
Iskandar Zulkarnain. Adalah salah satu tokoh terhebat yang pernah hidup, tetapi 
mati muda, telah menaklukkan tiga benua, Eropa, Afrika dan Asia. Di Afrika, 
Alexander menaklukkan Mesir sehingga menubuhkan kota Alexandria atau dalam 
bahasa Arabnya, Iskandariah. Di benua Asia, dia menaklukkan Iran sampai ke 
India. Pada tahun 332SM Alexander datang ke Yerusalem. Terhadap semua daerah 
jajahannya Alexander mempersatukannya dengan membuat Koine Dialek, (Istilah 
koine itu berarti umum); jadi Koine Yunani berarti bahasa Yunani yang berlaku 
untuk umum untuk masyarakat luas. Sebelum Alexander berkuasa, bahasa Yunani 
merupakan campuran dari sejumlah dialek atau bahasa daerah. Ketika Alexander 
berkuasa, ia berupaya agar bahasa Yunani itu menjadi bahasa yang digunakan 
untuk umum atau masyarakat luas. Pada masa penjajahannya Alexander juga 
membangun infrastruktur dengan pembangunan jalan-jalan yang menghubungkan 
daerah satu dengan yang lain pada wilayah jajahannya, dan kemudian ratusan 
tahun kemudian memberikan kemudahan bagi para Rasul untuk memulai mengabarkan 
Injil, tentu saja kita boleh memandang hal ini sebagai kemudahan karena Para 
Rasul tidak perlu "babat alas", dan dengan mudah melalui jalan-jalan yang 
sebelumnya telah dirintis mulai dari masa pemerintahan Alexander Agung itu.

Mengapa Alexander begitu hebat, perlu diingat bahwa dia adalah anak didik dari 
seorang Filsuf dan Ilmuwan terkemuka Yunani yaitu Aristoteles (384-322 SM). 
Bisa diartikan pikiran yang ada di otak Alexander adalah buah pikir dari 
Aristoteles. Tuhan memberi hikmah kepada mereka untuk menciptakan, 
mengeksplorasi dan menyebarkan Ilmu-ilmu, Budaya, Seni, Olah raga, Tata Bahasa, 
Kesusastraan, dan lain-lain. Dari situ kita bisa menangkap sebuah maksud, 
mengapa Allah mengizinkan bangsa-bangsa kafir menjajah umat pilihan Allah itu, 
atau dalam pemikiran yang lebih sederhana, kita bisa melihat bahwa hal tersebut 
mungkin diijinkan Allah untuk mempersiapkan kedatangan Kristus ke dunia, hingga 
demikianlah jalannya. Taurat yang sifatnya eksklusif itu akan sulit untuk 
ditransferkan ke bangsa lain selain Yahudi. Perlu sebuah bahasa diluar bahasa 
orang Yahudi untuk mengabarkan Injil Yesus. 

Pemahaman diatas memberikan kita satu jawaban mengapa Perjanjian Baru dalam 
Alkitab kita yang asli adalah ditulis dalam bahasa Yunani. Banyak kalangan 
non-Kristen mempertanyakan hal ini, mengapa Injil tidak ditulis dalam bahasa 
Ibrani atau bahasa Aram, bahasa sehari-harinya Yesus?. Pada waktu itu bahasa 
Yunani adalah bahasa pergaulan, terutama di kalangan kaum terpelajar, sering 
digunakan oleh orang Yahudi pendatang sebagai bahasa pergaulan di Timur Dekat; 
pada umumnya Yahudi pendatang berbahasa Yunani ini mengunjungi Yerusalem untuk 
perdagangan dan berziarah ke Bait Allah. Pada masa itu pula naskah-naskah 
Perjanjian Lama berbahasa Ibrani (Tanakh Ibrani) diterjemahkan kedalam bahasa 
Yunani yang dikenal dengan Septuaginta. Selanjutnya dengan datangnya Bangsa 
Romawi pada tahun 63SM tambah lagi satu bahasa di wilayah itu yaitu bahasa 
Latin.

Pada masa Perjanjian Baru ditulis, koine Yunani sudah menjadi bahasa yang 
digunakan secara luas oleh bangsa Israel. Perjanjian Baru yang tertulis dalam 
Koine Yunani menandakan bahwa Yesus bukan milik bangsa Yahudi saja. Seiring 
bertambahnya waktu dan berkembangnya jaman, karya dari para-rasul yang 
mengemban secara teguh Amanat Agung Yesus Kristus agar berita Injil dapat 
dinikmati semua bangsa. Bahasa Yunani adalah bahasa yang sangat representatif 
untuk menyampaikan Firman Allah, salah satu contohnya : ada kata agape, filia, 
eros dan storge, yang semuanya diterjemahkan dengan kata "love" (Inggris) dan 
"kasih" (Indonesia). Hanya kata Yunani yang bisa menggambarkan Kasih Allah 
secara tepat yaitu AGAPE.

Alkitab kemudian diterjemahkan kedalam berbagai macam bahasa termasuk bahasa 
Indonesia, bahkan bahasa daerah-daerah. Mengapa Alkitab diterjemahkan ke 
berbagai bahasa?. Karena berita keselamatan itu lebih effektif disampaikan 
lewat bahasa yang bersangkutan, daripada mereka harus mempelajari bahasa 
aslinya dulu untuk mengenal Yesus. Tentu, bagi yang ingin mempunyai dan 
mempelajari Bahasa Asli Alkitab, baik Ibrani maupun Yunani, kesempatan tersebut 
dapat diperoleh bagi semua orang yang mau. Tetapi INJIL menekankan cakupan 
universal - bahwa Yesus datang untuk membawa keselamatan bagi semua orang, baik 
orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi (semua bangsa).


YESUS BUKAN HANYA UNTUK DOMBA-DOMBA ISRAEL :

Kekristenan kita ini seringkali mendapat serangan-serangan dengan mencuplik 
ayat Alkitab sendiri :
Matius 15:24 : "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat 
Israel"
Benarkah demikian?, Karena ayat tsb tidak berdiri sendirian, dan untuk 
memahaminya harus kita baca dan dipelajari pada keseluruhan ayat-ayat dalam 
satu perikopnya sbb : 

Perempuan Kanaan yang percaya (Matius 15:21-28 ) 
21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. 
22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: 
"Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan 
dan sangat menderita." 
23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan 
meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan 
berteriak-teriak." 
24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat 
Israel." 
25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, 
tolonglah aku." 
26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi 
anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 
27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang 
jatuh dari meja tuannya." 
28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar imanmu, maka 
jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya 
sembuh. 

Ayat 24 Seringkali diklaim oleh orang-orang di luar Kristus sebagai suatu 
pernyataan yang rasialis. Padahal justru sebaliknya ada pengajaran yang sangat 
berharga bisa dipetik dari kisah itu. Yesus kala itu berada didalam lingkungan 
masyarakat yang memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi adalah umat 
pilihan Allah; sedangkan bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah. Bangsa 
lain lebih rendah dan sebagainya. Yesus menjawab "Aku diutus hanya kepada 
domba-domba yang hilang dari umat Israel". Hal ini adalah untuk menguji iman 
perempuan tersebut dan bahkan lebih jauh lagi Yesus mengucapkan kata-kata yang 
kedengarannya "kasar" sekali yaitu "anjing". Mengapa Yesus menggunakan kata 
"anjing" dalam kasus tersebut? Karena memang orang-orang Yahudi menganggap 
orang-orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan "anjing". Dan Yesus 
"sengaja" mengangkat topik ini. 

Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini adalah bahwa Yesus telah 
menyembuhkan begitu banyak orang tetapi tidak semuanya memiliki IMAN seperti 
perempuan Kanaan ini, yang justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan 
"anjing". Bukan itu saja perempuan Kanaan tidak merasa tersinggung dan bahkan 
mempunyai keberanian untuk tetap memohon; ayat 27 Kata perempuan itu: "Benar 
Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." 

Perempuan Kanaan itu tetap dengan berani memohon agar anak perempuannya 
disembuhkan oleh Yesus, luar biasa. Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa 
yang diperuntukkan bagi orang Israel tetapi ia hanya meminta yang layak ia 
dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana besar imannya, 
karena ia tidak memaksakan kehendaknya tetapi ia benar-benar memfokuskan 
permohonnya kepada belas-kasihan dari Yesus. Ia tetap menganggap suatu anugerah 
walaupun dia hanya mendapatkan remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai 
orang lain. 

Pelajaran besar yang diambil dari iman perempuan Kanaan itu bahwa dia tidak 
goyah ketika Yesus menjawab "tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi 
anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.", dia balik menjawab dengan 
keberanian yang luar biasa "bahwa anjing yang berada di bawah meja itu makan 
remah-remah roti yang jatuh". Seorang perempuan dari kalangan kafir dan seorang 
dari warga kelas dua, keprihatinannya terhadap anak perempuannya telah membuat 
dia berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan gender dengan ketabahan dan 
keberanian. Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum. 

Dalam kejadian itu, terbukti bahwa pelayanan Yesuspun menembus batas-batas 
kebiasan eksklusifitas Yahudi, Perempuan Kanaan itupun mendapat belas-kasihan 
dari Yesus. Perempuan ini telah datang pada alamat yang tepat, dia memiliki 
sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang telah terbukti mendobrak 
pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu. Yesus berkata "Hai Ibu, besar 
imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga 
anaknya sembuh. Yesus telah dibuat kagum oleh iman dan kesederhanaan pola pikir 
dari perempuan Kanaan itu. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan oleh 
Yesus! 


INJIL UNTUK SEMUA BANGSA :

Matius 10:5-6 
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: 
"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang 
Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 

Ayat juga tersebut sering diklaim oleh kalangan non-Kristen, bahwa Injil hanya 
diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Tetapi harus dipahami bahwa hal 
tersebut adalah merupakan perintah yang sifatnya temporary yang diperuntukkan 
ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Bahwa Pengabaran 
Injil mempunyai tahapan-tahapan, mulai dari lingkungannya (orang-orang Yahudi), 
kemudian orang-orang di Yudea, Samaria, kemudian terus berjalan keluar, 
menyebar ke bangsa-bangsa lain (Kitab Kisah Para Rasul menuliskan perjalanan 
mereka mengabarkan Injil Yesus kepada bangsa-bangsa), Hal tersebut sesuai 
Amanat Agung Yesus Kristus : 

Matius 28:19-20 
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka 
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala 
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu 
senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi 
tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan 
sampai ke ujung bumi. 

Kisah Para Rasul 1:7-8 menuliskan, 
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa 
sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus 
turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh 
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 

Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk kemudian sampai ke 
ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya 
Yudea dan Samaria itu menjadi tanggung-jawab terlebih dahulu. Bagaimana 
mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat 
tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria. 
Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini : 

Kisah Para Rasul 16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami 
mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu 
kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan 
Injil kepada orang-orang di sana. 

Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk keluar dari lingkup Israel dan 
mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul 
yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh 
segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain. 

Yesus yang universal, artinya Karya Agung Keselamatan dan berkat Kehidupan 
Kekal dari Tuhan Yesus Kristus diperuntukkan kepada semua orang dan tidak dapat 
dibatasi oleh dinding-dinding suatu negara, suku bangsa, ras dan budaya. 
Untuk itulah Dia datang. Dan semua orang dapat menikmati kasihNya.


Amin. 



Selamat Natal 2004
Damai di Bumi



 



Blessings in Christ,
Bagus Pramono
December 21, 2004


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke