From: Julie Rorimpandey 

HARAPAN SAAT BENCANA TSUNAMI

TUHAN bukan tidak sayang pada umat-Nya..
Sehingga bencana ini di ijinkan-Nya terjadi...
Ukuran yang dipakai manusia sayang-Nya bukan ukuran milik-Nya
Namun semua membawa hikmah tersendiri
Alam yang akhirnya mengajar manusia bahwa kasih, kebersamaan dan kerukunan itu 
penting
Manusia dipaksa melepaskan atribut dan kesombongannya untuk menerima ini
Ikhlaskan, perbaiki hati, perbaiki hubungan pada sesama, terlebih pada Tuhan

(Ini kisah saya....)
23 tahun yang lalu tepat saya kelas 4 SD kalo tidak salah, ayah saya yang baru 
pulang dari Irian Jaya membawa seorang anak laki2 yang hampir sebaya dengan 
saya...
Masih asli dari pedalaman yang tidak biasa pakai baju dan hanya koteka...
Melihat kami persis bumi dan langit perbedaan warna kulit dan bahasa saat itu.
Namun dia resmi menjadi anak orangtua saya karena telah diadopsi, namun dia 
tetap menyandang nama keluarganya karena itu merupakan kebanggan tersendiri..

Banyak kenang2an masa kecil saat dia harus beradaptasi dengan pakaian, bahasa 
juga makanan... Masih jelas diingattan bagaimana dia mandi 10x dalam sehari dan 
juga tidak betah kalau pakai baju dan akan melonjak kegirangan kalau melihat 
singkong dan ubi yang menjadi makanan dia di kampungnya...

Waktu berjalan, kami pergi kesekolah yang sama dan dia memanggil saya kakak 
sampai hari ini... layaknya kakak adik lain, kami biasa main bersama, belajar, 
saya membela dia kalau ada yang mengganggu dan dia membela saya kalau ada yang 
menjahili...
saya mengajari dia bahwa huruf t dan s tidak sama...karena dia dulu sering 
terbalik2 dalam penggunaannya...
Dia dari kecil sudah melombai banyak olahraga terutama lari....saya dan 
orangtua memberi support karena kami memiliki hak yang sama sebagai anak, dia 
tidak pernah dibedakan...

Masa berlalu sampai dia diambil oleh sekolah olahraga di Ragunan karena sederet 
pretasinya.. bahkan waktu dia belum lulus SMA team kopasus mengambilnya...

Meski kami terpisah jarak dan waktu karena perbedaan arah hidup, kami tetap 
saling memberi kabar dan support... hingga kami masing2 menikah dan memiliki 
anak...
Sejak 4 thn yang lalu dia bertugas di Aceh untuk masalah GAM, setiap ada 
peristiwa dan dia dalam keadaan baik dia selalu memberi kabar... bahkan saat 
dia mau tets untuk ijazah SMA yang tidak pernah dia peroleh karena masuk 
KOPASUS blm lulus... dia bilang susah naik pangkat kalo lulus SMA saja tidak.
Bahkan sesudah lebaran sampai sebelum Natal yang baru lalu saya masih mendengar 
kabar dia ada di Solo ditengah istri dan anak-nya.... Dia masih bilang akan ke 
ACEH lagi....

Tiba-tiba bencana itu terjadi, dan hilang sudah kabar tentang keberadaannya....

Saya masih membesarkan hati dan harapan sampai email ini saya tulis...
bahwa dia baik2 saja disana bahwa dia sedang berjuang untuk negara dan orang2 
yang kesusahan bahwa dia akan kembali ketengah2 keluarganya yang setiap hari 
berdoa dan berharap dia baik2 saja

SEMOGA..... dimanapun dia saat ini kenang2an indah ketika kami kecil bisa 
menjadi bagian kecil dari kekuatan untuk hidup....

"As we put the front foot down, we lift the back foot up. We let yesterday go, 
and focus on today"

GBU! 
Julie Rorimpandey
http://www.geocities.com/b_viannie2000/lia_viannie
====================================
From: Tommy [EMAIL PROTECTED] 

Bantuan Kemanusiaan dari Gereja Tanpa Embel-embel
SUARA PEMBARUAN DAILY 

Bantuan Kemanusiaan dari Gereja Tanpa Embel-embel
BANDA ACEH - Pemberian bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD) dari gereja-gereja melalui Persekutuan Gereja-gereja
di Indonesia (PGI) merupakan tindakan kemanusiaan dan tidak ada pamrih. 

"Bantuan yang kami berikan kepada para korban tidak ada embel-embel agar
korban pindah agama. Bantuan yang demikian tidak benar," tegas Ketua Umum
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Andreas Yewangoe pada
ibadah oikoumene warga Kristen di Banda Aceh, Senin (17/1). 

Ibadah oikoumene perdana pascabencana yang dilaksanakan di Gereja Protestan
Indonesia bagian Barat (GPIB) Banda Aceh, NAD, dipimpin Wakil Sekretaris
Dewan Gereja-gereja Amerika Pdt Dr Shanta Premawardhana dan Ketua PGI
Wilayah NAD yang juga Ketua Jemaat GPIB Banda Aceh Pdt.Mulyadi STh. 

Sekitar 150 anggota jemaat dari GPIB, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP),
Gereja Methodist Indonesia (GMI), para relawan dan wartawan domestik/asing,
serta anggota TNI/Polri memadati gedung gereja berlantai tiga yang masih
kokoh berdiri di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. 

"Kebijakan PGI adalah untuk kemanusiaan, bukan untuk mengkristenkan orang.
Hal itu sangat jelas," kata Yewangoe yang didampingi Sekretaris Umum PGI,
Pdt Dr.Richard Daulay dan Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB, Pdt Weirata MTh. 

Mestinya semua pihak memahami hal ini dan tidak gampang terprovokasi dengan
isu-isu agama yang menyesatkan serta cenderung mengadu domba. 

Dia berharap, isu adopsi anak dari lembaga asing yang berbasis agama tidak
dipolitisasi lebih jauh agar kerukunan umat beragama di Aceh tetap terpelihara. 
Sejauh ini jemaat-jemaat Kristen di NAD dapat melaksanakan aktivitas ibadah 
dengan baik. "Rakyat Aceh sangat menghargai perbedaan agama dan ini dibuktikan 
dengan kenyamanan orang Kristen melaksanakan ibadah di sini (NAD)," tegas 
Yewangoe. 

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke