From: Mundhi Sabda Lesminingtyas
Cara Mudah Orang Kaya Masuk Surga
(Oleh Lesminingtyas)
Handoko, adalah pengusaha China yang masih sangat muda dan sukses. Orang tuanya
yang memiliki cukup banyak uang, telah memungkinkan Handoko memiliki beberapa
toko komputer dan alat-alat elektonik yang menguasai 60% pasar di kotanya.
Semua perempuan yang bertemu dengan Handoko pasti tidak rela memalingkan
pandangan barang sedetikpun. Handoko memang "very-very handsome ". Busana
keluaran Paris dan jam tangan rolex yang dikenakannya sungguh sangat matching
dengan mobil bermerek keluaran tahun terakhir yang
dikendarainya.
Ketika pertama kali melihatnya, hati saya pun hanya bisa berkata "Tuhan,
sungguh indah ciptaanMu!". Ketika beribadah di sebuah gereja di kotanya, saya
berkesempatan duduk tepat di samping Handoko yang telah lebih dulu berada di
bangku paling belakang. Begitu duduk berhimpitan dengannya, saya hanya bisa
berkata dalam hati "Ala mak, wanginya.!"
Setelah kebaktian usai tiba-tiba saya mendengar suara "Mbak orang baru ya?"
tanya Handoko sambil mengajak saya berkenalan.
"Ya! Saya dari Jakarta. Tadi saya kesulitan mencari alamat gereja ini, sampai
akhirnya saya terlambat. Koko tadi kesiangan juga ya?" saya balik bertanya.
"Enggak kok! Setengah jam sebelum kebaktian, saya sudah ada di sini. Saya
selalu duduk di bangku paling belakang" jawabnya.
"Lho, kenapa harus di bangku paling belakang?" saya bertanya keheranan.
"Itulah tempat yang layak buat saya! Saya nggak berani dekat-dekat altar Tuhan
karena saya bukan golongan first class di surga kelak" jawab Handoko sambil
menuduk.
"Siapa bilang Koko bukan golongan first class?" saya masih tidak mengerti.
"Saya tidak bisa menjual semua harta saya untuk dibagikan kepada orang miskin.
Padahal Tuhan Yesus sendiri bilang bahwa lebih mudah seekor unta melewati
lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah" katanya
lirih sambil membuka Markus 10 : 17-27.
"Harta Koko yang merupakan berkat dari Tuhan, seharusnya tidak menjadi
penghambat bagi Koko untuk menjadi pewaris Kerajaan Allah. Hanya saja, sebagai
orang yang telah diselamatkan, Koko wajib mengucap syukur dan mempersembahkan
kembali berkat yang telah Koko terima"
"Tapi berkat Tuhan terlalu banyak untuk saya. Saya semakin takut kalau tidak
bisa mempersembahkan kembali secara maksimal" katanya.
"Kalau mau, saya punya resepnya. Gampang kok!" kata saya sambil memberikan
kartu nama.
Suatu hari Handoko menemui saya untuk menanyakan resep menjadi warga first
class di Kerajaan Sorga, tanpa harus menjadi orang miskin saat di dunia.
Waktu itu saya mengajak Handoko untuk melihat kembali talenta, karunia dan
berkat yang dimilikinya. Ia pun dengan lancar menyebutkan "Bisnis yang sukses
dan kemampuan menulis"
"Dan ketampanan!" saya berterus terang.
Handoko tersipu. Ia menunduk malu sambil menyembunyikan wajahnya yang merah
padam.
"Saya harus berterus terang supaya Koko menyadari bahwa ketampanan yang Tuhan
berikan sangat memungkinkan Koko jatuh dalam dosa" kata saya.
"Apa yang membahayakan dari wajah saya?" tanya Handoko ingin tahu.
"Wajah tampan seperti Koko bisa membuat perempuan manapun tergila-gila.
Kalau tidak hati-hati, Koko bisa salah jalan. Sekali Koko melirik, banyak ABG
yang ngantri dan rela memberikan apa saja untuk Koko" kata saya.
"Beli karcis, kali ya..sampai ngantri segala!" sambung saya sambil
terbahak-bahak.
"Apakah dosa kalau saya punya wajah tampan?" tanya Handoko sambil tersenyum
malu-malu.
"Nggak juga! Syukuri ketampanan yang Tuhan berikan. Jagalah diri supaya tidak
melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Allah. Nikmati masa muda,
tanpa harus mendukakan hati Tuhan!" saya menasehati.
"Mana bisa menikmati masa muda sembari menyenangkan hati Tuhan?" tanya Handoko.
"Banyak kok caranya! Misalnya chating, nge-date atau PDKT hanya dengan
anak-anak terang yang sepadan di hadapan Tuhan. Carilah pacar di gereja atau
dalam kegiatan-kegiatan rohani, seperti KKR, Bible Camp, dan yang lainnya.
Jangan cari pacar di mall-mall, diskotik atau di pesta-pesta anak muda.
Hindari hal-hal yang tidak disukai Tuhan, seperti dugem, minum minuman
beralkohol, nge-drug, ngebong, cimeng, nge-sex sebelum nikah, berselingkuh atau
nge-sex sama orang yang bukan istrinya" saya memberondong dengan
nasehat-nasehat.
"Wah, wah,wah..Kok banyak amat larangannya?" tanya Handoko seraya ingin menawar
"Tapi kalau merokok masih boleh khan?"
Saya berpikir sejenak untuk mencari kata-kata yang tepat dan persuasif
"Ketampanan Koko yang merupakan karya Tuhan yang indah itu tidak pantas untuk
dikotori dengan nikotin, asap rokok dan bau tak sedap. Koko tidak berhak
merusak karya Tuhan. Pakailah tubuh Koko hanya untuk kemuliaanNya.
Sungguh sangat indahnya kalau wajah yang tampan dan tubuh yang sempurna yang
Koko miliki menjadi Bait Allah yang senantiasa dijaga kesuciannya"
Handoko hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya "Ini baru soal
wajah. Bagaimana dengan berkat yang lain?"
"Karena Koko punya bisnis, maka Koko harus menjalankan bisnis itu secara
kristiani" jawab saya.
"Eh, Mbak...business is business, tidak bisa dicampuradukkan dengan keyakinan"
jawab Handoko.
"Siapa bilang? Jalankan bisnis dengan jujur, hindari manipulasi, berikan upah
yang layak kepada pekerja dan perlakukan mereka secara manusiawi, kasih
informasi yang benar dan jujur kepada pelanggan, berikan layanan prima yang
sebaik mungkin untuk mendapatkan benefit dan jangan lupa bayar pajak sesuai
ketentuan. Jangan coba-coba membuat dua pembukuan untuk menghindari pajak
karena dengan demikian Koko sedang mencuri yang bukan hak Koko"
"Wah, susah juga ya?! Masih ada lagi?" tanya Koko dengan nada serius.
"Koko bisa mempersembahkan sebagian keuntungan bisnis untuk pekerjaan Tuhan"
jawab saya singkat.
"Sudah kok Mbak! Saya taat membayar perpuluhan di gereja saya!" jawab Handoko
yakin.
"Kenapa harus perpuluhan? Kalau Koko mampu memberikan 20%, kenapa harus
dibatasi 10%?" saya mengingatkan.
"Dengan membayar 10% saja, gereja saya sudah berkelimpahan kok! Buat apa harus
20%?" tanya Handoko.
"Kesaksian dan pelayanan tidak hanya terbatas dalam tembok gereja. Memberi
bantuan untuk orang yang miskin, membantu pekerja yang sedang kesusahan,
melawat orang sakit dan anak-anak terlantar juga merupakan tugas kesaksian dan
pelayanan kita" kata saya sambil membukakan Matius 25 : 31-46 untuknya.
"Sudah kok Mbak! Hampir tiap tahun saya minta pegawai saya untuk memberikan
bingkisan Natal untuk fakir miskin" jawab Handoko bangga.
"Bisa nggak Koko mengusahakan supaya bantuan itu tidak sekedar belas kasihan?
Saya yakin Koko bisa memberikan bantuan yang memerdekakan" saya mengajak
Handoko berpikir.
"Bagaimana caranya?"
"Di sekitar toko Koko ada beberapa pedagang gorengan, tukang baso, tukang jamu
dan pedagang asongan. Kalau saja Koko mau meminjami mereka modal, mereka pasti
bisa mengembangkan usaha yang lebih baik lagi. Pinjamkan uang kepada mereka,
tanpa bunga dan tanpa berharap uang itu kembali. Tapi kalau mereka bisa
mengembalikan pinjamannya, Koko bisa menerimanya untuk dipinjamkan kembali
kepada pedagang lain yang membutuhkan. Begitu seterusnya" saya memberikan ide.
"Supaya mereka tidak berjualan secara liar, Koko bisa menyediakan tempat atau
membantu mereka mengurus ijin, supaya mereka tidak mudah dirampas hak-haknya
oleh petugas" sambung saya.
"Wah, lama-lama mereka semua kaya dong, Mbak!" kata Handoko sambil tertawa
lebar.
"Boleh khan mereka kaya? Memangnya cuma orang China yang kepingin kaya?"
kata saya sambil terbahak-bahak "Toh kalau mereka kaya nggak merugikan Koko,
khan?" sambung saya.
"Masih ada lagi nggak Mbak?" tanya Handoko setengah menantang.
"Karena Koko punya talenta untuk menulis, maka menulislah untuk kemuliaan
Tuhan" saya menyarankan.
"Bagaimana caranya?" tanya Handoko ingin tahu.
"Tulis kesaksian Koko sebagai umat yang telah diselamatkan, supaya bisa dibaca
papa, mama, oma, opa, sanak keluarga dan teman-teman yang belum percaya. Siapa
tahu, tahun depan mereka tidak pergi untuk sembayang kubur lagi, tapi mengaku
percaya dan menerima Juru Selamat"
"Lho kok PR saya jadi banyak amat sih Mbak?!" kata Handoko sambil cengar cengir.
"Ya, kalau kepingin dapat 1 tiket one way ke Kerajaan Allah, segala sesuatu
harus dilakukan di dalam iman kepada Yesus yang mengajar kita untuk berbuat
demikian" saya meyakinkan bahwa itulah syarat yang harus dipenuhi oleh
orang-orang pilihan Allah yang telah dilengkapi dengan berbagai talenta,
karunia dan berkat.
Beberapa tahun berselang Handoko mengirim SMS kepada saya "Ternyata asyik juga
bergaul akrab dengan pribumi-pribumi miskin di sekitar toko. Mereka mentor saya
dalam kehidupan yang bersahaja. Sudahkah saya berhak menerima tiket one way ke
Sorga?"
Sayapun membalas SMS itu dengan iseng "Belum! Masih ada meja abu-abu di rumah
Koko dan saudara Koko"
Handoko pun membalas "Meja abu-abu itu terlalu kokoh di rumah kami, tidak mudah
untuk menggesernya. Saya ini terlalu muda di depan mereka, tak mungkin mereka
mendengarkan saya"
"Kalau gak didengar, gak usah ngomong. Jadikan hidup Koko Alkitab terbuka.
Hadirkan Kristus dalam diri Koko. Kata-kata, sikap, perbuatan Koko harus
memancarkan kasih Kristus. Selanjutnya biar Roh Allah yang bekerja" balas saya.
"Wah, mau dapat 1 tiket ke Sorga saja kok sulit amat sih" balas Koko.
"Kalau nggak mau, boleh kok di-cancel!"balas saya menggoda.
"Jangan di-cancel, tapi delay saja ya! Ha,ha,ha" balas Koko mengakhiri
komunikasi kami.
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/