From: [EMAIL PROTECTED]

 Pengamen di KA

Dear all,
Bila ada urusan ke  Kota atau Senen, biasanya saya naik KA ekonomi dari Bekasi. 
Banyak keuntungan naik KA ini, disamping ongkos cukup murah hanya 1500 rupiah, 
juga tidak dikenal  macet dijalan. Penumpang kereta ini selalu padat, saking 
padatnya, banyak penumpang berdiri tidak kebagian tempat duduk. Pedagang, 
pengemis dan pengamen lalu lalang diatas kereta menjajakan barang dagangan.
Suatu ketika dalam perjalanan ke Senen, saya melihat pengamen cilik menyanyi 
dengan membawa sebuah alat musik yang digantungkannya di bahunya. Alat musiknya 
lumayan berat sehingga badannya sampai bengkok menahan beban tsb. Dia berumur  
5 tahun.Dia juga didampingi kakaknya yang lebih besar dari dia. Sambil 
bernyanyi dia menyodorkan kantong plastik ke penumpang. Seorang ibu yang paruh 
baya umurnya memberikan recehannya kpd pengamen. Yang menjadi perhatian saya, 
dia tdk meminta kakaknya agar membawa alat musik  tsb. Si kakak mengikuti saja 
dari belakang adiknya.
Dalam benak saya  terbetik kalimat sbb: " Teganya si kakak membiarkan adiknya 
memikul semua beban tsb."
Dari sikap ini saya melihat pertama ,sisi positif dari pengamen yang memikul 
beban berat dibahunya sambil bernyanyi,sekalipun dia tertatih menahan beban di 
bahunya, dia dengan rela melakukan tugasnya.
Kedua, sikap sikakak yang membiarkannya memikul sendiri tanpa terbeban akan 
kesulitan
adiknya. Sikap ketidak peduliannya menggugah hati si pemberi recehan tadi 
menegor kakaknya agar membantu adiknya .Setelah ada tegoran dari si ibu tadi, 
baru dia mengambil beban adik tsb dari pundaknya. Dalam kehidupan dikota 
seringkali sikap individualistis lebih menonjol daripada sikap saling peduli.
Kita sebagai anak-anak Tuhan telah diperintahkan untuk mengasihi sesama kita 
dan menjauhi sikap mementingkan diri sendiri. Kita juga diajari untuk tidak 
bersungut-sungut bila mengalami kesulitan hidup. Sikap itulah yang dimiliki 
pengamen dan ibu yg memberikan sedekah. Peranan ibu tsb yg merobah sikap si 
kakak untuk mau membantu adiknya adalah tindakan yg kelihatan sepele, tetapi 
sangat bermanfaat. Dia mengajarkan agar anak2 tsb saling membantu.
Tuhan juga menginginkan agar kita anak2Nya ini saling membantu untuk 
kemuliaanNya.
Saya menjadi ingat akan sikap Jusuf ke saudara2nya yg telah menjualnya ke orang 
Mesir. Dia tidak  menyimpan dendam kepada mereka, malah dia menyediakan bekal 
buat mereka pada saat mereka kekurangan bahan pangan. Jusuf menjadi berkat bagi 
saudara2nya juga bagi bangsanya.
Sikap Jusuf yang selalu bersyukur dan dekat kepada Tuhan membuatnya mampu 
melalui kesulitan2 hidup yang dialaminya.Dibuang ke jurang, dijual menjadi 
hamba orang mesir, dipenjarakan karena fitnah potifar tidak membuatnya menjadi 
jauh dari Tuhan. Dia memperoleh kematangan rohani bhw kejadian2 tsb 
menghantarkannya menjadi penguasa pada jamannya dan menjadi berkat bagi orang 
Israel. Apakah kita sdh menjadi berkat bagi sadara2 kita yang miskin?

Salam
Walsinur Silalahi
========================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Menang tetapi menderita?

Sesudah Yesus mati dan bangkit kembali,sebenarnya dosa, penyakit dan maut 
secara prisipil tidak mempunyai hak hidup lagi.
Tetapi kenyataan yang kita hadapi saat ini adalah lain, dimana dosa, penyakit 
dan maut masih tetap merajalela di dunia ini,juga didalam jemaat. Menurut 
kesaksian Alkitab hal itu akan terus berlangsung sampai kedatangan kembali 
Kristus. Selama itu Jemaat harus menempuh jalan-sengsara melalui dunia yang 
rusak ini. Mengapa demikian?, padahal Tuhan sudah Menang? Mengapa Tuhan Allah 
dalam karya penyelematanNya masih memberikan ruang gerak kepada kuasa-kuasa 
kegelapan? Ini juga masih terjadi sesudah kebangkitan Kristus?
Pertanyaan2 ini tidak dapat kita jawab. Hanya Tuhan saja yang mengetahuiNya, 
Atau adakah yang bisa jawab?
Sungguhpun demikian satu hal kita ketahui dengan pasti, bahwa bukan 
dosa,penyakit dan maut yang memerintah kita dalam hidup ini, tetapi Kristus. 
Dialah Raja yang memegang segala kuasa, baik di sorga, maupun dibumi (Mat 
28:18). Mujizat2 yang Ia adakan dengan perantaraan anggota2 Jemaat adalah 
tanda, bahwa KerajaanNya benar2 ada di dunia.

Karena itu yang sebenarnya harus mengherankan kita adalah, bukan kenyataan, 
bahwa ada orang sakit yang disembuhkan, tetapi sebaliknya, bahwa orang 2 yang 
sehat dapat menjadi sakit. Berdasarkan apa yang dikatakan diatas, kita 
sebenarnya tidak boleh tenteram, malahan harus gelisah, bahwa dalam Jemaat2 
kita pada waktu ini umumnya tidak ada mujizat lagi yang terjadi. Saya tahu 
bahwa mungkin ratusan ribu orang bertobat setiap tahunnya. Kejadian itu memang 
mujizat, tetapi yang saya maksudkan di sini bukan hanya mujizat pertobatan 
saja, melainkan juga mujizat2 yang lain, seperti yang kita temui dalam jemaat 
pertama. Pada waktu ini dimana-mana orang berteriak meminta mujizat khususnya 
mujizat penyembuhan. Untuk memenuhi permintaan ini team-team penyembuhan illahi 
berjalan kian- kemari dari tempat yang satu ketempat yang lain. Dan dimana 
mereka hadir, mereka disambut oleh beribu-ribu orang yang antusias, tetapi yang 
kemudian menjadi kecewa kembali. Mengapa? Mungkin karena mereka tdk memperoleh 
apa yang mereka harapkan. Mungkin juga karena cara2 yang dipakai team-team 
penyembuhan illahi tidak benar. Karena itu kita harus hati2 dalam pekerjaan 
kita. Kita harus ingat bahwa teriakan dan permintaan akan mujizat bukanlah hal 
yang baru saat ini. Teriakan dan permintaan ini telah kita temui pada zaman 
Perjanjian baru dan anehnya ialah, bahwa Tuhan Yesus hampir selalu menolaknya. 
Hal ini harus menjadi peringatan bagi kita untuk menyelidiki mengapa orang pada 
waktu ini merindukan mujizat, khususnya mujizat penyembuhan. Adakah kerinduan 
itu lahir dari dari hati yang percaya, karena jangkauan Injil kerajaan Allah? 
Atau dari kesadaran bahwa karena Kristus telah menang akan dosa, penyakit dan 
maut, karena itu orang2 Kristen tidak dapat menerima kuasa-kuasa ini? Atau 
adakah motif2 lain yang mendorong mereka untuk meminta mujizat dari gereja? 
Motif2 yang lahir dari egoisme? Atau dari ketidak percayaan?
Dalam dunia kita sekarang, dunia mementingkan fakta dan bukti, sikap ini dapat 
kita pahami dan kita semua berada dalam bahaya untuk mengambil sikap yang 
demikian. Perkataan Juruselamat kita: "Berbahagialah orang yang tidak melihat, 
tetapi yang toh percaya" adalah perkataan yang sukar dicernakan pada waktu ini.
Sayan sekali, bahwa pemimpin2 penyembuhan illahi tidak memperhatikan hal ini 
dengan teliti.

Walsinur Silalahi





[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke