From: "Tabloid Lintas Agama" <[EMAIL PROTECTED]>

Berdoa Bersama Roh Kudus

Kawan,
Kita lanjutkan dengan kegiatan imam diruang suci : 
Dalam ruang suci terdapat Metzbah Dupa , indentik dengan praise & worship ( 
puji2-an dan penyembahan ) kegiatan ini untuk menyenangkan hati Tuhan, 
persiapan hati kita , sebelum masuk dalam tahap berdoa bersama Roh Kudus. 
routinitas ini tidak terdapat dalam gereja katolik. 
Jiwa, hati nurani perlu dibasuh / dijamah Roh Kudus, kuasa dari Tuhan akan 
turun melalui Roh Kudus kalau kita lakukan seperti ini, dalam Alkitab tertulis, 
Tuhan bertahta diatas puji2-an umatNya.

Namun yang jadi hambatan mengalirnya kuasa Allah adalah :kotoran2 di ruang suci 
( JIWA, HATI NURANI ) : benci, takut, merasa rendah diri, rasa bersalah ( nanti 
saya bicarakan dalam " Berdoa Bersama Roh Kudus-4 )  jiwa kita suka berontak 
tidak menurut kemauan Roh Kudus, lalu cenderung berfikir secara logika, mau 
tahu bukti, baru percaya, maka terjadilah conflict dalam batin kita. ( Rm 
7:14-25 ) padahal Kristus mengajar orang Kristen  : hidup dengan iman! ( II Kor 
5:7 ) kalau kita tidak bisa mengatasi hal ini, maka kuasa yang dari Allah tidak 
bisa mengalir keluar karena terhambat dibagian ini ( jiwa / hati nurani =  
ruang suci )  

Kita yang sudah LAHIR BARU , harus percaya, bahwa  Tuhan campur tangan dalam 
kehidupan kita, ( Fil 2:13 ) kalau kita nurut perintahNya, kotoran2 itu pasti 
berangsur angsur bersih, kita jadi makmur dan kudus dihadapanNya, maka itu 
dikatakan : " Dalam Kristus Jadi Baru " itu betul2 terjadi pada setiap orang 
yang terima Yesus. 

1. Mengapa beribadah harus menyembah dan memuji-muji Allah ? 
    ( Yoh 4:23 dan Ef 5:18-19 )
2. Mengapa bernyanyi dan bersorak-sorai ? dan berdiri ?
    ( Maz 32:11 ) dan(  II Taw 20:19 )
3. Mengapa bertepuk tangan? ( Maz 47:1 )
4. Mengapa kadang mengangkat tangan? ( Maz 63:5 )
5. Mengapa dakang menari-nari ?  ( Maz 149:3 )
6. Mengapa pakai alat-alat musik ? ( Maz 150: 3-5 ) 

Apa itu praise & worship ?
 " Membajak " tanah hati kita , sehingga kita siap menerima benih ( Firman ) 
dari Tuhan,  bisa diterima perumpamaan saya ini?
Waktu kita memunji dan menyembah Tuhan, roh kita masuk dalam singgasanaNya, 
yaitu diruang maha suciNya, disitu ada pertemuan roh kita dengan Roh Allah; ini 
rahasianya berdoa dengan Roh Kudus! 

Hasilnya apa?
Tidak terasa, iman kita dikuatkan  (Mat  8:17 );
Tidak terasa, kita dibawa kedalam kekudusan  dan kemulaanNya ( II Kor 3:18 );
Tidak terasa, kita bisa merasakan keberadaannya dengan Allah ( I Yoh 3:2 ) dan 
( Maz 24 : 7-8 );
Tidak terasa, kita diberi solusi untuk suatu masalah kita ( Yes 43:19 );
Tidak terasa, timbul dalam hati kita untuk berjuang terus, jangan takut, 
bersamaNya kita pasti sukses (Mark 9:23 );
Tidak terasa, kita telah menjadi umatNya yang suka menyembah Dia ( Yoh 4:23 );
Tidak terasa, kita menjadi umatNya yang kudus yang rendah hati, tidak sombong, 
( EF 5 13-21 );
Jauh dari  sakit penyakit, karena hati kita selalu gembira ( Ams 17:22) 

" Bersorak sorailah bagi Allah, kuatkanlah kita..angkatlah lagu, bunyikanlah 
rebana, kecapi yang merdu..tiuplah sangkakala ..sebab itu suatu ketetapan bagi 
Israel, suatu hukum dari Allah Yacub " ( Maz 81: 1-5 ) 

 " .Aku akan mendirikan kembali podok Daud yang telah roboh..Aku akan membangun 
lagi seperti dizaman dahulu kala, ." ( Amos 9 : 11-15 )

Daud melakukan praise & worship dimalam hari :  
".dan dimalam hari kunyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.." 
( Maz 42 :9 ) 
Aspek praise & worship ini harus berfokus kepada Tuhan ,menyatakan isi hati 
kita, kasih dan pengabdian kita kepada Tuhan dengan hati yang tulus ( EF 
5:9),tinggalkan rasa kekuatiran giro yang diterima apa nggak 
blong?........tinggalkan segala permasalahan saat praise & worship. 

Kemudian kita masuk dalam doa, setelah kita lakukan praise & worship, hati kita 
lega, ada rasa kedamaian, dengan demikian kita bisa dengan tenang  berdoa, ini 
bisa dilakukan di gereja, bisa dikamar doa pribadi, bisa berdoa sambil 
mengemudikan mobil dan dimana saja.

Kawan,
Saya kutip beberapa nasehat penting DR.David Yonggi Cho. hal2 yang perlu 
diperhatikan dalam masalah berdoa, agar doa doa kita terjawab oleh Tuhan, 

Hambatan2 :

   Rasa benci 
Tuhan dengan jelas melarang kita membenci seseorang, Bila kita mengampuni 
kesalahan orang lain, maka Tuhan akan mengampuni kita, tetapi kalau tidak, maka 
Tuhan tidak mau mengampuni kesalahan kita ( Mat 6:14-15 )
Banyak kesaksian selama saya melayani ,bahwa karena benci dan dendam bisa 
mengakibatkan sakit berkepanjangan, bahkan sampai fatal tidak bisa 
disembuhkan.Tetapi begitu orang itu mengucapkan doa restu kepada orang yang 
dibencinya, maka ucapan restu itu menjadikan kuasa Tuhan, Kasih Allah mulai 
mengalir kedalam hati orang itu, mulai mengalir keluar daritubuhnya , maka 
tidak lama orang itu sembuh dari sakit-penyakitnya. Seperti yang dialami Tuhan 
Yesus ( Luk 6:19 )  

   Rasa takut
Perasaan takut suatu tanda kita kurang percaya kepada Tuhan. Kita masih punya 
kekuatiran, ragu-ragu tentang kuasa Tuhan, dengan percaya kepada Tuhan, maka 
doa-doa kita bisa terjawab, mujizat dapat terjadi. Mat 6:25-34 
Iblis selalu menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan orang Kristen 
melalui rasa takut. Bila kita menutup mata kita dan memandang saja kepada 
Yesus, iman kita dikuatkan, kita tidak takut lagi., sebab apa yang ditakutkan 
orang itu, betul2 bisa terjadi!  

   Rasa rendah diri
Bila orang Kristen masih punya rasa rendah diri, maka orang itu selalu merasa 
tidak mampu, serba tidak bisa dan terus begitu, karena perasaannya menjadikan 
kuasa Tuhan tidak bisa mengalir keluar, sebab mereka tidak tahu bahwa didalam 
diri kita ada sumber kekuatan yang dari Tuhan yang bisa kita manfaatkan, untuk 
mendorong iman kita. Dalam pelayanan saya di internet ayat Mat 9:23 sering saya 
berikan kepada para pengusaha yang mengeluh atas usahanya, sebab itu kata 
Yesus! Dan banyak yang bangkit kembali, usaha mereka dipulihkan dengan Firman 
Tuhan ini. Alkitab mengajar kita : jangat takut! , kita bisa! Kita mampu!( Mark 
9:23 )

   Rasa bersalah
Perasaan ini sangat berbahaya, salah satu penyakit jiwa yang menurut istilah 
kedokterannya bisa penyakit psikosomatik, bisa penyakit irganis, tetapi kita 
hanya bisa mengatakan, bahwa orang yang punya perasaan bersalah itu suatu 
gangguan mental, yang hanya Tuhan Yesus yang bisa menyembuhkan
  
Harus Punya Sasaran Yang Jelas 
Dalam doa kita harus memiliki sasaran yang jelas dan gamblang. 

Harus jelas, tidak boleh samar atau melantur ke-mana mana.   
"Ya Tuhan, ya Tuhan, berkatilah saya ini! Berkatilah saya!" Tahukah anda ada 
berapa banyak jumlah berkat yang tercantum di dalam Alkitab? Lebih dari 8.000 
buah banyaknya. Serba ragam pula jenisnya. Bila anda berkata, "Oh Tuhan, 
berkatilah saya ini!", maka Tuhan bisa pula balik bertanya kepada anda, "Berkat 
yang bagaimana yang anda maksudkan itu? Yang mana dari antara 8.000 jenis 
berkat itu yang anda kehendaki?" Oleh karena itu sudah sepatutnya anda bersikap 
tegas dalam soal ini. Keluarkan saja buku catatan anda. 

Tulislah dengan jelas apa yang anda maksudkan itu. Catatlah dengan gamblang apa 
yang anda perlukan dan dengan perasaan anda. Apabila anda tidak menjalankan 
hukum iman ini, maka anda tidak akan pernah bisa memperoleh jawaban atas segala 
permintaan doa anda itu.

Memiliki Hasrat Yang Menyala-nyala 
Syarat yang kedua yang perlu anda perhatikan ialah anda harus memiliki hasrat 
yang menyala-nyala dalam mencapai sasaran itu, setelah anda menentukan dengan 
jelas bentuk dan sifat sasaran itu. Banyak orang berdoa seenaknya saja, "Tuhan, 
kabulkanlah permintaan doa saya ini." Akan tetapi belum lagi keluar 
meninggalkan ambang pintu gereja, mereka itu sudah lupa hal-hal yang mereka 
pinta dalam doa itu. Sikap yang semacam itu tidak akan mempertemukan iman kita 
itu dengan Tuhan. Anda perlu memiliki hasrat yang menyala-nyala.
Amsal 10:24 : "Keinginan orang benar akan diluluskan."
Di dalam Mazmur 37:4 dikatakan, "Dan bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan 
memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."

Kita harus memiliki hasrat yang menyala-nyala untuk suatu sasaran, dan tetaplah 
berpegang teguh pada sasaran itu sampai hal itu terwujud.
Tuhan tidak menyukai orang yang suam kuku atau orang yang hanya 
setengah-setengah dalam kehendak dan kemauannya untuk mencapai tujuan. Tuhan 
ahli pada hal yang panas, bila anda memiliki hasrat yang menyala-nyala itu, 
maka anda pasti bisa memetik hasil yang gilang-gemilang.
 
Berdoalah Untuk Mendapat Keyakinan       
Bilamana kita memiliki satu sasaran yang jelas, dan kita memiliki hasrat yang 
menyala-nyala di dalam batin kita, sampai-sampai seluruh kehidupan kita dijiwai 
oleh hasrat itu, maka patutlah kita berlutut dan berdoa kepada Tuhan hingga 
kita menerima jawabanNya, ambil waktu yang cukup, masuk kamar doa pribadi, 
berdoa digereja juga bisa, namun banyak gereja tidak menyediakan waktu yang 
cukup untuk jemaatnya, seharusnya ada waktu2 tertentu untuk jemaat berdoa yang 
waktunya agak panjang, sekitar 3 jam. seperti pada waktu hari " doa-puasa " 
misalnya, 

Sebab di dalam suatu gereja kita harus meluangkan waktu untuk menantikan Tuhan. 
Kita harus punya waktu yang cukup untuk memuji Dia, tetapi juga harus pula 
menyediakan waktu yang cukup mantap untuk menerima sabda Tuhan. Sebab firman 
Allah itu justru membangun iman kita itu. Dan kita harus menunggu Tuhan untuk 
memberikan kepastian dan keyakinan jaminanNya itu kepada kita.
 
Ucapkanlah Firman Tuhan 
Hal yang keempat ialah hendaklah anda menunjukkan satu kesaksian yang nyata 
tentang iman kita. Alkitab berkata bahwa Tuhan membangkitkan orang dari 
kematian. Ini berarti bahwa Tuhan bisa mempertunjukkan suatu perbuatan mujizat. 
Ia menjadikan "hal yang tidak ada menjadi ada."

Abraham sudah mencapai usia seratus tahun, sedangkan isterinya Sarah sudah 
sembilan puluh tahun. Namu mereka pegang teguh sasaran hidup mereka, bahwa 
mereka harus memiliki seorang anak laki-laki. Hasrat mereka menyala-nyala untuk 
mendapatkan seorang putera. Maka mereka terus berdoa untuk tujuan itu selama 
dua puluh lima tahun lamanya. Akhirnya Tuhan membrikan kepada mereka suatu 
janji. Dan tatkala mereka memperoleh kepastian tentang janji itu, maka Tuhan 
pun merubah nama mereka. "Mulai dari saat ini namamu bukan lagi Abram tetapi 
Abraham, yakni bapak moyang dari suatu bangsa yang besar. Dan hendaklah kau 
tidak menyebut isterimu itu Sara melainkan Sarah, yakni Sang Puteri."

Abraham mengajukan protes kepada Tuhan, "Tuhan, orang pasti menertawakan 
keadaan kami berdua ini. Seekor anak anjing pun tidak kami miliki di dalam 
rumah kami, bagaimana bisa Tuhan mau merubah nama kami menjadi "Bapak moyang 
pelbagai bangsa" serta "sang Puteri"? Bisa seluruh isi negeri ini menyangka 
kami tidak waras."
Akan tetapi Tuhan mungkin berkata. "Bila kau ingin menjalin kerjasama yang baik 
dengan pihakKu, maka hendaklah kau perbuat apa yang Aku perbuat. Aku 
menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Dan bila kau tidak menyatakan 
dengan berani, seakan-akan kau telah menerima apa yang belum Aku berikan itu, 
maka kau tidak termasuk dalam kategoriKu." (Markus 11:23-24).

Maka Abraham pun merubah namanya. Ia datang kepada isterinya dan berkata, 
"Isteriku sayang, kini namaku telah dirubah Tuhan. Saya tidak lagi dipanggil 
Abram, melainkan Abraham, yang berarti "Bapak moyang banyak bangsa". Tuhan 
sendiri telah merubah namaku itu. Dan engkau pun bukan lagi Sara, melainkan 
Sarah."
Malam pun tiba memenuhi suasana alam. Abraham berjalan di lembah. Sarah 
mempersiapkan makanan, kemudian ia memanggil suaminya itu dengan nama Abraham, 
"Suamiku Abraham, marilah makan. Hidangan telah siap!" Maka suara itu menggema 
secara luas sampai ke segenap pelosok kawasan permukiman mereka.

Orang-orang yang sedang bekerja di ladang tiba-tiba berhenti sejenak. Mereka 
mungkin saling menegur, "Hai, dengarkan! Wanita itu memanggil suaminya dengan 
nama Abraham, bapak moyang banyak bangsa. Oh kasihan si Sarah itu! Ia ingin 
sekali punya anak dalam usianya yang kesembilan puluh tahun itu, sampai-sampai 
ia panggil suaminya itu "bapak moyang banyak bangsa." Barangkali ia sudah 
sinting. Oh, kasihan benar dia itu." Lalu tiba-tiba mereka mendengar suara 
laki-laki dalam nada bariton. Suara itu menggema di lembah padang rumput itu, 
"Ya Sarah, saya datang!"
"Apa? Astaga!" gumam orang-orang yang mendengarkan kedua kakek dan nenek itu 
bersahut-sahutan begitu aneh. "Masakah si Sarah itu disebut puteri, nenek 
moyang dari banyak keturunan? Kalau begitu mereka berdua itu sudah sama-sama 
sinting barangkali."

Namun Abraham dan Sarah tidak menghiraukan kritik yang dilancarkan oleh 
orang-orang desa itu. Mereka tetap saja saling menyapa satu dengan yang lainnya 
dengan panggilan "bapak moyang segala bangsa" dan "sang puteri". Maka tepatlah 
seperti yang mereka ucapkan itu, tepatlah pula apa yang mereka kukuhkan itu. 
Demikianlah yang terjadi. Mereka beroleh seorang putera laki-laki yang mungil, 
yang mereka beri nama Ishak, berarti "senyuman".
Saudara pembaca, inginkah anda melihat sebuah senyuman? Senangkah anda 
menyaksikan senyuman di tengah lingkungan keluarga anda? Maukah anda nampak 
senyuman di kantor atau di gereja? Terapkan hukum iman itu! Hukum iman adalah 
hukum kenyataan! Maka sebagaimana suami isteri Abraham dan Sarah itu memiliki 
senyuman anda pun dapat mengalami kelahiran senyum itu berulang kali dalam 
kehidupan anda itu. 

Mujizat Tuhan tidak akan datang melalui pergumulan yang membabi buta.  
Sebab di alam rohani pun ada hukum-hukumnya. Dan anda mempunyai sumber yang tak 
kunjung kering. Sumber itu ada di dalam hati anda sendiri. Tuhan bersemayam di 
dalam hati anda. Akan tetapi Tuhan tidak akan turun tangan melakukan sesuatu 
tanpa melalui jalur kehidupan anda sendiri. Tuhan senantiasa ingin bekerja sama 
dengan anda dalam mengerjakan hal-hal yang mengagumkan. Dan Tuhan tidak pernah 
berubah. Dari dahulu kala sampai sekarang Tuhan itu tetap sama. Tetapi sebelum 
manusia berubah Tuhan tidak akan menyatakan dirinya pada mereka. Lihatlah, 
betapa Tuhan telah memakai orang-orang seperti Musa dan Yosua beserta 
orang-orang beriman lainnya untuk menghasilkan perkara-perkara besar. Hanya 
oleh karena mereka itu memiliki iman . Akan tetapi setelah orang-orang itu 
meninggal dunia, dan para pengikutnya itu membelot dan berpaling dari jalan 
Tuhan, maka Tuhan pun menghentikan pula kuasaNya.

Tuhan pun ingin menyatakan diriNya lewat kita sekarang ini. Tak bedanya seperti 
ketika Tuhan menyatakan diriNya melalui diri Kristus 2000 tahun yang lampau. 
Kuasa Tuhan itu sama dahulu dan sekarang. Tetapi Tuhan bergantung dari sikap 
dan pendirian kita semata-mata.            

" Bila pikiran kita itu telah menjadi hamil oleh suatu cita-cita dan hasrat 
yang menyala-nyala, maka buah pikiran dan cita-cita kita itu akan lahir dan 
menjelma menjadi suatu kenyataan."

 "Janganlah coba-coba mencari jawaban dari Tuhan melalui orang lain. Sebab 
jawaban Tuhan itu datangnya pasti lewat roh anda sendiri. Dan dari dalam roh 
anda itu keluarlah jawaban-jawaban bagi situasi anda'.

" Oleh sebab itu tuntut dan ucapkanlah  firman Tuhan itu dengan penuh keyakinan 
dan kepastian. Dan ucapan anda yang keluar memiliki daya cipta. Tuhan berfirman 
dan seluruh isi bumi ini tercipta. Maka ucapan anda pun merupakan bahan 
landasan yang dipergunakan oleh Roh Kudus untuk menciptakan sesuatu."  

Oleh sebab berucaplah, hal ini sangatlah penting. Banyak gereja sekarang ini 
telah kehilangan seni memberi komando. Kebanyakan orang Kristen nampaknya 
semakin cenderung untuk menjadi peminta-minta profesional. Kita senang mengemis 
saja. Pada tepi Laut Teberau Musa meminta kepada Tuhan, "Oh Tuhan, tolonglah 
kami ini! Lihatlah musuh-musuh kami tentara Firaun sedang datang mengejar 
kami!" Tetapi Tuhan mengelak permintaan Musa itu. Tuhan memperingatkan Musa 
dengan menegur dia, "Hai Musa, mengapa engkau berseeru kepadaKu? Berikanlah 
komando. Angkatlah tongkatmu. Bertindaklah. Maka Laut Merah ini akan terbelah 
menjadi kering!" 

Ada saatnya bagi anda untuk berdoa, tetapi ada saatnya pula bagi kita untuk 
mengucapkan komando dan bertindak!  
Memang kita harus berdoa di tempat doa kita pribadi. Akan tetapi bilamana kita 
diperhadapkan dengan medan pertempuran langsung, maka yang perlu kita lakukan 
adalah memberi komando, yang mengandung daya cipta. Apabila kita menelaah 
dengan seksama kehidupan Kristus, maka kita lihat bahwa seluruh kehidupanNya 
itu diwarnai dengan komando. Memang Ia berdoa sepanjang malam, akan tetapi 
apabila keesokan harinya Ia harus berhadapan dengan medan perjuangan, maka Ia 
pun mengucapkan perintahnya yang lantang. Ia perintahkan agar penyakit keluar 
dari tubuh seseorang dan orang itu pun sembuhlah. Ia perintahkan agar air laut 
yang bergelora itu menjadi tenang dan teduh. Ia perintahkan kuasa iblis itu 
keluar meninggalkan diri seseorang yang dirasuk setan.

Murid-nuridNya pun melakukan hal yang sama. Kepada sang pengemis Petrus 
berucap, "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan 
kepadamu :" Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah!" Kepada tubuh seorang wanita 
yang telah mati Petrus mengeluarkan perintah :  " Hai Dorkas, bangkitlah!" 
Kepada orang lumpuh di Listra rasul Paulus memberikan perintah :  " Berdirilah 
tegak di atas kakimu!" Semua murid-murid Tuhan mengucapkan kata-kata yang 
mengandung daya cipta. (Yakobus 5:15).

            Alkitab menganjurkan agar kita menyembuhkan orang sakit. Di dalam 
surat Yakobus dikatakan, "Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang 
sakit!" Jelas sekali Tuhan katakan untuk kita menyembuhkan orang sakit. Itulah 
sebabnya di lingkungan gereja yang saya pimpin ini saya pun berdoa untuk 
kesembuhan orang sakit, dengan bantuan bimbingan Roh kudus saya hanya berdiri 
di hadapan mereka dan berucap, "Kamu telah sembuh! Bangkit dan berdirilah!" 
Berkali-kali saya mengucapkan berbagai kesembuhan dan ratusan orang telah 
menerima kesembuhan.            
            Jelas sekali Alkitab menyatakan bahwa segala tanda-tanda itu akan 
mengikuti kita. Oleh sebab itu hendaklah kita berjalan maju, maka segala 
tanda-tanda itu akan mengiring kita dengan sendirinya. Apabila anda dijiwai 
oleh hukum iman yang nyata ini, maka anda akan menyaksikan tanda-tanda heran 
yang satu dan yang lainnya secara beruntun sepanjang perjalanan hidup anda.

Demikian tulis DR.David Yonggi Cho. ( habis) 
Dilayani oleh : Ev.Bambang Wiyono
e-mail : [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] 

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke