From: "Irnawan Silitonga" <[EMAIL PROTECTED]>

Renungan Keluarga: Kegagalan Keluarga Saul

"Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian 
lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah" [ II Samuel 3:1 ].

Saul adalah orang yang dipilih Tuhan untuk menjadiraja atas Israel. Oleh 
kepemimpinannya, Israel mengalami kelepasan demi kelepasan dari musuh-musuh 
mereka. Pada awalnya, pelayanan Saul sebagai raja sangat disertai Tuhan, 
sehingga Alkitab menulis, ".ke
manapun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan" [ I Sam. 14:47 ]. Tetapi Saul 
tidak dapat mengakhiri pelayanannya dengan baik, dan ia ditolak sebagai raja.
Alasan Tuhan menolak Saul adalah, karena Saul telah menolak firman Tuhan [ I 
Sam. 15:23 ]. Pertanyaannya bagi kita saat ini adalah, mengapa Saul menolak 
firman Tuhan ? Apakah Daud tidak pernah menolak firman Tuhan ? Bagaimana dengan 
kegagalan-kegagalan Daud ?  

Mungkin ada banyak alasan yang dapat dikemukakan tentang mengapa Saul menolak 
firman Tuhan, dan juga ada banyak perbedaan karakter antara Daud dan Saul.
Tetapi, kalau kita perhatikan perbedaan mendasar antara Daud dan Saul adalah 
bahwa Saul menjadi raja tanpa dipersiapkan lebih dahulu, sedangkan Daud menjadi 
raja setelah dibentuk dan di disiplin Tuhan sejangka waktu. Pembentukkan Tuhan 
yang dialami oleh Daud membuat ia senang dekat dengan Tuhan. Salah satu 
mazmurnya adalah, "hanya dekat Allah saja aku tenang".
Melalui penderitaannya, Daud belajar bagaimana memuji Tuhan serta mengucapkan 
kata-kata yang di-inspirasikan Allah, yang mana dituangkan dalam 
mazmur-mazmurnya.
Semua ini membuat Daud akrab dengan firman Tuhan.
Kegagalan Daud bukanlah disebabkan penolakan akan firman Tuhan. Kegagalannya 
adalah karena kelemahan manusiawi, tetapi jika datang firman Tuhan, Daud 
menerimanya serta tunduk pada otoritas Allah. 

Ini sangat berbeda dengan Saul. Sekalipun Saul berpenampilan meyakinkan 
dihadapan Umat Tuhan, namun ia tidak akrab dengan firman Tuhan. Sepanjang kita 
baca dan selidiki mengenai Saul, dapatlah disimpulkan bahwa Saul tidak memiliki 
kerinduan yang dalam akan
Allah. Saul terfokus kepada Umat Tuhan, sementara Daud terfokus kepada Allah. 
Nampaknya, inilah perbedaan diantara keduanya, yang menyebabkan keluarga Daud
semakin kuat sementara keluarga Saul semakin lemah.

Betapa berbahayanya seseorang yang tidak mengalami proses disiplin Allah, jika 
ia menjadi pemimpin atau kepala keluarga. Menjadi seorang bapa memerlukan 
persiapan. Kebanyakan orang berpikir bahwa persiapan untuk menikah adalah 
pekerjaan yang mapan, umur, fasilitas atau yang lainnya. Sesungguhnya, 
persiapan menjadi bapa yang terutama adalah akrab dengan firman Tuhan. Memiliki 
hati yang rindu akan firmanNya. Tetapi semua ini tidak mungkin dipaksakan. 
Namun, jika seorang pemuda telah menerima disiplin Tuhan, maka ia semakin dekat 
dengan firman Tuhan. Demikianlah genap firmanNya, "Adalah baik bagi seorang 
pria memikul kuk pada masa mudanya" [Ratapan 3:27 ]. Membangun keluarga
yang kian lama kian kuat, membutuhkan seorang bapa yang dekat dengan firmanNya. 
  

Gema Sion Ministry. 
=======================================
From: "Irnawan Silitonga" <[EMAIL PROTECTED]>

Renungan Keluarga: Kegagalan Keluarga Nuh

"Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam 
kemahnya.berkatalah ia : Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang 
paling hina bagi saudara-saudaranya" [ Kejadian 9:21,25 ].

Nuh dan anak-anaknya adalah orang yang diberkati Tuhan ( Kej. 9:1 ). Karena 
iman Nuh, keluarganya diselamatkan oleh perbuatan Tuhan yang ajaib. Keluarga 
Nuh adalah keluarga yang melayani Tuhan dan sehati sepikir menyembah Tuhan. 
Kepada keluarga Nuh dan
seluruh makhluk yang hidup, Tuhan berjanji tidak akan ada lagi air bah untuk 
memusnahkan bumi. Keluarga Nuh adalah keluarga yang memiliki perjanjian dengan 
Tuhan.

Kalau kita melihat bagaimana posisi keluarga Nuh dihadapan Tuhan, wajarlah 
kalau kita berpikir bahwa bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang diberkati 
Tuhan. Bahwa semua anak-anak Nuh akan melahirkan anak-anak yang diberkati Tuhan 
serta melayaniNya. 

Tetapi kita tahu bahwa kenyataannya tidaklah demikian. Semua ini dimulai dengan 
kisah sedih, dan mungkin juga memalukan, yang tercatat dalam Kejadian 9:18-27.
Disitu diceritakan bahwa Nuh mabuk dan telanjang dalam kemahnya. Sementara Sem 
dan Yafet berusaha menutupi ketelanjangan Nuh, namun Ham tidak. Setelah Nuh 
sadar, maka ia memberkati Sem dan Yafet, tetapi mengutuk Ham.

Sejauh mana dampak kutuk Nuh terhadap Ham, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi kita 
lihat bahwa cucu Ham yang bernama Nimrod ( Kej. 10:6,8 ) mendirikan kota yang 
bernama Babel, dimana sepanjang Alkitab, nama Babel ini selalu mempunyai 
pengaruh negatif terhadap Umat Pilihan Tuhan. Nampaknya juga, keturunan Ham ini 
mewarisi "kutuk perhambaan" sesuai yang diucapkan Nuh.
Secara jasmani, keturunan Ham ini melahirkan bangsa-bangsa yang memang 
"diperhamba" oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat dan lebih maju dari padanya. 

Apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Nuh ? 
Sesungguhnya yang terjadi pada keluarga Nuh adalah perpecahan. Seharusnya 
anak-anak Nuh tetap bersatu dan diberkati Tuhan. Tetapi akibat kegagalan Nuh, 
perpecahan itu terjadi. Sebagian keturunan Nuh diberkati Tuhan, dan sebagian 
lagi tidak diberkati, seperti yang diucapkannya. Ini perkara yang sangat 
menyedihkan. Seharusnya semua anak cucu orang benar itu, perkasa dimuka bumi 
dan diberkati Tuhan sesuai janjiNya. Itu sebabnya kami yakin bahwa berkat 
tertinggi bagi keluarga orang benar adalah berkat kesatuan. Apabila seluruh 
anggota keluarga bersatu hati menyembah Tuhan dalam satu mezbah keluarga, maka
keluarga ini mengalami berkat tertinggi. 

Kalau kita renungkan lebih jauh kegagalan Nuh, yaitu apakah ketelanjangannya 
atau kutuknya yang paling berdampak negatif, maka nampaknya kutuk Nuh lebih 
berdampak negatif bagi keturunannya, dari pada ketelanjangannya. Seandainya, 
peristiwa ketelanjangan Nuh tidak diikuti oleh ucapan kutuknya, tentu ceritanya 
akan lain. Kalau memang ini benar, betapa pentingnya bagi seorang bapa agar 
selalu mengucapkan perkataan berkat bagi anak-anaknya. 

Gema Sion Ministry.  

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke