From: "dani zoe" <[EMAIL PROTECTED]> PENGALAMAN DITODONG SEKOTAK SUSU
Saya punya pengalaman menarik yang mungkin pernah juga dialami oleh Anda juga. Ceritanya begini, beberapa hari lalu saya sedang berbelanja di pasar swalayan sendirian untuk keperluan anak-anak saya: susu dan pampers. Selagi asyik melihat-lihat barang, saya dikejutkan oleh tepukan tangan ke atas bahu saya. "Hai, bagaimana kabarnya?" Mendapatkan sapaan itu tidaklah membuat saya kaget karena kadang saya memang bertemu dengan sobat lama. Saya mencoba mengimbangi keramahannya dengan tersenyum juga. Tetapi sambil berpikir dalam hati, "Siapa orang ini ya?" "Masak sudah lupa sama saya?" Orang itu kembali menebar senyumannya. Supaya tidak dianggap "pelupa" saya bersikap seolah-olah juga mengenalnya, meskipun dalam hati saya bersikap waspada. Tanpa basi-basi tiba-tiba dia menyodorkan sekotak susu bayi. "Lho, apa maksudnya???" Spontan saya bereaksi. "Belikan susu ini." jawabnya datar. Saya merasa seperti ditodong dan itu sangat tidak menyenangkan. Saya berkata, "Ah Anda itu pura-pura aja. Kita tidak pernah saling mengenal." Raut mukanya tiba-tiba berubah. Mungkin saja dia memakai ilmu gendam atau ilmu apa saja untuk memaksa saya mengikuti kemuannya, dan kini saya tiba-tiba balik "memberontak" dan itu mengejutkannya. Kami sempat berdialog sejenak dan dari dialog itu dia mengaku tidak mampu membeli susu buat cucunya dan dia sudah menganggur cukup lama sebagai sopir angkot. Hati ini sebenarnya mau segera beranjak meninggalkan orang yang berbaju lusuh itu, tetapi saya mengurangkan niatnya melihat tangannya masih memegang susu itu yang katanya untuk cucunya. Kalau dia memegang sebotol minuman keras atau barang lain jelas saya sudah pergi meninggalkannya. Lalu hati saya menjadi iba. Sebab pada saat yang sama saya juga sedang berbelanja susu untuk keperluan anak saya. Kalau bapak ini tidak pulang membawa susu, cucunya mau diberi minum apa? Akhirnya saya meraih susu itu dari tangannya dan berkata kepadanya, "Mari pak, saya belikan susu ini untuk cucu bapak." Sambil berkaki-kali meminta maaf dan berkata 'terima kasih' dia mengikuti saya ke kasir dan saya membayar susu itu buatnya. Lega rasanya bisa berbagi kasih kepada seorang yang membutuhkannya meskipun mulanya dia mencoba menggunakan cara yang tidak simpatik. Sesampai di rumah, jujur saja saya agak menyesal setelah membayar susu itu, mengapa saya hanya membelikannya dengan sekotak saja dan bukannya dua kotak? Saudara, di sekitar kita banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Janganlah menutup mata! Ingatlah bila Anda melakukan sesuatu untuk orang yang paling hina pun, Anda melakukannya untuk Yesus (Mat. 25:40). Sumber: http://www.salib.net/index.php?name=News&file=article&sid=456&mode=&order=0&thold=0 ============================================= From: Yulius Lolo Lingkaran Perhatian Allah KITA TIDAK PERNAH DAPAT KELUAR DARI LINGKARAN PERHATIAN ALLAH Mazmur 31:1-15 1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, 2. (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 3. (31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. 4. (31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 5. (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 6. (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. 7. (31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, 8. (31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang. 9. (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. 10. (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah. 11. (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku. 12. (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah. 13. (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, -- ada kegentaran dari segala pihak! -- mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku. 14. (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" 15. (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! Diterjemahkan oleh Yayasan Gloria dengan izin Hak Cipta (c) pada RBC Ministries [Non-text portions of this message have been removed] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

