From: Gani 

PACARAN

Semua orang yang hadir dalam pertemuan mengeluh mengenai sulitnya berdoa. 
Seorang mengatakan bahwa dia tidak mampu berdoa dengan konsentrasi. Orang lain 
membandingkan dengan umat di Gereja lain yang pandai berdoa sebaliknya dia 
sulit sekali untuk mengucap kan doa spontan. Masih beberapa orang lagi yang 
mengatakan sulit untuk berdoa. Memang keluhan seperti ini bukan yang sekali ini 
aku dengar. Sudah sering dan dimana-mana. Padahal hampir dari mereka yang 
mengeluh adalah orang yang bisa dikatakan rajin berdoa. Mereka berdoa dengan 
berbagai cara dan aturan-aturan tertentu.

Aku sudah sering berusaha menerangkan tentang doa dan aneka teori doa yang 
pernah aku baca dari buku. Namun sejujurnya aku sendiri masih bingung bagaimana 
berdoa. Aku lebih suka masuk dalam keheningan. Mengatur nafas dan berdoa 
rosario. Memang tidak selalu aku bisa masuk dan menghayati setiap Salam Maria 
yang aku ucapkan. Kadang aku hanya sekedar mengucapkan saja. Kadang tidak sadar 
aku sudah selesai dengan 50 Salam Maria. Mengapa berdoa begitu sulit?

Sambil berjalan pulang mengendarai sepeda motor, aku terus bertanya mengenai 
doa. Di jalan yang gelap dan sepi kulihat dua orang anak muda sedang asyik 
pacaran. Mereka duduk di tepi got besar. Dulunya got itu adalah sungai 
pengairan yang dibuat oleh Belanda. Namun akibat perkembangan kota membuat 
sungai itu semakin sempit sehingga berubah menjadi got. Airnya pun hitam pekat, 
sebab banyak sampah bertumpuk di dalamnya. Aku hanya menggelengkan kepala 
mengapa dua orang itu tahan di tengah gelap dan bau busuk? Di tempat terang 
saja nyamuk demikian banyak, apalagi di tempat gelap. Dan lagi apa enaknya 
duduk di situ? Tidak ada kenyamanan sama sekali. Ah dasar anak muda yang mabuk 
cinta, kata hatiku sambil melalui mereka. Aku teringat syair salah satu lagu 
yang diciptakan Gombloh almarhum. Syair itu berbunyi, "kalau cinta sudah 
melekat, tai kucing rasa coklat." Ya tai kucing yang tengik saja bisa rasa 
coklat, apalagi coklat. Tiba-tiba dalam pikiranku kembali pada persoalan doa. 
Mungkin ini adalah jawabannya. Persoalan doa disebabkan belum adanya rasa cinta 
yang mendalam sehingga belum mampu menjadikan Tuhan sebagai pacarku. Berhadapan 
denganNya seperti berhadapan dengan pacar.

Tadi ada orang yang mengatakan kalau doa tidak bisa konsentrasi. Dia kalau 
sedang berdoa sering merasa terganggu dengan suara dari sekitarnya atau nyamuk. 
Hal ini membuatnya jengkel sehingga tidak mampu melanjutkan doanya. Seandainya 
dia pacaran dengan Tuhan pasti aneka gangguan itu tidak akan menjadi masalah. 
Aku yakin dua anak yang duduk di tepi got itu sudah digigit puluhan nyamuk dan 
mengusir ratusan yang lain, tapi mereka dapat tenang. Pasti ada banyak 
kendaraan yang lewat sebelum aku tapi mereka tidak merasa terganggu. Ini 
disebabkan dirinya sedang terlibat dalam pembicaraan penuh cinta. Cinta 
membuatnya konsentrasi penuh pada pasangannya. Dia mengarahkan hati dan 
pikirannya pada pasangannya. Akibatnya dia tidak merasakan gangguan yang 
dialaminya. Dia tidak sadar akan situasi sekelilingnya. Seluruh pikiran dan 
rasanya tercurah dalam pasangannya.

Aku yakin pasangan itu sudah beberapa lama duduk disana. Mungkin masih akan 
beberapa lama lagi. Dalam buku "Mimpi-mimpi Einstein" dikatakan bahwa waktu 
memang sangat relatif. Lama pendeknya tergantung pada pelaku. Berjam-jam bagi 
orang yang hatinya penuh dengan cinta dan kebahagiaan akan terasa sangat 
pendek. Bila orang berdoa dengan hati penuh dengan cinta dan kebahagiaan maka 
dia tidak akan mempermasalahkan waktu. Dia mungkin akan menginginkan untuk 
terus berdoa. Seperti orang pacaran yang selalu ingin bertemu dan kalau sudah 
bertemu tidak ingin berpisah. Kadang orang enggan dan malas berdoa. Mereka 
lebih suka melakukan aktifitas lain. Jika mereka berpacaran dengan Tuhan 
mungkin kemalasan itu tidak akan terjadi. Mereka akan senantiasa meluangkan 
waktu untuk dapat bertemu dan berbicara dengan Tuhan.

Dalam pacaran orang juga tidak akan kehabisan kata. Ada saja bahan yang dapat 
dijadikan bahasan. Mereka akan saling menceritakan pengalaman hidupnya, memuji, 
merayu dan aneka hal lainnya. Bahkan mungkin mereka hanya diam sambil saling 
menyentuh, berpegangan tangan dan sebagainya. Semua itu untuk menunjukkan 
cinta. Jika Tuhan adalah pacarku apakah aku juga akan kehabisan kata-kata dalam 
berdoa? Orang sering kehabisan kata sebab dalam doa mereka menggunakan 
kata-kata formil. Mereka sibuk memilih kata-kata formil. Kata yang bukan 
merupakan ungkapan hati dan perasaan. Kata yang merupakan hasil olahan akal 
budi. Akibatnya dia akan kelelahan sebab terus menerus memilih kata formil yang 
indah. Kalau Tuhan adalah pacar, apakah masih perlu kata formil dan sopan? 
Bukankah dalam pacaran orang lebih mengutamakan rasa daripada akal budi? Kata 
yang terucap bukan sebagai olahan akal budi tapi yang sebagai ungkapan 
perasaan. Dalam pacaran apakah orang berusaha memilih kata yang indah-indah? 
Dalam pacaran memang kadang butuh rayuan dengan kata indah, tapi bila seluruh 
pembicaraan adalah rayuan, pasti akan membosankan.

Seorang ibu mengatakan kalau berdoa biasanya pikirannya simpang siur. Teringat 
akan banyak hal, sehingga tidak mampu konsentrasi. Jika orang sedang bicara 
dengan pacarnya apakah dia juga akan berpikir yang lainnya? Apakah pikirannya 
akan simpang siur? Orang pasti akan mampu melupakan aneka peristiwa yang pernah 
dia alami. Baginya semua itu tidak penting sebab hatinya sudah dikuasai oleh 
rasa cinta.

Dalam pacaran tidak selalu orang harus bicara. Bisa saja dua orang pacaran 
hanya diam dan saling memandang. Saling berpegangan tangan. Bertukar pandang 
dan senyum. Cukup. Orang sudah bahagia bila bisa duduk berdekatan. Melihatpun 
cukup. Yang penting dia merasakan kehadiran pasangannya. Jika Tuhan adalah 
pacarku, mengapa kalau doa aku harus bersusah payah mencari kata? Bukankah 
cukup diam dan merasakan kehadiranNya? Memang orang bisa bertanya kapan dia 
melihat Tuhan hadir? Namun bukankah Tuhan hadir dalam setiap peristiwa? 
Bukankah Tuhan ada dalam semesta? Mengagumi keindahan matahari terbit bukankah 
sudah melihat kehadiran Tuhan dalam semesta? Namun karena terpancang akan 
definisi doa sebagai kata dan pembicaraan maka merasakan kehadiran dianggap 
bukan sebagai doa.

Kesulitan doa mungkin disebabkan doa dilakukan bukan karena cinta pada Allah 
melainkan sebagai kewajiban. Sejak kecil orang sudah dididik untuk berdoa 
dengan aneka aturan dan rumusan. Orang memeluk agama langsung diajari untuk 
berdoa. Bahkan orang baru dianggap sebagai umat agama tertentu bila dia 
dianggap mampu menghafal doa yang dijadikan doa pokok. Namun mereka tidak 
dididik untuk mencintai Allah. Akibatnya doa hanya menjadi sebuah hafalan. 
Ketika aku belum menjadi Katolik aku memeluk agama lain. Guruku mengajarku 
untuk menghafalkan doa-doa pokok. Bahkan ditest di depan semua murid. Aku hafal 
meski tidak tahu apa arti doa-doa itu. Aku bisa membanggakan pada keluargaku 
dan boleh ikut sembahyang sebab sudah hafal doa-doanya. Tapi sama sekali guru 
dan keluargaku tidak mendidikku bagaimana mencintai Tuhan. Akibatnya kalau aku 
berdoa maka dari bibirku meluncur begitu saja kata-kata yang sudah kuhafal 
tanpa melibatkan keseluruhan diri. Aku berdoa seperti mengucapkan Pancasila 
ketika upa

Doa yang dilepaskan dari cinta membuat kejenuhan dan kekosongan. Yesus hanya 
sekali mengajarkan rumusan doa. Itupun diminta oleh para murid sebab murid 
Yohanes diajari bagaimana berdoa. Dulu aku berpikir Yesus sangat pelit, sebab 
dalam agama lain ada banyak rumusan doa yang diajarkan oleh nabinya. Namun kini 
aku sadari bahwa apa yang dilakukan oleh Yesus sangat tepat. Kalau Dia banyak 
mengajarkan rumusan doa, maka orang akan puas jika mampu hafal akan rumusan 
itu. Bagi Yesus yang penting adalah mencintai Allah dan sesama. Yesus 
mengajarkan cinta bukan rumusan doa. Jika orang sudah mencintai Allah maka doa 
bukan menjadi soal lagi. Dia bisa berbicara pada Tuhan apa saja seperti orang 
pacaran.

Sepeda motorku sudah sampai pasturan. Malam semakin larut. Aku tersenyum 
sendiri sebab aku ternyata belum mampu menjadikan Tuhan sebagai pacarku. Orang 
yang paling aku sayangi dengan sepenuh hati. Ya seandainya Tuhan adalah pacarku 
maka aku tidak akan menemui masalah tentang doa.
salam
gani
================================================
From: "Daniel Alamsjah" <[EMAIL PROTECTED]>

TUHAN MENGETAHUI YANG TERBAIK

Tuhan mengetahui yang terbaik. Dan kita tahu, Allah turut bekerja dalam segala 
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28)

Bapa kami mengetahui apa yang terbaik bagi kita, Jadi mengapa kita mengeluh?
Kita selalu menginginkan sinar matahari. Kita mencintai gelak tertawa
Dan rasa gembiranya sorak sorai. Namun hati kita akan kehilangan kelembutannya
Bilamana kita tidak pernah meneteskan air mata...

Bapa kami sering menguji kita. Dengan penderitaan dan kesedihan 
Dia menguji kita. Tidak menghukum kita
Melainkan menolong kita menjumpai HARI ESOK

Karena pohon-pohon tumbuh dikuatkan. Bilamana mereka dapat tahan terhadap angin 
ribut
Dan Ia tidakpernah menyakiti kita tanpa manfaat. Dan tajamnya potongan pahat
Membuat batu pualam mulia dan berbentuk indah....

Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan kepedihan kita
Karena setiap kehilangan yang Ia kirimkan
Diikuti dengan keuntungan yang berlimpah-limpah 
Dan jika kita menghitung rahmat dan berkat, 
Yang Allah kirimkan secara Cuma-Cuma
Kita tidak akan menemukan alasan untuk mengeluh
Dan tidak ada waktu untuk meratap..

Karena Bapa kami mengasihi anak-anakNya. Dan bagiNya semua hal adalah jelas
Jadi tak pernah mengirim KESENANGAN  kepada kita 
Bila Kebutuhan Jiwa Yang Terpendam Adalah Kepedihan

Karenanya ..bila kita menemui kesulitan. Dan segala sesuatunya berjalan salah, 
Itulah Allah yang sedang bekerja dalam diri kita. UNTUK MEMBUAT KITA MENJADI 
KUAT.

Author : unknown 

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke