From: "Erwin Siregar" <[EMAIL PROTECTED]>
Jalan Ke Seluruh Dunia
Benar-benar mengherankan, bahwa sebuah belokan kecil dapat mengubah kehidupan
Anda selama-lamanya.Hal terakhir yang saya ingat memandang sekilas dengan mata
mengantuk pada isteri Saya Darlene, yang mengendarai mobil van volkswagen kami.
Kami pulang ke California setelah satu pertemuan terberat dalam hidup saya.
Saya telah menyetir sepanjang malam dan sekitar pukul 6 pagi, saya menyerahkan
setir kepada Darlene.Kini udara hangat dan kering dari jalan tol Arizona dan
padang gurun di sekeliling berhembus melewati jendela depan, membuat wajahnya
yang cerah sedikit memerah dan mempermainkan rambutnya yang pendek dan pirang.
Saya melepaskan sepatu Saya dan merangkak ke dalam kantung tidur di bagian
belakang mobil, kemudian menutup mata.Betapa berharganya dia, Tuhan, pikir
Saya, dengan kepala bergoyang terkantuk-kantuk mengikuti irama van.Khususnya
setelah peristiwa yang baru kami alami..
Beberapa minggu belakangan ini seluruh tenaga saya terkuras.Kami baru saja
bertemu dengan pimpinan denominasi Saya. Karena Saya memilih untuk memulai
pelayanan misi interdenominasi, Saya harus meletakkan jabatan pelayanan Saya
dan banyak teman yang tidak memahami keputusan Saya tersebut.
Ada hal lainnya lagi.Belum lama sebelumnya, Saya menolak tawaran bisnis bibi
Saya untuk bergabung bersamanya menjalankan suatu usaha yang bernilai jutaan
dolar. Tawaran itu juga tidak sesuai dengan apa yang Tuhan katakan kepada Saya,
dan saya ingin menaati-Nya berapapun harga yang harus saya bayar.
Jadi Saya telah membakar semua jembatan di belakang Saya (maksudnya mengambil
suatu keputusan yang tegas sehingga tidak bisa berbalik kembali-red). Darlene
telah menyentuh hati Saya. Dia berdiri dengan tabah disamping Saya saat saya
menolak kesempatan untuk mendapatkan jaminan keuangan yang cerah di masa depan
dan prospek karier yang sukses di gereja. Saya telah menyerahkan segalanya demi
mengikuti panggilan Tuhan untuk merintis suatu misi interdenominasi. Sekarang
tinggal Darlene dan saya. Hampir tidak ada hal lain lagi yang perlu diserahkan.
.....Saya tersentak dari tidur karena tubuh saya tergulung-gulung dengan
hebatnya di dalam van. Disertai dengan suara gesekan logam dan kaca yang
menyakitkan telinga, mobil van itu berguling-guling menuruni jalan tol itu
sementara kepala dan tubuh saya terbanting keras pada dinding van itu.
Tiba-tiba, separuh tubuh saya keluar jendela sebatas pinggang.Trotoar jalan
hampir saja menghantam muka Saya, sementara van itu terus berguling-guling.
Karena tahu akan tergencet, Saya mendorong trotoar itu dengan tangan Saya masuk
kembali ke van.
Kemudian segala sesuatu tampak gelap gulita
Saya tentunya siuman kembali beberapa detik kemudian, karena saya berada diluar
van dan kepulan debu di sekitar saya baru saja surut. Baru kali itu saya
melihat gurun yang sangat menyilaukan dan tandus. Tidak ada rumah atau pohon
yang tampak. Dengan berjuang keras, akhirnya saya bisa berdiri, meskipun dengan
kepala pusing. Saya tidak tahu dimana saya berada. Sesuatu yang hangat dan
basah mulai menuruni wajah saya. Saya mencoba menghapusnya dan tangan saya
berlumuran darah -saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi
berantakan seperti ini.
Disisi kiri saya tergeletak van kami yang juga berantakan.
Barang-barang kami semuanya berserakan -kopor-kopor bertebaran dimana-mana,
beberapa diantaranya terbuka, sehingga pakaian, pakaian dalam dan kaus kaki
berhamburan di atas tanah..
Selama satu menit saya mencoba berpikir.Apa yang telah terjadi? Saya teringat
pertemuan yang sukar itu..mengendarai mobil sepanjang malam.merangkak ke
belakang untuk tidur...Darlene yang menyetir ketika ..
Jantung saya berdetak..
Dengan paniq saya merangkak dengan lutut saya.Dimana Darlene?
Kemudian saya melihatnya-tidak bergerak.Dia tertelungkup di bawah sebuah kopor
yang besar beberapa meter jauhnya.
"Darlene!!" Saya berteriak memanggil namanya, sambil merangkak ke arahnya.
Perut saya seperti tersumpal batu bata. Setelah mengangkat kopor itu darinya,
saya melihat luka menganga di belakang kepalanya.Dengan lembut saya
membalikkannya.Dia tidak bernafas.Matanya terbuka lebar .kosong dan kaku.
Sambil membuai kepalanya yang berdarah di pangkuan saya, saya
menggoyang-goyangkannya. Dia telah mati!!!. Air mata mengalir di pipi saya.
Saya berpikir bahwa saya telah kehilangan begitu banyak hal ketika menolak
tawaran bisnis bibi saya dan jabatan dalam pelayanan. Tetapi sekarang -dalam
sekejap saja saya telah kehilangan segalanya-mobil van dan barang-barang kami
berserakan di atas debu gurun. Dan orang yang paling saya kasihi telah
meninggal dunia.
Saya melihat dengan liar ke sekeliling Saya. Semuanya itu tampaknya
melambangkan hidup kami. Semuanya telah lenyap.Tiupan angin menerbangkan debu
yang setajam jarum ke arah wajah Saya.
Apa yang terjadi kemudian di jalan di tengah gurun terpencil itu benar-benar
diluar jangkauan nalar. Disana, tanpa ada satu makhluk hidup-pun di sekeliling
saya, sebuah suara memanggil nama saya dengan keras.
"Loren!!!"
Saya melihat ke sekeliling Saya. Kemudian saya tahu. Meskipun saya belum pernah
mendengar suara-Nya secara alamiah, Saya mengenali suara itu sebagai suara
Tuhan...
"Ya Tuhan?" Saya menjawab, suara saya tersendat oleh emosi.
"Loren, masih bersediakah engkau melayani Aku?"
Mengapa Dia harus menanyakan hal itu? Tidak ada lagi yang tersisa di dalam
kehidupan saya kecuali Dia.
Melalui tetesan air mata saya menatap ke langit gurun yang cerah dan menjawab,
" Ya Tuhan, saya akan melayani-Mu. Saya tidak memiliki apa-apa lagi kecuali
kehidupan Saya....dan Engkau boleh mengambilnya juga."
Sesaat kemudian, Tuhan berbicara untuk kedua kalinya.
"Berdoalah bagi Darlene."
Sampai saya mendengar suara itu, saya bahkan tidak teringat untuk berdoa. Saya
kira dia telah mati.Tetapi saya mulai berdoa dengan segenap hati.
Saya terkejut, Isteri saya menarik napas tersengal-sengal.Dia berusaha keras
untuk bernapas, meskipun masih pingsan.
Hal-hal lain mulai terjadi. Seorang pria Meksiko datang dengan sebuah pick up
dan menolong kami. Sekitar satu jam kemudian, kami sudah berada dalam sebuah
ambulans, menuju rumah sakit terdekat, yang lebih dari 140 km jauhnya.saat
ambulans yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan hampir 160 km perjam,
keadaan kami menjadi jelas bagi saya. Darlene salah mengambil jalan, dan
kecelakaan kami terjadi disebuah jalan kecil beberapa kilometer jauhnya dari
perbatasan Meksiko.
Saat saya duduk disamping Darlene di ambulans, Tuhan berbicara kepada saya
untuk yang ketiga kalinya. Dia berkata bahwa Darlene akan sembuh. Segera
kalimat itu memasuki pikiran saya, Darlene membuka matanya, menoleh ke arah
saya dan tersenyum.Belakangan, dia tidak ingat telah melakukan hal itu.
Ketika kami tiba di rumah sakit, darlene dan saya segera dilarikan ke ruang
gawat darurat. Luka-luka saya segera ditangani-mereka membalut kepala saya dan
memasang penahan punggung.Kami dipisahkan di ruang gawat darurat itu oleh
tirai, tetapi saya mendengar suara Darlene ketika dia siuman.Dia mulai
memanggil nama saya dengan panik.
"Saya di sini sayang.Semuanya beres," saya memanggilnya lewat tirai.Dia pasti
takut saya mati.
Darlene terluka di punggung dan kepalanya. Punggung sayapun sakit dan tubuh
saya memar berat. Tetapi kami berdua akan sembuh. Beberapa hari kemudian
Darlene diijinkan keluar dari rumah sakit, tetapi saya-pun keluar pada hari
yang sama- berjalan dengan kaku, memakai pakaian bernoda darah yang itu-itu
juga dan tidak bersepatu.Sepatu saya dan barang-barang kami yang lain masih ada
disamping mobil van kami yang berantakan.
Belakangan -ada berita yang mencengangkan. Darlene dan saya mendapatkan bahwa
pada jam ketika kami mengalami kecelakaan, sekelompok wanita berkumpul di
pinggiran kota Los Angeles untuk persekutuan doa Kamis pagi. Seorang wanita
yang mengenal kami dan pelayanan kami memberitahu persekutuan doa itu untuk
berdoa bagi Loren dan Darlene Cunningham. Mereka mulai berdoa syafaat. Pada
pagi yang sama, disebelah utara California, seorang teman bernama Berniece Coff
Siegel merasa dia tidak perlu makan siang, tetapi justru menggunakan jam makan
siang itu untuk berdoa bagi kami.
Saya kira ada orang yang mengatakan bahwa saya tidak benar-benar mendengar
suara Tuhan di gurun ketika itu. Saat itu saya memang sangat emosional,
sehingga tidak dapat membuktikan kepastian suara itu.Saya telah sering
mendengar Tuhan berbicara dalam benak saya, memimpin saya, tetapi saya percaya
hari itu Ia berbicara secara berbeda. Tetapi kemudian saat merenungkan kembali
kejadian tersebut, Saya mulai menyadari bahwa masalah itu memang bukan
pelajaran pokok tentang cara bagaimana Tuhan berbicara kepada para murid-Nya.
Yang berkobar dalam hati saya pada hari itu adalah pelajaaran tentang kuasa
yang dapat dinyatakan oleh Tuhan sewaktu qta menyerahkan hak-hak qta. Sampai
saat itu, saya mengira saya telah kehilangan segalanya. Saya tidak pernah
menyadari bahwa tidak ada satupun dalam kehidupan ini yang benar-benar
merupakan milik saya.Saya bisa berbicara tentang mobil saya, isteri saya,
pelayanan saya. Setelah kecelakaan itu, saya menyadari untuk pertama kalinya
betapa mudahnya saya dapat kehilangan semuanya itu dalam sekejap.
Segala sesuatu telah diberikan Tuhan kepada qta untuk sementara waktu, untuk
dipakai bagi kemuliaan-Nya. Pikiran-pikiran baru ini membuat saya mulai
meneliti Alkitab untuk belajar apa yang Tuhan katakan tentang masalah yang
penting ini. Apa yang semula hanya merupakan suatu pendalaman alkitab ternyata
kemudian berkembang.pengertian yang saya dapatkan mengubah saya, menjadi suatu
batu penjuru bagi hidup saya dan organisasi misi yang saya rintis-Youth With A
Mission. Singkatnya, saya menemukan di dalam alkitab-khususnya dalam kehidupan
Yesus bahwa satu-satunya cara untuk menang adalah dengan menyerah.
Bukan menyerah dalam pergumulan dengan roh jahat, melainkan sebaliknya.Selama
lebih dari dua puluh lima tahun dalam pelayanan internasional, saya telah
belajar melalui beberapa keadaan yang dramatis bahwa meletakkan hak-hak saya
adalah kunci untuk memenangkan pertempuran melawan kuasa iblis yang dasyat.
Apabila qta menyerahkan hak-hak pribadi qta kepada Tuhan, demi kepentingan-Nya
dan kepentingan Injil, qta menemukan rahasia untuk mewarisi seluruh dunia
bagi-Nya.
Bagi orang Kristen tidak ada hal lain yang lebih penting dan lebih menyenangkan
untuk diselidiki dari pada masalah ini.
by:Loren Cunningham
founder-nya Youth With A Mission
(::Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya::Ratapan 3:27)
==========================================
From: budi hermanto
SUKACITA SEJATI DI DALAM TUHAN
Habakuk 3: 16-18
Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah
bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di
tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang
akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon
zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan,
kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang
menyelamatkan aku.
ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia
membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/